Persepsi Masyarakat Bataran Sungai Kahayan Terhadap Pencemaran Kualitas Air

Community’s Perception in Kahayan Riverbanks toward Water Quality Pollution

  • Muhamad Katma F.Dirun Universitas Palangkaraya
  • Sulmin Gumiri Universitas Palangkaraya
  • Danes Jaya Negara Universitas Palangkaraya
Keywords: Sungai, Persepsi, Pencemaran air Sungai

Abstract

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki karakteristik Pulau Kalimantan pada umumnya yang dipenuhi wilayah hutan, rawa-rawa, hingga lahan gambut yang luas. Selain itu juga dilalui banyak sungai-sungai yang melewati berbagai wilayah daratan Provinsi Kalimantan Tengah dengah Sungai Barito sebagai sungai yang terpanjang hingga mencapai 950 Km, disusul sungai Katingan dengan panjang 650 Km, sungai Kapuas 625 Km dan Sungai Kahayan sepanjang 600 Km.  Mereka hidup dari bercocok tanam, berkebun, berburu dan memanfaatkan hasil hutan non kayu dari sekitar areal tersebut. Penelitian ini bertujuan mempelajari tentang Persepsi masyarakat tersebut diatas terhadap pencemaran kualitas air, terutama dalam melindungi Sungai Kahayan sebagai sumber air bersih.

Metode penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian deskriptis analitis, dimana peneliti mengidentifikasi persoalan dengan melakukan studi awal setelah peneliti mengumpulkan data primer dan data sekunder dengan cara mengolah data yang berasal dari kuesioner yang disebarkan kepada responden selanjutnya data diproses dan dianalisis. Lokasi penelitian ini berada di Bantaran Sungai Kahayan dan Rungan, meliputi Desa Bawan, Tumbang Rungan, dan Kota Palangka Raya. Provinsi Kalimantan Tengah, Teknik sampling menggunakan purposive sampling technique dengan jumlah sampel adalah 100 responden.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Muhamad Katma F.Dirun, Universitas Palangkaraya
Sulmin Gumiri, Universitas Palangkaraya
Danes Jaya Negara, Universitas Palangkaraya

References

Agus Riyanto. 2011. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan.Yogyakarta. Nuha Medika.
Andreas, Horhorruw. 2014. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Keluarga Dalam Menggunakan Jamban Di Desa Tawin Kecamatan Teluk Kota Ambon. Tesis. Universitas Diponegoro.
Arito. 2011. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Jamban Umum bagi Rumah Tanga yang Belum Mempunyai Jamban Pribadi. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Rineka Cipta.
Azwar, A. 1983. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta. Rineka Cipta. Chandra, N. Dewi Dunggio. 2012. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Masyarakat Tentang Penggunaan Jamban Di Desa Madelamo Kecamatan Tilong Kabila Kabupaten Bone Bolango. Skripsi. Universitas Negeri Gorontalo.
Budioro. B. 1998. Pengantar (Pendidikan Penyuluhan) Kesehatan Masyarakat.Semarang: FKM UNDIP.
Dedi, A dan Ratna, M. 2013. Pilar Dasar ilmuKesehatanMasyarakat.Yogyakarta.Nuha Medika.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Profil Kesehatan Indonesia 2002. Depkes RI. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2005. Profil Kesehatan Indonesia 2004. Depkes RI. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2009. Profil Kesehatan Indonesia 2008. Depkes RI. Jakarta.
Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2013. Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013. Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Erlinawati Pane. 2009. Pengaruh Perilaku Keluarga terhadap Penggunaan Jamban. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 3 Nomor 5. Hlm 230-234.
Eunike R. Rustiana, 2005. Psikologi Kesehatan. Semarang. Universitas Negeri Semarang Press.
Goode, William.J. 2004. Sosiologi Keluarga. Jakarta. Bumi Aksara.
Hamzah, Bachtiar. 2012. Gambaran Pemanfaatan Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga yang dilakukakn Melalui Proyek PAB-PLP. Universitas Sumatera Utara. (Diakses 15 April 2015).
Hayden, J. 2009. Introduction to Health Behaviour Theory. University of Arcansas.
Hermawan, Yoni. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Persepsi dengan Perilaku Ibu Rumah Tangga dalam Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan. Universitas Siliwangi.
Hurlock, EB. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta. Erlangga
I Nengah Darsana, dkk. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.4 No.2 november 2014: 124-143.
Ibrahim, I., D.Nuraeni, dan T.Ashar. 2012. Faktor Nfaktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jamban Di Desa Pintu Langit Jae Kecamatan Padangsidimpuan Angkoloa Julu Tahun 2012. 21 januari 2015 (15:52).
Ka.SiePromkesLing. 2014. Rekapitulasi Hasil Pemetaan Rumah Tangga Sehat Kota Semarang. Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Kamria, dkk. 2013. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Jamban Keluarga di Desa Bontotallasa Dusun Makuring Kabupaten Maros. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2013.hlm 99-102.
Kartono, D. 2008. Modul Peran Tokoh Masyarakat dalam Kesehatan Reproduksi yang Responsive Jender. Jakarta.
Kathleen, Elizabeth. 2014. Health and Place, The Toilet Tripod: Understanding Successful Sanitation in Rural India. Elsivier Ltd.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2013. Profi Kesehatan Indonesia 2012. Kemenkes RI. Jakarta.
Kristyna Hulland, et al. 2014. What Factors Affect Sustained Adoption of Sanitation Interventions? Sumarry Report from Systematic Review of Literature “ What Factors Affect Sustained Adoption of Clean water and Sanitation Technologies?”. EPPI-Centre. Institute of Education, University of London.
Kusnoputranto,H. 1995. Kesehatan Lingkungan. Jakarta. Universitas Indonesia.
Kusumastuti, N. 2013. Pengaruh Faktor Pendapatan, Umur, Jumlah Tanggungan Keluarga, Pendapatan Suami Dan Jarak Ke Tempat Kerja Terhadap Curahan Jam Kerja Pedagang Sayur (Studi Kasus Di Pasar Purwodadi). Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.
L.W Green dan Marshall W.Kreuter. 2000. Health Promotion Planning, An educational and Environmental Approach. Mayfield Publishing Company. Toronto London.
Mita, N dan Alie, M.. 2014. Kajian Kemiskinan Pesisir di Kota Semarang ( Studi Kasus: Kampung Nelayang Tambak Lorok). Jurnal Teknik PWK Volume 3 Nomor 1 Tahun 2014. Halaman 51-58.
Mubarak, W.I dan Chayatin, Nurul, 2010. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasinya. Jakarta. Salemba Medika.
Mukherje, N. 2011. Factor Associataed with Achieving And Substaning Open Defecation Free Communities: Learning From East Java. Water and Sanitation Program.
Murwati, Murwati. 2012. Faktor Host Dan Lingkungan Yang Mempengaruhi Perilaku Buang Air Besar Sembarangan/ (Open Defecation). Tesis. Universitas Diponegoro Semarang.
Nyoman Suartha. 2013. Pengaruh Kapasitas Rumah Tangga, Budaya dan Pemberdayaan Terhadap Sikap serta Keberdayaan Rumah Tangga Miskin di Kabupaten Karangasem. Disertasi. Universitas Udayana Denpasar.
Otayya, G.Lian, 2012. Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Masyarakat Terhadap Penggunaan Jamban Keluarga (Studi Kasus di Desa Ilomanga Kecamatan TabangoKAbupaten Gorontalo). IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Palneti, Dewi. 2001. Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan dan Keadaan Jamban Keluarga di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Kabupaten Deli Serdang Tahun 2001. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.
Riwidikodo, H. 2008. Statistik Kesehatan. Yogyakarta. Mitra Cendekia Press.
Saifuddin Azwar. 2008. PenyusunanSkalaPsikologi.Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Sara, Stephen dan Ghaham, J. 2014. Ending Open Defecation in Rural Tanzania: WhichFactors Facilitate Latrine Adoption?. International Journal Research.ISSN 1660-4601.
Sari, VM, 2011. Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Keluarga Di Pemukiman Nelayan Kenagarian Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupataen Pasaman Barat Tahun 2011. Skripsi, Universitas Andalas.
Sarwono, J. 2006. Analisis data penelitian menggunakan SPSS. Penerbit ANDI, Yogyakarta
Sedarmayanti. 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju
Sholeh, M. 2002. Beberapa Faktor Yang Behubungan Dengan Pemanfaatan Jamban Keluarga Proyek APBD Kabupaten Jepara Tahun 2001. Tesis. Universitas Diponegoro Semarang.
Simanjuntak, D. 2009. Determinan Perilaku Buang Air Besar (BAB) Masyarakat (Studi terhadap pendekatan Community Lead Total Sanitation pada masyarakat desa di wilayah kerja Puskesmas Pagilaran, Kabupaten Pandeglang Tahun 2009). Universitas Indonesia.
Soemardji, Joseph, 1999. Pembuangan Kotoran dan Air Limbah. Jakarta. EGC.
Soekidjo Notoadmodjo.1997. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Rineka Cipta.
Soekidjo Notoadmodjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.

Soekidjo Notoadmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.
Soekidjo Notoadmodjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta. Rineka Cipta.
Soekidjo Notoadmodjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta.Rineka Cipta.
Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta. EGC.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung. Alfabeta.
Suherman.F. 2001. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakmauan Menggunakan Jamban Keluarga Pada Lingkungan Perumahan Penduduk Di Kecamatan Walantaka Kabupaten Serang. Tesis. Universitas Indonesia
Sutedjo. 2003. Analisis Perilaku Masyarakat Dalam Penggunaan Jamban Keluarga Pada Dua Desa Di Kabupaten Rembang. Tesis. Universitas Diponegoro Semarang.
Tarigan, Elizabeth, 2008, Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Keluarga Dalam Penggunaan Jamban Di Kota Kabanjahe Tahun 2007. Tesis, Universitas Sumatera Utara.
Wahyudin, Yudi. 2003. Sistem Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Pesisir. Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor. (diakses 09 Februari 2015).
Water And Sanitation Program East Asia And The Pacifik,2009. InformasiPilihan Jamban Sehat. Jakarta. World Bank Office.
Widowati, Nilansari N. 2015. Hubungan Karakteristik Pemilik Rumah dengan Perilaku BAB Sembarangan (BABS) di Wilayah Kerja Puskesmas Sambungan Kabupaten Sragen. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Yayuk Farida Baliwati. 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta. Penerbit Swadaya.
Published
2021-04-12
How to Cite
F.Dirun, M. K., Gumiri, S., & Negara, D. J. (2021). Persepsi Masyarakat Bataran Sungai Kahayan Terhadap Pencemaran Kualitas Air. Anterior Jurnal, 20(2), 22-28. https://doi.org/10.33084/anterior.v20i2.2116