Efektifitas Biofiltrasi Dengan Media Arang Tempurung Kelapa Dan Batu Apung Terhadap Penurunan Kadar COD, Nitrat Dan Amoniak Dalam Air Limbah Domestik

Keywords: filtrasi, batu apung, arang, COD, amonia

Abstract

This experimental study aims to determine the most optimal biofiltration media composition for domestic wastewater treatment using 4 upflow biofilter reactors with a combining pumice and coconut shell charcoal as an media filter. ,The combination ratio of media filter is UAF 1 = 1: 0, UAF 2 = 2: 1, UAF 3 = 1: 2, and UAF 4 = 1 : 1 with an overall filter media thickness of 60 cm. Sampling time is done every 2 days for 16 day  were taken at the four experimental reactors to be tested for each parameter of pH, COD, nitrate and ammonia. The method of analysis carried out after obtaining data from testing in the laboratory, that is descriptively related to variations in filter media, and the residence time of wastewater in the reactor. The results showed that the reactor with the best processing in normalizing pH was UAF 1. While the best filter media composition in COD and nitrate removal was UAF 3 reactor with 77.78% and 87.17% removal results. Ammonia removal occurred throughout the experimental reactor with a result <-0.05 mg / l was considered quite good and indicated the decomposition process was successful.

 

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan komposisi media biofiltrasi yang paling optimal untuk pengolahan air limbah domestik dengan menggunakan  4 reaktor upflow biofilter dengan mengkombinasikan batu apung dan arang tempurung kelapa sebagai media filter. Rasio dari kombinasi media filter tersebut adalah UAF 1 =  1:0, UAF 2 = 2:1, UAF 3=1:2, dan UAF 4=1:1 dengan ketebalan media filter secara keseluruhan 60 cm. Waktu pengambilan sampel dilakukan setiap 2 hari selama 16 hari. Pengambilan sampel dilakukan pada keempat reaktor percobaan untuk diujikan masing-masing parameter pH, COD, nitrat dan amoniak. Metode analisa yang dilakukan setelah mendapatkan data dari pengujian di laboratorium, yaitu secara deskriptif  terkait dengan  variasi media filter, dan waktu tinggal air limbah dalam reaktor. Hasil penelitian menunjukkan reaktor yang paling baik pengolahannya dalam menormalkan pH adalah UAF 1. Sementara komposisi media filter yang paling baik dalam penyisihan COD dan nitrat adalah reaktor UAF 3 dengan hasil penyisihan sebesar  77,78% dam 87,17%. Penyisihan amoniak terjadi di seluruh reaktor percobaan dengan hasil <-0,05 mg/l dinilai cukup baik dan mengindikasikan proses penguraian polutan berjalan dengan baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Affam, A. C. (2013). Operational Performance Of Vertical Upflow Roughing Filter For Pre-Treatment Of Leachate Using Limestone Filter Media. Journal of Urban and Environmental Engineering.
[2] Asih Kurniasih Lumaela, B. W. (2012). Pemodelan Chemical Oxygen Demand (COD) Sungai di Surabaya Dengan Metode Mixed Geographically Weighted Regression. . 2013;2, No.1(ISSN.2337). Jurnal Sains dan Seni POMITS.
[3] Daniel F. ias, T. P.-N. (2014). ). Overall performance evaluation of shallow maturasion ponds in series treating UASB reaktor efluen: Ten years of intensive monitoring of a system in Brazil. Elsevier, Ecological Journal Vol 71 , 206-214.
[4] F.P. Vand der Zee, C. F. (2015). M. E. Ersahin Celebrating 40 years anaerobic sludge bed reaktors for industrial wastewater treatment. Reviews in Environmental Science and Bio/Technology.
[5] Febri Melta Mahadilla, A. P. (2013). Pemanfaatan Batu Apung sebagai Sumber Silika Dalam Pembuatan Zeolit Sintetis. Jurnal Fisika Unand Vol. 2, No.4, ISSN 2302-8491, Fisika Bumi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas.
[6] Kavitha, K. (2009). Feasibility Study of Upflow Anaerobic Filter for Pretreatment of Municipal Wastewater. Singapore: Thesis, Department of Civil Engineering.
[7] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higene Sanitasi, Kolam renang, Solus per Aqua dan Pemandian Umum. Jakarta: Kementrerian Kesehatan Republik Indonesia.
[8] Moersidik, R. N. (2015). Penurunan kadar Amonia dan Nitrat pada Air Limbah Tambak Udang Menggunakan Fotobioreaktor (FBR) dengan Menumbuhkan Spirulina sp. Depok: Program Studi Teknik Lingkungan, departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.
[9] Nur Hidayat, S. S. (2012). Horizontal Biofilter System in Tapioca Starch Wastewater Treatment : The Influence of Filter Media on the ffluent Quality. Agroindustrial Journal Vol 1 Issue 1.
[10] Priyanka, A. (2012). Perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah Pertamina Maritime Training Centre (Studi Perbandingan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah Gedung Pertamina Learning Centre). Jakarta: Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Indonesia.
[11] Razif, A. H. (2011). Penurunan Konsentrasi Surfaktan alam Limbah cair Laundry dengan Adsorpsi Menggunakan Arang Batok Kelapa (Coconut Shells) Komersil. digilib UTS.
[12] Ulbrich. (2015). Technical Feasibility of decentralised Greywater Treatment Units to improve Sanitation in peri-urban Areas of Ulaanbaatar Mongolia. Beijing: Thesis, University of Science and Technology Centre for Sustainable Environmental Sanitation Beijing / China.
Published
2020-04-16
How to Cite
Sirajuddin, F., & Saleh, M. (2020). Efektifitas Biofiltrasi Dengan Media Arang Tempurung Kelapa Dan Batu Apung Terhadap Penurunan Kadar COD, Nitrat Dan Amoniak Dalam Air Limbah Domestik. Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL), 5(1), 27-35. https://doi.org/10.33084/mitl.v5i1.1146