Daur Ulang Air Buangan Menjadi Air Baku Dengan Sistem Filtrasi Di PT P (Industri Kertas)

  • Andika Munandar Institut Teknologi Sumatera
  • Vinda Avri Institut Teknologi Sumatera
  • Sillak Hasiany Institut Teknologi Sumatera
Keywords: air buangan, air baku, filtrasi, pengolahan

Abstract

Air buangan merupakan air dari pengolahan air limbah yang telah memenuhi baku mutu sebagai air buangan ke lingkungan, namun beberapa pabrik mengolah air buangan menjadi air baku untuk memenuhi kebutuhan air pada proses produksi. Proses produksi pabrik kertas berjalan secara kontiyu sehingga kebutuhan air sangat besar. Hal ini menjadi permasalahan karena untuk memenuhi kebutuhan air pabrik menggunakan air permukaan (sungai) dan peraturan tentang regulasi kualitas air. Oleh sebab itu pabrik kertas melakukan inovasi berupa penggunaan kembali air buangan dengan sistem filtrasi sehingga didapatkan kualitas air baku yang memenuhi kualitas air yang dapat digunakan untuk proses produksi. Hasil dari sistem filtrasi pada air buangan memiliki kondisi optimal 30 detik saat proses filtrasi dan menunjukkan penurunan sebesar TSS 67,21%, COD 64,9%, Kekeruhan 62,35% dan warna 79,96 % yang menunjukkan telah memenuhi baku mutu dari perusahaan dan pemerintah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Anggraini, A. N., Sugito, S., 2019, Peningkatan Kualitas Olahan Air Limbah Kawasan Industri Menggunakan Dual Filtrasi Membran Keramik, WAKTU, 17(02), 6–18.
[2] Putri, A. H., Hasibuan, N. H., & Hawari, F. Y., 2019), Kajian Industri Pulp dan Kertas di Indonesia.
[3] Welasih, T., 2008, Penurunan BOD dan COD Limbah Industri Kertas dengan Air Laut Sebagai Koagulan, J. Rekayasa Perencanaan, 4(2).
[4] Mackenzie, L. D., 2010, Water and Wastewater Engineering: Design Principles and Practice, Mc Graw-Hill.
[5] Sugiharto, 2014, Dasar-Dasar Pengelolaan Air Limbah. Universitas Indonesia (UI-Press).
[6] Nasution, A. W., Putri, R. N., Mayendra, E., 2019, Mengkaji Karakteristik Pemakai Teknologi Pengolahan Air Bersih Di Indonesia.
[7] Quddus, R., 2014, Teknik pengolahan air bersih dengan sistem saringan pasir lambat (downflow) yang bersumber dari Sungai Musi, Journal of Civil and Environmental Engineering, 2(4).
[8] Tandy, E., Hasibuan, I. F., Harahap, H., 2012), Kemampuan Adsorben Limbah Lateks Karet Alam terhadap Minyak Pelumas dalam Air, Jurnal Teknik Kimia USU, 1(2), 34–38.
[9] Setyobudiarso, H., Yuwono, E., 2014, Rancang Bangun Alat Penjernih Air Limbah Cair Laundry Dengan Menggunakan Media Penyaring Kombinasi Pasir–Arang Aktif, Jurnal Neutrino: Jurnal Fisika Dan Aplikasinya.
[10] Gultom, S. O., Mess, T. N., Silamba, I., 2018, Pengaruh Penggunaan Beberapa Jenis Media Filtrasi Terhadap Kualitas Limbah Cair Ekstraksi Sagu (Metroxylon sp.), AGROINTEK: Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 12(2), 81–90.
[11] Dewi, Y. S., Buchori, Y., 2016, Penurunan COD, TSS Pada Penyaringan Air Limbah Tahu Menggunakan Media Kombinasi Pasir Kuarsa, Karbon Aktif, Sekam Padi Dan Zeolit.
[12] Valentina, A. E., Miswadi, S. S., Latifah, L., 2013, Pemanfaatan Arang Eceng Gondok Dalam Menurunkan Kekeruhan, COD, BOD pada Air Sumur. Indonesian Journal of Chemical Science, 2(2).
[13] Devi, L. P. W. K., Putra, K. D., Putra, A. B., 2013, Efektifitas Pengolahan Air Effluent Menjadi Air Reklamasi Di Instalasi Pengolahan Air Limbah Suwung Denpasar Ditinjau Dari Kandungan Kekeruhan, Total zat Terlarut (TDS), dan Total zat Tersuspensi (TSS), Jurnal Kimia (Journal of Chemistry).
[14] Rachmawan, D., 2014, Pengaruh Ketebalan Zeolit dalam Metode Filtrasi untuk menurunkan Parameter Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) pada Limbah Cair Industri Tahu, Universitas Diponegoro.
[15] Pamularsih, C., Choanji, D., Widiasa, I. N., 2013, Penyisihan Kekeruhan pada Sistem Pengolahan Air Sungai Tembalang dengan Teknologi Rapid Sand Filter, Jurnal Teknologi Kimia Dan Industri, 2(4), 48–54.
Published
2020-08-28
How to Cite
Munandar, A., Avri, V., & Hasiany, S. (2020). Daur Ulang Air Buangan Menjadi Air Baku Dengan Sistem Filtrasi Di PT P (Industri Kertas). Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL), 5(2), 71-75. https://doi.org/10.33084/mitl.v5i2.1395