Dakwah Kultural Di Bumi Melayu: Modal Sosial Gerakan Pemuda Ansor Riau Dalam Melestarikan Tradisi Shalawatan Cultural Da’wah in Malay Land: Social Capital of the Gerakan Pemuda Ansor Riau in Preserving the Shalawatan Tradition

Main Article Content

Adrian Firman Rokandi Rian
Yusmar Yusuf
T. Romi Marnelly

Abstract

Tradisi shalawatan menjadi salah satu wujud ekspresi keagamaan dan identitas kultural warga Nahdlatul Ulama yang tetap bertahan di tengah perubahan sosial modern. Penelitian ini mengkaji peranan modal sosial dalam mempertahankan tradisi shalawatan yang digerakkan oleh Gerakan Pemuda Ansor di Provinsi Riau. Kajian ini menyoroti tiga aspek utama modal sosial, yakni kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial beserta strategi penguatannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui teknik purposive sampling terhadap lima informan kunci yang meliputi pimpinan wilayah GP Ansor, tokoh ulama penyelenggara shalawatan, pengelola pesantren, jamaah tetap, serta pimpinan cabang di Kabupaten Siak dan Pelalawan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kerangka konseptual modal sosial yang dikembangkan oleh Putnam, Coleman, dan Fukuyama. Temuan menunjukkan bahwa unsur kepercayaan menjadi modal sosial paling kuat dalam menopang kegiatan shalawatan, tercermin dari integritas para tokoh, keterbukaan pengelolaan dana, serta konsistensi pelayanan spiritual yang bebas dari kepentingan politik praktis. Penguatan modal sosial diwujudkan melalui empat langkah utama: menjaga kepercayaan melalui kepemimpinan konsisten dan transparan, memperluas jaringan sosial dengan pendekatan inklusif, memperkuat norma melalui integrasi pendidikan keislaman, dan menerapkan sistem gotong royong berbasis partisipasi kolektif. Perkembangan tradisi shalawatan turut ditopang oleh figur kiai karismatik dan dukungan struktural NU, meskipun masih menghadapi kendala berupa resistensi sebagian masyarakat dan keterbatasan kapasitas manajerial. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara kepercayaan, jaringan, dan norma mampu menciptakan tindakan kolektif yang efektif dalam menjaga tradisi keagamaan di era modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rian, A. F. R., Yusuf, Y., & Marnelly, T. R. . (2026). Dakwah Kultural Di Bumi Melayu: Modal Sosial Gerakan Pemuda Ansor Riau Dalam Melestarikan Tradisi Shalawatan: Cultural Da’wah in Malay Land: Social Capital of the Gerakan Pemuda Ansor Riau in Preserving the Shalawatan Tradition. Anterior Jurnal, 25(1), 58–65. Retrieved from https://journal.umpr.ac.id/index.php/anterior/article/view/11423
Section
Articles
Author Biographies

Adrian Firman Rokandi Rian, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

Yusmar Yusuf, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

T. Romi Marnelly, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia

References

Alemayehu, B.Z. (2023). The formation and role of religious social capital in driving community action. Journal of Religious Studies.

Coleman, J. S. (1990). Foundations of Social Theory. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Conley, C. (2022). Religious social capital and minority health: A concept analysis. Journal of Religion and Health, 61(3), 145–159.

Fukuyama, F. (1999). The Great Disruption: Human Nature and the Reconstitution of Social Order. New York: Free Press.

Junaidi, J. (2023). The role of religion and social capital on entrepreneurship. Social Science Journal, 60(4), 225–239.

Noorbani, M.A. (2022). Religion and local wisdom as social capital. Analisa Journal of Social Science and Religion, 7(2), 112–127.

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.

Rohimah, N. (2020). Peran organisasi keagamaan dalam pelestarian tradisi Islam Nusantara. Jurnal Al-Adyan, 15(1), 45–57.

Rokhim, N. (2020). Tradisi shalawat ngelik di kampung santri. Tamaddun Journal, 8(2), 134–148.

Chambers, R. (2018). Participatory Rural Appraisal: Principles, Applications and Challenges. World Development, 115, 157–170.

Didham, R.J., & Ofei-Manu, P. (2020). Community-based learning for sustainability and resilience. Sustainability Journal, 12(19), 7893.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (2014). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Chambers, R. (2018). Participatory Rural Appraisal: Principles, Applications and Challenges. World Development, 115, 157–170.

Didham, R. J., & Ofei-Manu, P. (2020). Community-based learning for sustainability and resilience. Sustainability Journal, 12(19), 7893.

Fukuyama, F. (1999). The Great Disruption: Human Nature and the Reconstitution of Social Order. New York: Free Press.

Kim, S. & Kang, H. (2022). Trust, Social Norms, and Community Resilience in Religious Organizations. Journal of Social Capital Studies, 5(2), 113–127.

Lin, J., Chen, P., & Zhao, Y. (2019). The Role of Trust in Social Network Maintenance: Evidence from Community-Based Organizations. Asian Social Science, 15(4), 45–59.

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.

Suryani, N., et al. (2021). Strengthening Social Networks in Faith-Based Organizations. Journal of Religion and Society, 23(1), 25–39.

Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology (G. Roth & C. Wittich, Eds.). University of California Press.

Zhang, X., Luo, F., & Li, M. (2023). Cultural Adaptation and Youth Participation in Religious Communities. Asian Journal of Cultural Studies, 11(3), 77–92.*