Evaluasi Program Pembelajaran Sosial-Emosional Berbasis Papan Emosi Di SD Islam Darussalam Palangka Raya Evaluation of Emotional Board-Based Social-Emotional Learning Programs at SD Islam Darussalam Palangka Raya

Main Article Content

Ika Noor Aien Rizky

Abstract

Ada alarm yang berbunyi nyaring di Rapor Pendidikan tahun 2025: karakter siswa kita sedang tidak baik-baik saja. Berangkat dari keresahan itulah, kami memutuskan untuk membedah efektivitas "Papan Emosi" di SD Islam Darussalam Palangka Raya melalui lensa evaluasi CIPP. Kami tidak ingin sekadar mengintip permukaan, jadi metode mixed methods dengan desain sequential explanatory dipilih sebagai pisau bedah untuk mengupas tuntas realita di lapangan. Hasilnya cukup mengejutkan. Dari sisi konteks, program ini sebenarnya sudah berada di rel yang benar isi sekolah dan praktik PSE (Pembelajaran Sosial-Emosional) ini terasa sangat sinkron. Namun, kesiapan teknis tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan mental. Meski media "Papan Emosi" sudah siap tempur di sudut-sudut kelas, kami menemukan celah besar pada kapasitas guru dalam memvalidasi emosi siswa secara mendalam. Guru butuh lebih dari sekadar panduan; mereka butuh ketajaman empati. Titik kritis justru muncul pada fase proses. Skor 2.96 adalah sebuah teguran keras. Penyebabnya klasik namun fatal: manajemen waktu di pagi hari yang sering kali menjadi medan tempur yang semrawut. Sangat disayangkan, karena sebenarnya di hilir pada evaluasi produk-program ini membuahkan hasil yang manis. Anak-anak mulai mahir melabeli apa yang mereka rasakan, dan secara ajaib, riuh rendah konflik di dalam kelas mulai mereda. Kami sampai pada satu keyakinan: program ini terlalu berharga untuk dihentikan. Namun, membiarkannya berjalan tanpa perubahan adalah sebuah kesalahan. "Sistem Dua Fase" harus segera disuntikkan agar interaksi antara guru dan siswa tidak lagi terjebak pada formalitas belaka, melainkan menjadi percakapan yang mengubah jiwa.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rizky, I. N. A. . (2026). Evaluasi Program Pembelajaran Sosial-Emosional Berbasis Papan Emosi Di SD Islam Darussalam Palangka Raya: Evaluation of Emotional Board-Based Social-Emotional Learning Programs at SD Islam Darussalam Palangka Raya. Anterior Jurnal, 25(2), 172–174. Retrieved from https://journal.umpr.ac.id/index.php/anterior/article/view/12890
Section
Articles
Author Biography

Ika Noor Aien Rizky, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

References

Asmi, A. R., dkk. (2023). Evaluasi program pembelajaran menggunakan model CIPP: Sebuah studi literatur. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 5(1), 123-134.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Mubarokah, L., dkk. (2024). Peran pendidikan dalam membentuk karakter siswa di era digital. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 45-58.

Mulyasa, E. (2022). Manajemen serta kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.

Pratama, M. A., & Handayani, S. (2024). Efektivitas media papan emosi dalam meningkatkan regulasi diri siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 10(1), 15-28.

Safitri, N., & Yulsyofriend, Y. (2020). Pengembangan alat permainan edukasi papan emosi untuk pengenalan ekspresi anak usia dini. Jurnal Educhild: Pendidikan dan Sosial, 9(2), 70-75. doi: 10.26858/tematik.v5i2.11902

Sari, R. K., & Nuraeni, L. (2022). Pentingnya pembelajaran sosial emosional (PSE) untuk membangun karakter anak sejak dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (JPAUD), 6(2), 201-215.

Stufflebeam, D. L., & Coryn, C. L. S. (2014). Evaluation theory, models, and applications (2nd ed.). San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi (mixed methods), R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta.

Wahyuni, S., Musi, M. A., & Amal, A. (2019). Pengaruh media expression board terhadap kemampuan mengenal ekspresi emosi anak usia dini. TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 97–104. doi: 10.26858/tematik.v5i2.11902

Weissberg, R. P., Durlak, J. A., Domitrovich, C. E., & Gullotta, T. P. (Eds.). (2015). Social and emotional learning: Past, present, and future. New York, NY: Guilford Press.

Widoyoko, E. P. (2017). Evaluasi program pembelajaran: Panduan praktis bagi pendidik dan calon pendidik. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar.

Yanti, R. A., & Elviana, E. (2025). Pengenalan emosi melalui media papan emoji untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa SDN 55 Batang Piarau. TadrisReach: Journal of Educational Service, 1(3), 88-102. doi: 10.30983/tadrisreach.v1i3

Yuliyanti, T., & Rahmawati, I. (2023). Penguatan peran guru dalam menangani masalah sosial emosional anak melalui pelatihan komunikasi empatik dan pembelajaran bermakna. Bagimu Negeri: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 1-10. doi: 10.26858/jbn.