https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/issue/feedJurnal Surya Medika (JSM)2026-01-13T04:30:30+00:00Rezqi Handayanilp2m@umpr.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>Title: </strong>Jurnal Surya Medika (JSM)<br /><strong>Previous title:</strong> JSM (Jurnal Surya Medika)<br /><strong>ISSN: </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-2051">2655-2051</a> (Online); <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2460-7266">2460-7266</a> (Print)<br /><strong>Subject:</strong> Health Sciences<br /><strong>Frequency: </strong>Every four months (3 issues per year in April, August, and December) onward May 2022<br /><strong>Indexed at: </strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079">SINTA 4</a>,<strong> </strong><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&and_facet_source_title=jour.1365042">Dimensions</a>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2655-2051">Crossref</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=zRvCVmkAAAAJ">Google Scholar</a>, <a href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/10623">GARUDA</a>, and more<br /><strong>DOI: </strong><a href="https://doi.org/10.33084/jsm">10.33084/jsm</a><br /><strong>Archive preservation: </strong><a href="https://onesearch.id/Search/Results?filter%5b%5d=repoId:IOS5984">Indonesia OneSearch</a>,<strong> </strong><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/10623">GARUDA</a><br /><strong>Publisher: </strong><a href="https://lp2m.umpr.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Institute For Research and Community Services</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a><br /><strong>Editor in Chief: </strong><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57210696950">Rezqi Handayani</a></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> (<em>J Surya Medika</em>, ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-2051"><em>2655-2051</em></a> (Online); <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2460-7266"><em>2460-7266</em></a> (Print)) is a national scientific journal managed by the <strong><a title="Faculty of Health Science" href="https://fik.umpr.ac.id/">Faculty of Health Science</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a></strong> and published three times a year (in April, August, and December) onward May 2022 by <strong><a href="https://lp2m.umpr.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Institute for Research and Community Services</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a></strong>. <strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> accepts scientific articles in the form of <strong>original research articles</strong> and <strong>reviews</strong> from anyone without any discrimination, as long as they submit articles that meet scientific principles.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> publishes various scientific articles covering <strong>Health Sciences</strong>, in the field but not limited to <strong>Pharmacology-Toxicology, Pharmacognosy-Phytochemistry, Pharmaceutical, Analytical Pharmacy-Medicinal Chemistry, Natural Product Development, Clinical-Community Pharmacy, Management Pharmacy, Medical Laboratory Technology, Clinical Chemistry, Microbiology-Parasitology, Hematology,</strong> and other <strong>General Medical Topics</strong>.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079"><img src="https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/management/settings/context//public/site/images/adminjournal/SINTA3.png" width="84" height="30" /></a></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> is accredited at <strong>"<a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079">SINTA 4</a>"</strong> until August 2025 by the Minister of Research and Technology/National Research and Innovation Agency, Indonesia.</p>https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7710Analisis Uji Kebocoran Dinding Ruangan Sinar-X Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru2024-08-02T05:40:19+00:00Alfa Juliferd Langialfalangi317@gmail.comI Wayan Angga Wirajayaalfalangi317@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran laju paparan radiasi di sekitar ruang pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru, sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2024. Data dikumpulkan dengan cara observasi ruangan pemeriksaan, pengukuran laju paparan radiasi menggunakan surveymeter, dan Dokumentasi saat pengambilan data. Populasi yang digunakan pada penelitian pengukuran laju paparan radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru adalah ruangan pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan, pada titik A, B, C, D, dan G yang merupakan ruang pekerja radiasi (daerah Pengendalian), dan titik E dan F yang merupakan daerah masyarakat umum (daerah supervisi), mendapatkan hasil paparan dosis radiasi yang aman sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Alfa Juliferd Langi, I Wayan Angga Wirajayahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8249Variasi Slice Thickness dan Rekonstruks Increment Terhadap Informasi Citra Anatomi Pemeriksaa MSCT Stonografi pada Kasus Nephrolithiasis2024-09-19T03:53:03+00:00Augusta da Costathutacosta@gmail.comKadek Yuda Astinathutacosta@gmail.comI Made Purwa Darmitathutacosta@gmail.com<p><em>Nephrolithiasis</em>, atau batu ginjal, merupakan salah satu gangguan urologi yang umum dan membutuhkan diagnosis yang akurat. <em>Multislice Computed Tomography </em>(MSCT) Stonografi menjadi modalitas utama untuk mendeteksi batu ginjal. Kualitas citra anatomi yang dihasilkan MSCT sangat dipengaruhi oleh variasi <em>slice thickness </em>dan rekonstruksi <em>increment</em>, yang berperan penting dalam diagnosis klinis. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi <em>slice thickness </em>dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi pada kasus<em> nephrolithiasis</em>. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain <em>one-shot case study</em>. Sebanyak 10 pasien yang didiagnosis <em>nephrolithiasis</em> menjalani pemeriksaan MSCT stonografi dengan variasi <em>slice thickness</em> (1mm, 4mm, 5mm, dan 10mm) serta rekonstruksi <em>increment</em> (0,3mm, 1,6mm, 2,5mm, dan 3mm). Evaluasi informasi citra anatomi dinilai oleh dua radiolog menggunakan kuisioner yang mencakup enam kriteria anatomi: <em>renal hilux</em>, <em>left</em> <em>ureter</em>, <em>perirenal fat</em>, <em>renal pelvis</em>, <em>calix</em>, dan <em>Gerota’s fascia</em>. Analisis statistik dilakukan menggunakan <em>Friedman</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara variasi <em>slice thickness</em> dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi <em>P value</em> 0.000 (<em>p</em><0.05). Kombinasi <em>slice thickness</em> 1 mm dan rekonstruksi<em> increment</em> 0,3mm menghasilkan informasi citra anatomi yang paling optimal dengan mean rank tertinggi (4.00). <em>Slice thickness</em> 10mm dan rekonstruksi<em> increment</em> 3mm menghasilkan informasi citra anatomi terendah dengan mean rank terendah (1.00). Uji <em>Friedman </em>menunjukkan perbedaan signifikan pada setiap anatomi dengan <em>p value</em> 0.000. Kesimpulan Variasi <em>slice thickness</em> dan rekonstruksi <em>increment </em>berpengaruh signifikan terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi. Kombinasi<em> slice</em> <em>thickness </em>1 mm dan rekonstruksi <em>increment </em>0,3mm direkomendasikan untuk menghasilkan informasi citra yang optimal dalam diagnosis<em> nephrolithiasis</em>.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Augusta da Costa, Kadek Yuda Astina, I Made Purwa Darmitahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/10427Pengaruh Terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Hepatotoksisitas pada Pasen TB Paru di RSUD Pasar Rebo2025-08-05T09:42:20+00:00Dini Permata Saridini.sari@uta45jakarta.ac.idRosna Elfrina Sitompulesitompul67@gmail.com<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, dengan terapi utama menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Meskipun efektif, penggunaan OAT sering dikaitkan dengan risiko hepatotoksisitas, yaitu kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati (SGOT dan SGPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi OAT dan faktor risiko terhadap kejadian hepatotoksisitas pada pasien TB Paru di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif terhadap 79 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">uji chi-square</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara terapi OAT dan kejadian hepatotoksisitas. Selain itu, faktor-faktor risiko seperti usia lanjut, konsumsi alkohol, riwayat penyakit hati, dan penggunaan obat lain juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap peningkatan risiko hepatotoksisitas. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa terapi OAT dan faktor risiko berpengaruh terhadap kejadian hepatotoksisitas, sehingga diperlukan pemantauan fungsi hati secara berkala dan mengidentifikasi risiko sejak awal terapi untuk mencegah komplikasi yang lebih berat serta meningkatkan keberhasilan pengobatan TB.</span></span></p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dini Permata Sari, Rosna Elfrina Sitompulhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7663Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet FE di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali2024-07-28T17:13:31+00:00Elfiana Elfianaeana19995@gamail.comRiska Yanuartiriskayanuarti@umb.ac.idEva Oktavidiatievaoktavidiati@umb.ac.idHenni Febriawatihenni_febriawati@umb.ac.id<p>Kepatuhan ibu hamil terhadap tablet Fe berarti mengetahui dan mematuhi penggunaan tablet Fe setiap hari. Data yang di peroleh tahun 2022 terdapat di puskkesmas kampung bali kota bengkulu masih rendahnya data ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe, dari 204 jumlah ibu haml, 194 ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe, dan 149 ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi keju putih pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kampung Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu hamil, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis data. Pada hasil tersebut ditemukan P-value sebesar 0,125 yang berarti tidak ada hubungan statistik antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.046 yang artinya secara statistik ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil menunjukkan nilai P-Value 0.021 yang artinya secara statistik ada hubungan sikap dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.105 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 1,000 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: pengetahuan dan sikap terdapat hubunga, dukungan keluaraga dan peran tugas kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan. Disarankan bagi Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan, mengingat masih banyak ibu hamil yang menganggap anemia merupakan hal tidak membahayakan, namun anemia, merupakan penyakit yang berbahya bagi ibu hamil bahkan bisa menyebabkan kematian.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Elfiana Elfiana, Riska Yanuarti, Eva Oktavidiati, Henni Febriawatihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11920Karakterisasi Gugus Fungsi dan Pemanfaatan Ekstrak Camellia Sinensis Sebagai Obat Diuretik Serta Media Kontras pada Pemeriksaan Sinar-X Diagnostik CT Scan Stonografi2025-12-25T11:02:51+00:00Farida Wahyunifwahyuni77@gmail.comSri Sugiartifwahyuni77@gmail.comDeny Eka Wahyuliafwahyuni77@gmail.com<p>CT Scan Stonografi merupakan salah satu pemeriksaan diagnostik untuk mengevaluasi secara komprehensif fungsi saluran kemih seperti ginjal, ureter dan kelainan kongenital lain pada ginjal. Teh hitam (C<em>amellia sinensis</em>) digunakan sebagai media kontras negatif oral untuk mendapatkan citra CT Scan Stonografi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi gugus fungsi dan pemanfaatan teh hitam dalam pemeriksaan CT Scan Stonografi. Karakterisasi gugus fungsi dalam penelitian ini menggunakan <em>Fourier Transform Infrared</em> (FTIR) dan dilanjutkan dengan penelitian di RS Wava Husada untuk pemanfaatan C<em>amellia sinensis</em> sebagai obat diuretik dan media kontras pada teknik radiografi CT Scan Stonografi. Berdasarkan hasil <em>Fourier Transform Infrared</em> (FTIR) dapat diketahui bahwa senyawa yang berperan sebagai obat diuretik dan media kontras pada pemeriksaan CT Scan Stonografi adalah kafein. Spektrum FTIR kafein dalam penelitian ini menunjukkan dua pita karakteristik pada daerah 1613,05 cm<sup>-1</sup> dan 1728,57 cm<sup>-1</sup>. Kafein dapat mempercepat pasien merasakan buang air kecil serta kandungan dalam teh ini dapat membuat gambar terlihat lebih opack. hal ini dapat membantu memvisualisasikan organ-organ yang akan dinilai pada pemeriksaan CT Scan Stonografi. Hasil dari penelitian ini yaitu, pasien yang meminum seduhan teh hitam sebanyak 600 ml didapatkan nilai densitas vesica urinaria -23,63 HU.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Farida Wahyuni, Sri Sugiarti, Deny Eka Wahyuliahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8045Prosedur Pemeriksaan CT Scan Orbita dengan Kontras pada Kasus Proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat2024-09-02T03:16:34+00:00I Nengah Wirajaya Pradanawirooot@gmail.comKadek Yuda Astinawirooot@gmail.comKadek Sukadanawirooot@gmail.com<p>Proptosis adalah kondisi klinis yang sering membutuhkan penanganan segera untuk mengidentifikasi penyebabnya, salah satunya melalui pemeriksaan CT Scan Orbita. Prosedur CT Scan Orbita dengan kontras merupakan metode yang efektif dalam mendeteksi perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang di sekitar mata. Namun, ada perbedaan dalam prosedur pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras, terutama pada ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan, dibandingkan dengan standar teoretis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan antara prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 radiografer, 3 radiolog, dan 3 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CT Scan Orbita dengan kontras, pasien menjalani pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan mencakup ketebalan irisan 1,5 mm, 120 kV, 200 mAs, dan FOV 250 mm, dengan area pemindaian dari vertex hingga symphysis menti. Ditemukan bahwa ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan berbeda dari standar teoretis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat berbeda dari standar teoretis, terutama dalam hal ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 I Nengah Wirajaya Pradana, Kadek Yuda Astina, Kadek Sukadanahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8235Optimalisasi Time Inversion Terhadap Signal to Noise Rasio (SNR) pada Lumbal Kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP)2024-09-17T11:12:37+00:00Jane Dwi Aurajanedwiaura@gmail.comKadek Yuda Astinajanedwiaura@gmail.comNi Luh Putu Sari Widarijanedwiaura@gmail.com<p>Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat diagnostik utama dalam menangani kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) karena kemampuannya dalam visualisasi struktur tulang belakang dan jaringan lunak. Salah satu parameter penting dalam pencitraan MRI adalah Time Inversion (TI), yang berpengaruh terhadap Signal to Noise Ratio (SNR) dan kualitas gambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi nilai TI (120 ms, 140 ms, dan 160 ms) terhadap SNR pada pemeriksaan MRI lumbal kasus HNP. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Tentara Tingkat II Kartika Husada Pontianak dengan 15 pasien sebagai sampel menggunakan sekuen T2 Short Tau Inversion Recovery (STIR) pada potongan sagital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TI 120 ms memberikan hasil optimal untuk SNR pada tiga area yang diukur: spinal chord, discuss, dan corpus. Nilai SNR tertinggi ditemukan pada TI 120 ms untuk ketiga area tersebut. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan pada corpus (p < 0.05), sedangkan spinal chord dan discuss tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0.05). Berdasarkan hasil ini, TI 120 ms direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk meningkatkan kualitas citra MRI pada kasus HNP. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan prosedur diagnostik MRI HNP di fasilitas kesehatan yang relevan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jane Dwi Aura, Kadek Yuda Astina, Ni Luh Putu Sari Widarihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11921Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Pasien Usia Produktif di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 20242025-12-25T11:47:21+00:00Kristina Natalia Aktinajanuari2022@gmail.comMariati A. Sangkaiktinajanuari2022@gmail.comPamela Dewi Widuriktinajanuari2022@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang serius dan sering terjadi pada usia produktif. Kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup seseorang. Beberapa faktor risiko seperti riwayat genetik,tingkat stres, kebiasaan merokok, dan aktivitas olahraga diketahui berperan dalam kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi yang berusia produktif (15-64 tahun) di Puskesmas Menteng, dan sampel diambil secara purposive. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat genetik ( P Value = 0,000 atau P<0,05) dan tingkat stres (P Value = 0,000 atau P<0,05) dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya, sedangkan untuk kebiasaan merokok (P-Value = 0.600 atau P > 0,05) dan kebiasaan olahraga (P-Value = 1.000 atau P< 0,05) tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Faktor genetik dan tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng. Kebiasaan merokok dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi perlu difokuskan pada modifikasi faktor genetik serta manajemen stres, dengan pengembangan program intervensi yang efektif di Puskesmas dan lingkungan kerja.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Kristina Natalia A, Mariaty A. Sangkai, Pamela Dewi Widurihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11935Hubungan Verbal Bullying dengan Kesehatan Mental Remaja Kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya2025-12-27T10:13:49+00:00Lidya Lidyalidyalidya0987@gmail.comEva Prilelli Baringbinglidyalidya0987@gmail.comYana Afrinalidyalidya0987@gmail.com<p>Masa remaja ialah masa perubahan atau peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan psikologis. Pada periode ini terdapat risiko tinggi terjadinya kenakalan dan kekerasan pada remaja baik sebagai korban maupun sebagai pelaku dari tindakan kekerasan. Kekerasan ini disebut dengan <em>bullying</em>. <em>Bullying </em>di indonesia, baik di tingkat sekolah dasar, menengah maupun pergutuan tinggi, talah menjadi masalah yang merajalela. Untuk mengetahui hubungan <em>verbal bullying</em> dengan kesehatan mental remaja di SMPN-9 kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan jenis pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian ini berjumlah 72 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square.</em> Uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan adanya hubungan signifikan antara <em>verbal bullying (P value </em>= 0,000 atau P <0,05) dengan kesehatan mental remaja kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya. <em>Verbal</em> <em>bullying</em> memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan mental remaja. Tindakan <em>bullying</em> sering terjadi pada remaja karena di masa remaja sedang mengalami perkembangan emosi, sosial, psikis dan fisik dari masa anak-anak menuju dewasa. Maka dari itu pentingnya mengetahui kesehatan mental pada remaja yang merupakan korban <em>bullying</em> akan dapat membantu perkembangan kesehatan mentalnya di masa dewasa untuk mencapai masa depan yang lebih baik serta mencegah mereka untuk melakukan perilaku buruk yang tidak diinginkan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Lidya Lidya, Eva Prilelli Baringbing, Yana Afrinahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8339Pengaruh Variasi Number of Signal Average (NSA) Terhadap Kualitas Citra pada MRI Lumbosacral Potongan Sagital Sekuen TIW TSE pada Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP)2024-09-30T10:40:06+00:00Made Gede Andianamdgdandiana@gmail.comI Made Lana Prasetyamdgdandiana@gmail.comTriningsih Triningsihmdgdandiana@gmail.com<p>Pencitraan MRI Lumbosacral merupakan modalitas penting dalam diagnosis <em>Hernia Nukleus Pulposus</em> (HNP), yang mampu memvisualisasikan struktur tulang belakang secara mendetail. Kualitas citra yang dihasilkan dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya adalah <em>Number of Signal Average</em> (NSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi NSA terhadap kualitas citra pada MRI Lumbosacral potongan sagital sekuen <em>T1-weighted Turbo Spin Echo</em> (TSE) pada klinis HNP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif bersifat eksperimental dengan desain <em>cross-sectional</em>. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria klinis HNP. Dari 10 sampel yang diambil, hasil analisis statistik menggunakan uji Repeated Measures ANOVA menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara variasi NSA terhadap <em>Contrast-to-Noise Ratio</em> (CNR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan NSA berpengaruh signifikan terhadap kualitas citra yang diukur dengan nilai CNR. NSA 3 memberikan kualitas citra terbaik namun dengan waktu pemindaian yang lebih lama, sedangkan NSA 2 memberikan keseimbangan optimal antara kualitas citra dan waktu pemindaian. Berdasarkan penelitian ini, NSA 2 direkomendasikan sebagai pilihan optimal untuk memberikan keseimbangan antara waktu pemindaian dan kualitas citra. Kesimpulannya terdapat pengaruh signifikan dari variasi NSA terhadap kualitas citra MRI Lumbosacral pada kasus klinis HNP, dan penggunaan NSA yang tepat dapat membantu meningkatkan diagnosis yang lebih akurat.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Made Gede Andiana, I Made Lana Prasetya, Triningsih Triningsihhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/10404Strategi Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Sekolah2025-07-29T03:42:49+00:00Muhammad Ridhoridhoanfild08@gmail.comRisky Kusuma Hartonoridhoanfild08@gmail.com<p>Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri, yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Pemerintah telah menggalakkan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri di sekolah. Namun, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah masih rendah akibat berbagai faktor seperti kurangnya pengetahuan, rendahnya kesadaran, efek samping, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Strategi analisis penelitian menggunakan analisis SWOT dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah. Penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara dukungan, pengetahuan, dan sikap remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah. Pengetahuan mereka masih rendah, dan sikap beragam, mulai dari rasa malas, takut efek samping, hingga pengaruh teman sebaya. Sekolah cenderung pasif dan hanya berperan saat distribusi. Berdasarkan temuan ini, strategi prioritas yang dihasilkan adalah penyusunan regulasi dalam bentuk Surat Edaran Bupati sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di sekolah. Penelitian ini menghasilkan strategi prioritas berupa penyusunan Surat Edaran Bupati yang bersifat instruktif dan koordinatif lintas sektor sebagai upaya meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah. Regulasi ini mengatur pelaksanaan rutin di sekolah, memperkuat peran UKS dan Puskesmas, serta mengintegrasikan edukasi dan komunikasi melalui media pembelajaran dan digital.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Ridho, Risky Kusuma Hartonohttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11937Formulasi dan Evaluasi Permen Gummy Ekstra Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pencegahan Stunting2025-12-27T10:47:58+00:00Nadia Oktavia Windanadiaoktaviaw@gmail.comNoval Novalnadiaoktaviaw@gmail.comAli Rakhman Hakimnadiaoktaviaw@gmail.comSeria Budinadiaoktaviaw@gmail.com<p>Indonesia menghadapi masalah gizi serius, ditandai dengan kasus <em>stunting. Stunting </em>mengakibatkan dampak buruk seperti penurunan kekebalan tubuh, rendahnya produktivitas serta kualitas Pendidikan. Salah satu upaya pencegahan <em>stunting </em>adalah perbaikan gizi melalui konsumsi daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi daun kelor kurang disukai anak-anak karena rasa dan tampilannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sediaan yang menarik, seperti perman <em>gummy.</em> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai formulasi sediaan permen <em>gummy </em>ekstrak daun kelor (<em>Moringa oleifera)</em> yang optimal dan mengetahui pengaruh kombinasi variasi konsetrasi gelatin dan karagenan sediaan permen <em>gummy</em> ekstrak daun kelor (<em>Moringa oleifera)</em>. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain eksperimental dengan rancangan penelitian <em>quasi </em>eksperimental dengan <em>one-group posttest-only. </em>Hasil Formulasi permen <em>gummy </em>dengan variasi gelatin dan karagenan menghasilkan formulasi optimal pada F3 dengan gelatin 467 mg dan karagenan 67 mg, yang disukai berdasarkan uji hedonik dan memenuhi kriterian keseragaman bobot, pH, serta kekenyalan. Analisis menggunakan <em>Simplex Lattice Design </em>(SLD) menunjukkan bahwa karagenan lebih berpengaruh pada peningkatan pH, sedangkan gelatin meningkatkan kekenyalan permen <em>gummy. </em>Hasil formulasi yang paling baik berdasarkan evaluasi organoleptik, keseragaman bobot dan evaluasi hedonik dengan menggunakan metode <em>Simplex Lattice Design </em>(SLD) adalah formulasi 3. Kombinasi gelatin dan karagenan memiliki pengaruh terhadap evaluasi pH dan kekenyalan. Dan tidak memiliki pengaruh pada evaluasi organoleptik, keseragaman bobot, dan hedonik</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Nadia Oktavia Winda, Noval Noval, Ali Rakhman Hakim, Seria Budihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7934Analisis Perbandingan Algorithma Pemeriksaan MSCT Kepala dengan Klinis SOL Serebri di Instalasi Radiologi RSUD Tabanan2024-08-23T05:34:43+00:00Ni Luh Putu Siska Hadriyaniniluhputusiska@gmail.comI Putu Eka Juliantaraniluhputusiska@gmail.comI Nyoman Serimaniluhputusiska@gmail.com<p>SOL adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan lesi yang mengisi ruang tengkorak. Diperlukan diagnosa yang tepat agar SOL dapat segera ditangani. Salah satu modalitas radiologi yang dapat digunakan adalah MSCT. Agar gambaran MSCT yang dihasilkan berkualitas maka diperlukan parameter pemeriksaan yang sesuai. Salah satunya adalah algorithma. Berdasarkan <em>manual book</em> yang diterbitkan oleh vendor MSCT 128 <em>slice </em>untuk pemeriksaan kepala pada SOL, digunakan algorithma J30s, J40s dan J45s<em>. </em>Namun di instalasi Radiologi RSUD Tabanan selalu menggunakan algorithma J30s. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengkaji lebih lanjut mengenai algoritma mana yang terbaik untuk memvisualisasikan citra anatomi pemeriksaan MSCT kepala pada kasus SOL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimen dan desain <em>crossectional retrospectif. </em>Penelitian ini dilakukan dengan merekonstruksi <em>raw data</em> dengan algorithma J30s, J40s dan J45s pada 15 sampel. Kemudian dilanjtkan dengan pengukuran nilai CNR pada patologi, <em>sulcus gyrus</em> dan <em>cerebrosfinal fluid</em>. Nilai CNR yang diperoleh kemudian dituangkan kedalam <em>Microsoft Excel</em> untuk dilakukan analisa menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil uji SPSS, pada seluruh area pengujian diperoleh nilai Sig>0,05, yang berarti bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Meskipun demikian, untuk menampilkan gambaran SOL yang terbaik dapat dilakukan dengan memilih algorithma J40s yang dapat menghasilkan gambaran dengan resolusi spasial yang lebih tajam jika dibandingkan dengan J30s namun dengan <em>noise</em> yang lebih rendah jika dibandingkan dengan J45s.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ni Luh Putu Siska Hadriyani, I Putu Eka Juliantara, I Nyoman Serimahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11945Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya2025-12-29T02:33:17+00:00Niken Sulistiyanikensulistiya@gmail.comEva Prilelli Baringbingnikensulistiya@gmail.comYana Afrinanikensulistiya@gmail.com<p>Kontrasepsi adalah suatu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas. Salah satu metode kontrasepsi yang efektif adalah metode kontrasepsi <em>Intra Uterine Device</em> (IUD) yang merupakan salah satu metode kontrasepsi non hormonal yang efektif dengan satu kali pemasangan untuk jangka waktu yang lama. Alat kontrasepsi IUD merupakan metode yang memiliki tingkat kegagalan yang sangat kecil yaitu kurang dari 1% dan disebut metode kontrasepsi yang paling efekif dalam memberi jarak kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (<em>P value </em>= 0,041 atau P<0,05) dan dukungan suami (<em>P value</em> = 0,025 atau P<0,05) dengan pemilihan IUD di Wilayah Puskesmas Kereng Bangkirai. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Diharapkan dapat menambah wawasan tentang alat kontrasepsi IUD yang diperoleh dengan cara ikut dalam konseling, maupun penyuluhan tentang KB dan turut serta dalam menentukan jenis alat kontrasepsi yang akan digunakan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Niken Sulistiya, Eva Prilelli Baringbing, Yana Afrinahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11946Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB2025-12-29T02:49:37+00:00Rahmat Solichinrahmatsolichin@gmail.comKadek Yuda Astinarahmatsolichin@gmail.comCokorda Istri Ariwidyastutirahmatsolichin@gmail.com<p>Pemeriksaan CT Scan, pasien menerima dosis radiasi selama proses pemindaian. Untuk memastikan dosis yang diterima pasien berada dalam standar optimal, maka digunakan suatu indeks optimisasi yang dikenal sebagai <em>Diagnostic Reference Level (DRL)</em>. Dengan DRL, rumah sakit dapat memastikan bahwa dengan evaluasi nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan kepala memberikan manfaat strategis bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Kepala tanpa kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan pedoman yang ditetapkan oleh BAPETEN <em>dan International Commission on Radiological Protection (ICRP)</em><em>.</em> Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan teknik pengumpulan data observasional dengan meninjau laporan dosis pada konsol komputer pesawat CT scan Phillips 128-slice. Periode pengumpulan dan pengambilan data penelitian ini adalah dari bulan April 2024 sampai dengan juni 2024. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB. kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil pengukuran nilai dosis efektif pada pasien yang menjalani pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB semakin bertambahnya panjang scan dan semakin besar ketebalan objek maka semakin besar radiasi yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut. Perbedaan besaran dosis yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut yaitu klinis dan batas penyinaran pada masing-masing pasien tersebut. Penerimaan besaran nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras masih dalam batasan normal. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dosis efektif yang diterima oleh pasien di Instalasi Radiologi Radiologi RSUD Provinsi NTB pada pemeriksaan CT-Scan bagian kepala Non Kontras sebesar 2,33 msv.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rahmat Solichin, Kadek Yuda Astina, Cokorda Istri Ariwidyastutihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11947Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dengan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Untuk Mencegah Anemia pada Siswi Kelas VIII di MTS Darul Ulum Palangka Raya Wilayah Kerja UTD Puskesmas Pahandut2025-12-29T03:17:14+00:00Rinca Harpikaeharpikaerinca02@gmail.comMaria Edelhied Ensiaharpikaerinca02@gmail.comPamela Dewi Widuriharpikaerinca02@gmail.com<p>Anemia adalah masalah kesehatan umum pada remaja putri yang dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif. Pemberian tablet tambah darah salah satu upaya untuk mencegah anemia, namun kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah masih menjadi tantangan. Pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pentingnya tablet tambah darah dapat mempengaruhi kepatuhan mereka dalam mengonsumsinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan kepatuhan minum tablet tambah darah untuk mencegah anemia pada siswi kelas VIII di MTS Darul Ulum Palangka Raya yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut.Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VIII B dan D di MTS Darul Ulum Palangka Raya berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan kepatuhan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square.Uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan remaja putri minum tablet tambah darah (P value = 301 atau P>0,05) dan sikap dengan kepatuhan (P value = 0,031 atau P<0,05) terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan kepatuhan.Tidak terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dan kepatuhan remaja putri minum tablet tambah darah, dan terdapat hubungan signifikan sikap remaja putri terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah untuk mencegah anemia pada siswi kelas VIII di MTs Darul Ulum Palangka Raya WilayahKerja UPTD Puskesmas Pahandut</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rinca Harpikae, Maria Edelhied Ensia, Pamela Dewi Widurihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11948Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Menjalankan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya2025-12-29T03:30:23+00:00Selvita Claraselvitaclara@gmail.comMelisa Frisiliaselvitaclara@gmail.comWinei Handrianiselvitaclara@gmail.com<p>Diabetes mellitus merupakan penyakit umum yang sering terjadi di masyarakat ditandai dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Dari data menunjukan bahwa terjadi penurunan angka penderita diabetes mellitus pada setiap tahunnya. Salah satul angkah yang dapat dilakukan untuk menghambat dan mencegah terjadinya komplikasi yaitu melalui Terapi Nutrisi Medis (TNM) dan aktivitas fisik. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan menjalankan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Penelitian korelasional dengan desain penelitian <em>Cross Sectional</em>. Sampel pada penelitian berjumlah 68 penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Accidental Sampling</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Chi Square</em>. Faktor yang berpengaruh dengan kepatuhan diet diabetes mellitus tipe II adalah Pendidikan (<em>p value=</em>.049), dukungan keluarga (<em>p value=</em>.029), pengetahuan (<em>p value=</em>.020) dan faktor yang tidak berpangaruh adalah lama menderita (<em>p value=.265</em>). Faktor tersebut merupakan faktor yang dapat mempengaruhi dalam meningkatkan kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Adanya pengaruh pendidikan, dukungan keluarga dan pengetahuan dalam menjalankan diet diabetes mellitus tipe II merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Diharapkan mempunyai pendidikan dan pengetahuan yang baik serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung dan memotivasi dalam menjalankan diet dapat membantu untuk mengelola kondisi kesehatan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Selvita Clara, Melisa Frisilia, Winei Handrianihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8307Peran CT Dual Energy pada Pemeriksaan KNEE Joint Kasus Gout di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung2025-04-28T09:44:51+00:00Sri Wahyuni Barusyoelvinosri@gmail.comKadek Yuda Astinayoelvinosri@gmail.comI Made Purwa Darmitayoelvinosri@gmail.com<p>Latar Belakang: Gout adalah kondisi inflamasi kronis yang ditandai dengan deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi, terutama pada lutut, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan. Dual-Energy CT (DECT) adalah teknik pencitraan non-invasif yang mampu mendeteksi kristal MSU dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, terutama dalam diagnosis dini dan diferensiasi dari patologi sendi lainnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di Istalasi Radiologi Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Fokus penelitian adalah pada pemeriksaan DECT sendi lutut pada pasien gout. Hasil: DECT pada lutut kanan menunjukkan beberapa deposit kecil kristal MSU pada struktur penting seperti tendon dan kartilago subchondral, tanpa kelainan tulang yang signifikan. DECT secara efektif membedakan deposit urat dari kalsium, mendukung penggunaannya dalam diagnosis dan manajemen gout. Kesimpulan: DECT adalah alat penting dalam mendiagnosis gout pada sendi besar seperti lutut, menawarkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan modalitas pencitraan konvensional. Kemampuan DECT untuk memvisualisasikan dan mengkuantifikasi deposit MSU secara non-invasif memungkinkan intervensi terapeutik yang tepat waktu, sehingga meningkatkan hasil pasien.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sri Wahyuni Barus, Kadek Yuda Astina, I Made Purwa Darmitahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11949Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi: Literature Review2025-12-29T04:03:04+00:00Triana Maudy Yulianti Surasaindah.laily@fkes.unsika.ac.idIndah Laily Hilmiindah.laily@fkes.unsika.ac.idHadi Sudarjatindah.laily@fkes.unsika.ac.idFitri Oktaviani Nurdinindah.laily@fkes.unsika.ac.id<p>Hipertensi adalah kondisi kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan sering menjadi penyebab kegagalan terapi. Konseling apoteker telah terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak konseling apoteker terhadap kepatuhan pasien dalam pengobatan hipertensi. Metode yang digunakan adalah narrative review, di mana artikel-artikel yang relevan dari 10 tahun terakhir diambil dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling apoteker berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien, di mana beberapa studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepatuhan serta penurunan tekanan darah pasien yang mendapatkan konseling. Kesimpulan dari review ini adalah bahwa konseling apoteker memberikan dampak positif terhadap keberhasilan terapi hipertensi, dengan peningkatan kepatuhan dan kontrol tekanan darah yang lebih baik. Oleh karena itu, konseling apoteker sebaiknya menjadi bagian integral dalam manajemen hipertensi.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Triana Maudy Yulianti Surasa, Indah Laily Hilmi, Hadi Sudarjat, Fitri Oktaviani Nurdinhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11950Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan Tentang Anemia Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Stunting pada Remaja Putri Kelas X SMAN 4 Palangka Raya2025-12-29T04:20:25+00:00Triska Putritriskapp@gmail.comMaria Adelheid Ensiatriskapp@gmail.comPamela Dewi Widuritriskapp@gmail.com<p>Anemia adalah penurunan kadar hb, hitung eritrosit, dan hematokrit sehingga jumlah eritrosit atau kadar hb yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. <em>Salah satu faktor yang dapat menyebabkan stunting adalah anemia. Untuk mencegah stunting maka peningkatan pengetahuan tentang anemia dan stunting perlu dilakukan. </em>Stunting suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, yang menyebabkan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian promosi kesehatan tentang anemia terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan stunting remaja putri kelas X SMAN 4 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan <em>pre-experimental design</em> dengan jenis penelitian yaitu <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel pada penelitian ini berjumlah 71 responden, yaitu siswi kelas X1sampai X4 SMAN 4 Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>quota sampling</em>. Analisis data menggunakan <em>uji Wilcoxon. </em>Hasil uji Wilcoxon (p value = 0,000 atau p<0,05), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian promosi kesehatan tentang anemia terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan stunting remaja putri kelas X SMAN 4 Palangka Raya. Pemberian promosi kesehatan tentang anemia terbukti efektif untuk meningkatan pengetahuan pada remaja putri untuk peningkatan pengetahuan pencegahan stunting. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan remaja putri yang telah mendapatkan promosi kesehatan agar dapat menerapkan hidup sehat, aktif minum TTD untuk pencegahan anemia, dapat meminimalisir resiko bayi lahir stunting.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Triska Putri, Maria Adelheid Ensia, Pamela Dewi Widurihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11951Studi Farmakovigilans Efek Samping Obat Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Ulin Banjarmasin2025-12-29T04:32:58+00:00Viviana Vivianavivianav384801@gmail.comDarini Kurniawativivianav384801@gmail.comAni Agustinavivianav384801@gmail.comIwan Yuwindryvivianav384801@gmail.com<p>Hipertensi merupakan kondisi medis yang tidak menular, namun menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke. Efek samping penggunaan obat hipertensi dipengaruhi oleh durasi pemakaian jangka panjang serta peningkatan dosis obat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian terkait efek samping obat hipertensi menggunakan Algoritma Naranjo.Tujuan Penelitian mengetahui kejadian efek samping yang terjadi pada pengobatan hipertensi dan mengidentifikasi ketegori efek samping dengan Naranjo.Metode Observasional Analitik pendekatan <em>Cross Sectional</em> dan kuisioner Algoritma Naranjo untuk mengetahui kategori efek samping obat. Didapatkan hasil efek samping yang dirasakan 36 responden yaitu batuk kering 13 responden (36,11%), kaki bengkak11 responden (30,55%), pusing 8 responden (22,22%), sakit kepala dan kadang sulit tidur 2 responden (5,55%), sakit kepala 1 responden (2,77%) dan batuk kering disertai sakit kepala 1 responden (2,77%). Berdasarkan kuesioner Naranjo diperoleh 14 responden (38,88%) <em>Possible</em>, dan 22 responden (61,11%) <em>Probable</em>. Obat yang menimbulkan kejadian efek samping yaitu Captopril, Amlodipine, Candesartan, Bisoprolol, dan Propanolol. Dapat disimpulkan bahwa 36 responden mengalami efek samping dari obat hipertensi yaitu batuk kering, kaki bengkak, pusing, sakit kepala dan kadang sulit tidur, sakit kepala, dan batuk kering disertai sakit kepala. Berdasarkan Algoritma Naranjo 14 responden (<em>Possible</em>), dan 22 responden (<em>Probable</em>).</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Viviana Viviana, Darini Kurniawati, Ani Agustina, Iwan Yuwindryhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8130Pengujian Quality Control pada Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slicedi Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya2024-09-02T08:14:44+00:00Roni Satriaroni23satria@gmail.comI Made Lana Prasetyalanaprasetya182@gmail.com<p>Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya memerlukan program manajemen mutu yang berkelanjutan untuk menjamin kualitas dan keamanan layanan radiodiagnostik. Pesawat ini diperiksa secara berkala menggunakan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 2 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program kendali mutu pada pesawat CT Scan tersebut dengan mengukur kesesuaian parameter pengujian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei, yang melibatkan pengukuran parameter <em>CT Number</em>, keseragaman <em>CT Number</em>, akurasi <em>CT Number</em>, dan pengujian artefak selama 30 hari pengujian quality control.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata <em>CT Number</em> pada arah jam 3 (-0,23), jam 6 (0,90), jam 9 (0,42), jam 12 (0,25), dan pusat (1,48) berada dalam rentang standar -2 hingga 2 HU. Nilai deviasi rata-rata terhadap CT Number pusat pada arah jam 3 (0,47), jam 6 (0,44), jam 9 (0,44), dan jam 12 (0,55) juga sesuai dengan standar toleransi. Keseragaman CT Number pada arah jam 3 (1,71), jam 6 (0,61), jam 9 (1,14), dan jam 12 (1,25) menunjukkan hasil baik. Pengujian akurasi CT Number menunjukkan nilai tertinggi pada irisan 5 (1,82 HU) dan nilai terendah pada irisan 1 (1,59 HU), yang keduanya berada dalam batas toleransi -4 hingga 4 HU. Tidak ditemukan artefak pada gambar irisan water phantom, dan semua fungsi serta tombol pada pesawat CT Scan berfungsi dengan baik berdasarkan hasil pemeriksaan checklist. Kesimpulannya, pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya beroperasi dalam batas normal sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga dapat digunakan dengan aman untuk layanan radiodiagnostik.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Roni Satria, I Made Lana Prasetyahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11388Studi Literatur: Gambaran Prevalensi Kejadian Anemia pada Remaja dan Faktor Risiko Anemia2025-11-10T11:45:44+00:00Savira Angeliasavira_a@umpr.ac.idDian Ana Mutriqahsaviraangelia04@gmail.com<p>Anemia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah berada di bawah normal (kurang dari 12 g/dL). Oksigen diperlukan untuk transportasi hemoglobin. Kapasitas tubuh untuk mengalirkan darah ke jaringan berkurang karena kadar hemoglobin yang rendah. Fase remaja usia 10-19 tahun rentan terhadap risiko kesehatan karena remaja terjadi pertumbuhan tinggi badan, massa otot, dan massa lemak yang pesat mengakibatkan kebutuhan harian zat besi dan zat gizi mikro yang lebih besar. Tujuan <em>studi literatur</em> ini untuk menelaah dan menganalisis hasil penelitian yang berkaitan dengan prevalensi anemia remaja dan faktor risiko anemia. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database <em>Google Scholar, Pubmed, Research Gate, ScienceDirect </em>dengan kata kunci “<em>anemia” “remaja” “prevalensi” </em>dan “<em>faktor risiko” </em>serta kata<em> “and” </em>sebagai kombinasi. <em>Hasil penelitian literatur didapatkan dua puluh artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Kesimpulan </em>keseluran jurnal yang telah ditelaah prevalensi anemia pada remaja tertinggi Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yaitu 76% dan prevalensi terendah yaitu Barito Utara, Kalimantan Tengah 10,2%. Faktor risiko yang mempengaruhi anemia yaitu pengetahuan anemia, status gizi, usia remaja, <em>body image</em>/persepsi tubuh, pendidikan remaja, pola makan, frekuensi makan, lama menstruasi, infeksi cacing dan obat cacing, kepatuhan sumplemen zat besi (TTD/IFA), sosio-ekonomi dan pendidikan orang tua, konsumsi penghambat penyerapan zat besi, pola tidur dan gaya hidup, penyakit menular dan kronis, jamban dan jumlah anggota keluarga. Pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait anemia dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pendidikan kesehatan melalui pengajaran berbasis sekolah.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Savira Angelia, Dian Ana Mutriqahhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11350Studi Literature: Stunting dan Risiko Komplikasi Metabolik pada Remaja2025-11-05T14:52:10+00:00Liagustri Maulisazen Basukiliaabasuki01@gmail.comLeli Khairani Siregarliaabasuki01@gmail.com<p><em>Stunting</em> merupakan salah satu masalah gizi kronis yang ditandai dengan kegagalan pertumbuhan linier akibat kekurangan gizi jangka panjang dan infeksi berulang, Kondisi <em>stunting</em> tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat berlanjut hingga masa remaja. Usia remaja yatu 10–19 tahun merupakan periode penting dengan perubahan fisiologis, hormonal, dan metabolik. studi literatur ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang berkaitan dengan stunting pada remaja serta potensi risiko komplikasi metabolik. Selain itu, kajian ini berupaya memeberikan gambaran mengenai sejauh mana stunting menjadi masalah gizi pada kelompok remaja serta bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi status metabolik tubuh seperti resistensi insulin, dislipidemia, anemia dan penyakit tida menluar lainnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database <em>scholar, PubMed, ResearchGet</em> <strong>dengan kata kunci </strong>“<em>stunting</em><em>” “remaja” “risiko metabolik” “sindrom metabolik” “prevalensi” “Palangka raya” serta kata “and” sebagai kombinasi. Hasil penyaringan literatur didapatkan lima artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Hasil menunjukkan terbatasnya penelitian terbaru yang meninjau hubungan stunting pada remaja sebagai risiko komplikasi metabolik. </em><em>Stunting </em>pada remaja merupakan akibat kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan, komposisi tubuh, risiko metabolik, profil lipid, glukosa darah serta status mikronutrient. Temuan dari hasil ini menunjukan bahwa <em>stunting</em> tidak hanya mencerminkan kondisi kekurangan gizi kronis tetapi s<em>tunting </em>dapat meningkatkan risiko komplikasi metabolik dan penyakit tidak menular pada saat dewasa, sehingga intervensi gizi adekuat pada masa remaja sangat penting untuk memperbaiki defisit pertumbuhan dan pencegahan terhadap risiko komplikasi jangka panjang.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Liagustri Maulisazen Basuki, Leli Khairani Siregarhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7811Uji Kebocoran Ruang Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada2024-08-10T05:49:43+00:00Ni Komang Ayu Oktaviarid.nikomangayuoktaviari@gmail.comLangkir Sapto Adid.nikomangayuoktaviari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat nilai paparan radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada dan untuk mengetahui nilai penyimpangan kebocoran radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada dalam Nilai Batas Dosis (NBD) seperti yang ditetapkan pada Perba No. 4 tahun 2020 tentang Keselamatan Radiasi dalam Penggunaan Pesawat Sinar-x Radiologi Diangnostik dan <em>Intervensional </em>pasal 37. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data untuk melengkapi penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan pada tanggal 12 Juli 2024. Pengambilan data ini dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan pengukuran. Hasil pengukuran di daerah pengendalian yaitu pada area A dan E serta pada daerah supervisi pada area B dan C dinyatakan aman karena hasil paparan radiasi yang diperoleh kurang dari Nilai Batas Dosis (NBD) pada Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perba) No. 4 Tahun 2020 yaitu bagi pekerja radiasi sebesar 5 µSv/jam dan bagi anggota masyarakat sebesar 0.25 µSv/jam. Sedangkan pada daerah supervisi pada area D dinyatakan tidak aman karena terdapat paparan radiasi yang berlebih yaitu senilai 145,1 µSv/jam melebihi batas standar NBD.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ni Komang Ayu Oktaviari, Langkir Sapto Adihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7780Analisis Beban Kerja Radiografer di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada2024-08-06T14:29:05+00:00Ni Komang Triana Ardianingsihkomangana069@gmail.comKadek Sukadanakomangana069@gmail.com<p>Analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan. Perhitungan kebutuhan SDM Kesehatan menggunakan metode Work Indicator Staff Need (WISN). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey, yaitu penulis melakukan perhitungan beban kerja berdasarkan Kemenkes No. 81 tahun 2004. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran beban kerja radiografer di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Dan untuk mengetahui kebutuhan tenaga radiografer berdasarkan perhitungan beban kerja di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa standar beban kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 110 pemeriksaan/hari dan jumlah waktu kerja 79.560 Menit/Tahun, unit atau kategori SDM yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada sebanyak 18 orang. Dengan standar kelonggaran dalam 1 tahun adalah 0,16. Dari variable tersebut diperoleh hasil akhir kebutuhan tenaga kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 5 orang. Berdasarkan perhitungan beban kerja yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Mangusada dapat disimpulkan gambaran beban kerja cukup tinggi didapatkan kekurangan tenaga kerja sebanyak 27% dari tenaga yang sudah ada yaitu 18 orang.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ni Komang Triana Ardianingsihhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7888Perbandingan Nilai CNR Sekuen Double Inversion Recovery (DIR) Menggunakan DAN Tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) pada Pemeriksaan MRI Brain dengan Klinis Epilepsi2024-08-19T07:34:54+00:00Andrila B. K. Pinontoanputriandrila@gmail.comAnak Agung Aris Diartamaputriandrila@gmail.comTriningsih Triningsihputriandrila@gmail.comI Putu Eka Juliantaraputriandrila@gmail.com<p>Epilepsi adalah gangguan neurologis yang menyebabkan kejang karena adanya kelainan aktivitas sinkronisasi pada sejumlah besar neuron. Dalam kasus <em>epilepsi</em>, MRI (<em>Magnetic Resonance Imaging</em>) menjadi pilihan utama untuk memeriksa otak karena berbagai kemungkinan penyakit yang mendasarinya. Teknik pencitraan khusus seperti <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dapat memberikan supresi dari materi putih (<em>myelin</em>) dan cairan serebrospinal, meningkatkan ketajaman gambar dan memungkinkan identifikasi yang lebih baik dari perubahan patologis. Teknik MRI <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) menggunakan langkah ganda pembalikan sinyal untuk mengurangi sinyal dari cairan serebrospinal, memungkinkan identifikasi yang lebih tepat terhadap perubahan patologis dalam jaringan otak. Namun, pemeriksaan dengan <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dapat memerlukan waktu yang lebih lama dan menghasilkan gambaran yang memerlukan interpretasi lebih teliti. Selain <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR), teknik MRI seperti SENSE mempercepat proses pemindaian dengan menggabungkan data dari berbagai saluran koil, meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi durasi pemeriksaan, dan mengurangi risiko gerakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan pada April 2024. Data diolah dengan uji Wilcoxon pada CNR sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dengan dan tanpa <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kualitas citra CNR sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dengan dan tanpa <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE) dengan p value 0.027. Berdasarkan uji Wilcoxon, nilai mean rank CNR sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dengan <em>Sensitivity Encoding </em>(SENSE) sebesar 3.50, sedangkan tanpa <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE) sebesar 0.00. Hasil ini menunjukkan bahwa mean rank pada sekuen DIR dengan SENSE lebih tinggi dibandingkan sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) tanpa menggunakan <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE).</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Andrila B. K. Pinontoan, Anak Agung Aris Diartama, Triningsih Triningsih, I Putu Eka Juliantarahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11971A Literature Review: Akurasi Pengukuran Mid Upper Arm Circumference (MUAC) dalam Mendeteksi Malnutrisi Akut pada Ibu Hamil2025-12-31T03:45:13+00:00Duarte Mau-Butidmaubuti@gmail.comSiti Rahayu Nadhirohdmaubuti@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi pengukuran <em>Mid Upper Arm Circumference</em> (MUAC) dalam mendeteksi malnutrisi akut pada ibu hamil. Malnutrisi pada ibu hamil dapat berdampak serius pada kesehatan ibu dan bayi, sehingga deteksi dini sangat penting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan sistematis dengan mengambil artikel yang telah dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir yang berkaitan dengan malnutrisi akut pada wanita usia reproduktif, wanita hamil, dan wanita menyusui. Artikel yang relevan diidentifikasi dari Science Direct, Pubmed, Google Schoolar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUAC memiliki sensitivitas yang bervariasi dalam mendeteksi malnutrisi akut, dengan batas optimal yang berbeda tergantung pada konteks populasi dan Negara masing-masing. Di Timor Leste, nilai batas MUAC yang ditentukan untuk mendeteksi malnutrisi akut adalah kurang dari 23 cm, dengan sensitivitas mencapai 70% dan spesifisitas 80%. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun MUAC merupakan alat yang sederhana dan efektif untuk skrining malnutrisi, perlu adanya penyesuaian cut-off berdasarkan karakteristik demografis dan sosial ekonomi negara setempat. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup perlunya pelatihan bagi tenaga kesehatan dalam penggunaan MUAC serta pengembangan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemantauan status gizi selama kehamilan. Dengan demikian, MUAC dapat menjadi alat yang lebih efektif dalam upaya pencegahan malnutrisi akut pada kelompok ibu hamil.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Duarte Mau-Buti, Siti Rahayu Nadhirohhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12000Analisis Pemeriksaan CT Scan rologi dengan Teknik Low Contrast Klinis Urolithiasis di Bagian RIR Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung2026-01-04T04:37:39+00:00Maria Mardiana Rutodinaruto417@gmail.comI Made Lana Prasetyadinaruto417@gmail.comKadek Sukadanadinaruto417@gmail.com<p>Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi ekskresi, termasuk mengatasi masalah seperti batu saluran kemih yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Urolithiasis di saluran kemih, lebih sering terjadi pada pria dan dapat ditemukan di seluruh bagian saluran kemih, terutama di pelvis ginjal. CT Scan Urologi menggunakan kontras untuk meningkatkan kualitas gambar dan mengurangi artefak. Penggunaan teknik Low Contras pada CT Scan Urologi memberikan hasil yang setara dengan kontras standar, mengurangi dosis radiasi, serta biaya dan risiko serangan jantung. CT Scan Urologi dengan persiapan pasien, alat dan bahan, posisi pasien dan protokol pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan 5 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan Urologi dengan Teknik Low Contrast dan kelebihan dan kekurangan pada pemeriksaan CT Scan Urologi dengan teknik Low Contrast pada klinis Urolithiasis. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan teori dilakukan dengan 4 fase yaitu fase non kontras, fase Corticomedullary, fase nefrografik (Nephrographic) dan fase ekskresi (Excretory)(8-12 menit), sedangkan dilapangan dilakukan dengan 4 fase yaitu fase pre kontras, arterio portal, Nefrography dan Delay (20 Menit). Pemeriksaan CT scan urologi menggunakan low contrast 50 cc dapat mengevaluasi seluruh orga urologi serta organ intraabdomen lainnya.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Maria Mardiana Ruto, I Made Lana Prasetya, Kadek Sukadanahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12001Evaluasi Fisikokimia Ekstrak Gliserin Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) pada Sediaan Serum Gel Anti Jerawat2026-01-04T05:15:17+00:00Mia Audinamia24audina@gmail.comRaihanah Raihanahmia24audina@gmail.comAgus Setiawanmia24audina@gmail.comAhmad Faisalmia24audina@gmail.comLutfhi Lutfhimia24audina@gmail.comSiti Monica Anjanimia24audina@gmail.comNi Luh Lady Listiani Rahayumia24audina@gmail.com<p>Jerawat (<em>a</em><em>cne vulgaris</em>) merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk bakteri <em>Cutibacterium acnes</em> dan proses inflamasi. Penggunaan obat konvensional sering menimbulkan efek iritasi sehingga mendorong pencarian alternatif alami, salah satunya kulit buah delima (<em>Punica granatum L.</em>) yang kaya akan polifenol dan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia ekstrak gliserin kulit buah delima pada sediaan serum gel antijerawat dengan dua konsentrasi ekstrak, yaitu Formula I (FI) 15% dan Formula II (FII) 30%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua formula memenuhi kriteria sediaan topikal yang baik. Secara organoleptis, kedua formula berbentuk kental, berair, dan memiliki aroma khas delima, dengan FII berwarna cokelat sedangkan FI berwarna kekuningan. Nilai pH kedua formula berada dalam rentang pH kulit (4,5–6,8) dan viskositasnya memenuhi syarat (2.000–4.000 cPs) dengan sifat aliran pseudoplastis. Secara statistik, FII menunjukkan daya sebar (6,78 ± 0,16 cm) dan daya lekat (188,33 ± 1,53 detik) yang lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan FI, yang menunjukkan kemudahan aplikasi serta retensi kulit yang lebih baik. Berdasarkan hasil karakteristik fisikokimia, FII (30%) disimpulkan sebagai formula yang paling optimal.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Mia Audina, Raihanah Raihanah, Agus Setiawan, Ahmad Faisal, Lutfhi Lutfhi, Siti Monica Anjani, Ni Luh Lady Listiani Rahayuhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/9982Peran Lensometer dalam Meningkatkan Akurasi Pengukuran Kekuatan Lensa dalam Praktikum Klinik Optik I di ARO Gapopin Tahun 20252025-05-30T23:15:17+00:00Murni Marlina Simarmatafeliciamanalu20@gmail.comPutri Ghanim Septia Habibaputrighanim@arogapopin.ac.idBunyamin Rizki AbdilahBunyaminra@gmail.com<p>Ketelitian dalam mengukur kekuatan lensa merupakan keterampilan mendasar dalam pendidikan refraksi optik yang perlu diasah secara sistematis. Lensometer digunakan sebagai alat bantu utama dalam mengidentifikasi parameter optik lensa, termasuk kekuatan sferis, silindris, dan sumbu, yang menjadi dasar dalam penyusunan resep korektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penggunaan lensometer mampu meningkatkan akurasi pengukuran mahasiswa dalam kegiatan praktikum. Penelitian dilakukan secara kuantitatif deskriptif terhadap mahasiswa semester empat pada mata kuliah Praktikum Klinik Optik 1 di Akademi Refraksi Optisi dan Optometri Gapopin, Jakarta. Hasil pengukuran mahasiswa dibandingkan dengan nilai lensa standar, serta disertai penyebaran kuesioner untuk menilai persepsi terhadap kemudahan dan ketepatan penggunaan alat. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan lensometer secara berulang dan dibarengi dengan pembelajaran reflektif mampu meningkatkan tingkat ketepatan pengukuran mahasiswa terhadap parameter lensa korektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi penggunaan alat secara intensif dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman untuk mencapai kompetensi teknis yang optimal.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Murni Marlina Simarmata, Putri Ghanim Septia Habiba, Bunyamin Rizki Abdilahhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12003Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) dan Daun Meniran (Phyllanthus niruni L.)2026-01-05T03:08:29+00:00Melinda Dian Puspitamelindadianp@gmail.comKunti Nastitimelindadianp@gmail.comSaftia Aryzkimelindadianp@gmail.comRohama Rohamamelindadianp@gmail.com<p>Gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan kekebalan tubuh tidak mampu menghadapi radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu maka diperlukannya suatu antioksidan untuk menangkalnya, antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mecegah terjadinya radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Contoh tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan adalah tanaman sambiloto dan tanaman meniran. Kedua tanaman tersebut jika dikombinasikan mempunyai potensi farmakologi yang lebih besar dan saling melengkapi. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang paling optimal pada kombinasi ekstrak daun sambiloto (<em>Andrographis paniculata</em> (Burm. F.) Nees.) dan daun meniran (<em>Phyllanthus niruri</em> L.). Penelitian dilakukan di Labolatorium Kimia Universitas Sari Mulia, pada bulan November 2023-Juli 2024. Dilakukan pengumpulan duan sambiloto dan daun meniran, pembuatan ekstrak kental, kemudian setelah itu dilakukan skrining Fitokimia dengan reaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan ekstrak kombinasi 1:1; 1:2 dan 1:3. Data di analisis dengan menggunakan <em>One Way ANOVA</em>. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Melinda Dian Puspita, Kunti Nastiti, Saftia Aryzki, Rohama Rohamahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11335Penggunaan Tanaman Sebagai Obat pada Masyarakat Banjarmasin Tengah2025-11-04T07:28:25+00:00Norsarida Aryaninorsarida.aryani@unism.ac.idRohama Rohamanorsarida.aryani@unism.ac.idRaihanah Raihanahnorsarida.aryani@unism.ac.idMelviani Melvianinorsarida.aryani@unism.ac.id<p>Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan, di mana ±9.600 di antaranya berkhasiat obat dan ±300 spesies sebagai bahan baku jamu dan obat tradisional. Masyarakat Banjarmasin, khususnya Kecamatan Banjarmasin Tengah, memanfaatkan tanaman obat tradisional sebagai pengobatan dan pemeliharaan Kesehatan. Tujuan: Mengetahui jenis tanaman obat, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik <em>purposive sampling</em> terhadap 28 responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis secara deskriptif menggambarkan pola pemanfaatan tanaman obat. Hasil: Ada 24 jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (54,2%). Penyakit paling banyak diobati hipertensi (40%), tanaman yang digunakan yaitu sirsak (12,5%). Cara pengolahan dominan adalah direbus (87,5%), dan cara penggunaan terbanyak adalah diminum (87,5%). Simpulan: Masyarakat Banjarmasin Tengah masih mempertahankan tradisi pengobatan dengan tanaman obat sebagai bagian dari kearifan lokal. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan penelitian etnomedisin dan pelestarian tanaman obat untuk menunjang kesehatan masyarakat.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Norsarida Aryani, Rohama Rohama, Raihanah Raihanah, Melviani Melvianihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/9785Evaluasi Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien Psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2022-20232025-05-05T13:02:16+00:00Nurul Hidayahapt.rinasaputri@gmail.comRina Saputriapt.rinasaputri@gmail.comRisyda Komaliyaapt.rinasaputri@gmail.comErlina Syamsuapt.rinasaputri@gmail.com<p>Gangguan jiwa merupakan sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu abnormalitas fungsi psikolog dan biologik. Pasien psikiatri berpotensi mengalami penyakit penyerta seperti hipertensi. Penggunaan obat psikiatri dengan beberapa obat hipertensi berpotensi mengalami interaksi dan menyebabkan pengunaan obat yang tidak rasional. Belum ada penelitian mengenai evaluasi penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri, sehingga perlu dilakukan penelitian ini<strong>. </strong>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pengambilan data rekam medik secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang mengacu kepada penilaian rasionalitas penggunaan obat berdasarkan WHO (4T + 1 W). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik jenis kelamin, yaitu laki-laki 57,7% dan perempuan 42,3%. Berdasarkan usia 19-44 tahun sebesar 36,54%, usia 45-59 tahun 42,31% dan usia >60 tahun 21,15%. Penggunaan obat Amlodipin secara tunggal sebesar 50%, dan kombinasi Amlodipin + Sprinolactone + Lisinopril sebesar 3,85%. Rasionalitas penggunaan obat hipertensi dari 52 sampel diperoleh berdasarkan penilaian 4T + 1W sebesar 100%. Penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023 sudah rasional.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Nurul Hidayah, Rina Saputri, Risyda Komaliya, Erlina Syamsuhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12007Drymariae Cordota Willd: Review Artikel Tanaman Yang Berkhasiat Mengatasi Infeksi Herpes (Dompo) pada Kulit2026-01-05T05:40:18+00:00Pinky Alifanda Ardisyayasminbll17@gmail.comRahmad Pratamayasminbll17@gmail.comRegina Oktaviayasminbll17@gmail.comSolagratia Okta Fernandoyasminbll17@gmail.comViviana Vivianayasminbll17@gmail.comYasmin Nabilayasminbll17@gmail.com<p><em>Drymaria cordata</em> Willd., tumbuhan tradisional dengan potensi farmakologis, menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik dalam studi preklinis. Ekstrak metanol dan airnya secara signifikan mengurangi edema pada model tikus yang diinduksi karagenan melalui penghambatan mediator inflamasi (prostaglandin, sitokin) serta menekan respons nyeri dalam uji <em>writhing</em> asam asetat. Efek antipiretiknya, setara aspirin, dimediasi oleh modulasi hipotalamus dan inhibisi prostaglandin E2 pada tikus demam yang diinduksi 2,4-DNP/ragi. Namun, studi toksisitas perkembangan pada embrio ikan zebra mengungkapkan LC₅₀ 448 μg/ml dengan kelainan seperti edema dan hambatan pertumbuhan, mengindikasikan risiko toksisitas pada tahap perkembangan awal. Meski hasil preklinis mendukung penggunaan tradisionalnya, belum ada uji klinis manusia yang dilaporkan (2020–2025). Penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi keamanan, dosis terapeutik, dan mekanisme molekuler, khususnya terkait potensi toksisitas pada mamalia dan populasi rentan. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi data keamanan sebelum pemanfaatan klinis <em>Drymaria cordata</em>.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Pinky Alifanda A, Rahmad Pratama, Regina Oktavia, Solagratia Okta F, Viviana Viviana, Yasmin Nabilahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7449Potensi Filtrat Kulit Jeruk Sunkist dalam Menurunkan Kadar Logam Merkuri (Hg) Pasca Penambangan Emas di Sungai Barito2024-06-25T07:27:54+00:00Rahmadani Rahmadanidani27pharmacy@gmail.comMadschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambundani27pharmacy@gmail.com<p>Sungai barito sering dimanfaatkan dalam beberapa keperluan yang diiringi dengan pembuangan limbah sehingga menyebabkan dampak yang buruk bagi lingkungan sungai. Kualitas perairan sungai barito tercemar oleh logam merkuri (Hg) pasca penambangan emas. Kemungkinan terkontaminasi oleh logam berat seperti merkuri (Hg) yang mengendap di dasar perairan. Asam sitrat sangat efektif sebagai pengikat ion logam, sehingga makanan yang mengandung cemaran logam dapat dibebaskan melalui asam sitrat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada potensi dan pengaruh lama waktu perendaman filtrat kulit jeruk <em>sunkist</em> terhadap penurunan kadar logam merkuri (Hg) pasca penambangan emas di sungai barito. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post-test only control group design dan dianalisis data menggunakan teknik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat kulit jeruk <em>sunkist </em>memiliki potensi dalam menurunkan kadar logam berat merkuri (Hg) dengan ditunjukkan data analisis terdapat hasil < 0,05 yang menunjukkan signifikansi pada penurunan konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dengan perbedaan waktu kontak filtrat kulit jeruk <em>sunkist</em>.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rahmadani Rahmadani, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambunhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12010Narrative Review: Potensi Buah Pala (myristica fragrans) Sebagai Terapi Herbal untuk Insomnia2026-01-06T02:21:12+00:00Rohama Rohamaapt.rohama@gmail.comAmrina Rosyadaapt.rohama@gmail.comAnggia Puteriapt.rohama@gmail.comAnisya Oktaviaapt.rohama@gmail.comBella Aprilia Punlinapt.rohama@gmail.comBella Safitriapt.rohama@gmail.comNyoman Rindi Ira Watiapt.rohama@gmail.com<p>Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penggunaan obat-obatan farmakologis seperti benzodiazepin untuk mengatasi insomnia seringkali disertai efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, terapi alternatif berbasis herbal menjadi pilihan yang menarik. Buah pala <em>(Myristica fragrans) </em>telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai agen sedatif dan hipnotik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi buah pala sebagai terapi herbal untuk insomnia. Studi pra-klinis menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri buah pala memiliki efek sedatif dan hipnotik pada hewan percobaan. Studi klinis juga menunjukkan bahwa aromaterapi dan infusa serbuk biji pala dapat meningkatkan kualitas tidur pada manusia. Meskipun hasil-hasil awal ini menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme kerja, dosis yang aman, dan efektivitas jangka panjang dari penggunaan buah pala sebagai terapi insomnia.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rohama Rohama, Amrina Rosyada, Anggia Puteri, Anisya Oktavia, Bella Aprilia Punlin, Bella Safitri, Nyoman Rindi Ira Watihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12020Kombinasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan Daun Meniran (Phylanthus Niruri L.) Terhadap Antioksidan 2026-01-06T16:35:04+00:00Indah Husnul Khatimahindahhusnulk000@gmail.comKunti Nastitiindahhusnulk000@gmail.comLinda Kusumawatiindahhusnulk000@gmail.comAli Rakhman Hakimindahhusnulk000@gmail.com<p>Antioksidan sangat dibutuhkan dalam berbagai macam penyakit karena antioksidan adalah suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas. Daun katuk dan daun meniran merupakan sumber antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif tubuh akibat radikal bebas. Kombinasi katuk dan meniran dilakukan agar mendapatkan efek farmakologi lebih besar dibandingkan tunggal. Mengetahui aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk (<em>Sauropus androgynus</em> L. Merr) dan daun meniran (<em>Phylanthus niruri</em> L.). Dilakukan pengumpulan daun katuk dan daun meniran, pembuatan esktrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 % ekstrak kental menggunakan <em>rotary evaporator,</em> skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan (1:1), (1:2), (2:1). Data di analisis dengan menggunakan uji <em>One Way Anova. </em>Kombinasi ekstrak daun katuk (<em>Sauropus androgynus</em> L. Merr) dan daun meniran (<em>Phylanthus niruri</em> L.) terhadap aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk vitamin C sebesar 5,91 ppm, ekstrak katuk tunggal sebesar 15,26 ppm, ekstrak meniran tunggal sebesar 23,22 ppm, dan perbandingan kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran berturut-turut sebesar 13,26 ppm (1:1), 9,50 ppm (1:2), dan 17,20 ppm (2:1). Hasil IC50 yang paling besar terdapat pada perbandingan katuk:meniran (1:2) yaitu sebesar 9,50 ppm. Nilai aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran yaitu sebesar 9,50 ppm pada perbandingan (1:2).</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Indah Husnul Khatimah, Kunti Nastiti, Linda Kusumawati, Ali Rakhman Hakimhttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8136Teknik Pemeriksaan CT Angiography Run Off pada Kasus Diabet Foot dengan Teknik Monofase Injeksi di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat2026-01-07T01:56:52+00:00Isnaini Saliswatiisnasalis15@gmail.comKadek Yuda Astinaisnasalis15@gmail.comKadek Sukadanaisnasalis15@gmail.com<p>Diabetic foot adalah komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang dapat menyebabkan oklusi vaskular dan memerlukan pencitraan yang tepat untuk manajemen yang efektif. CT Angiography Run Off (CTA Run Off) merupakan teknik pencitraan non-invasif yang digunakan untuk menilai kondisi vaskular pada pasien dengan diabetic foot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknik injeksi monofase pada pemeriksaan CTA Run Off di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan fokus pada efisiensi prosedur dan akurasi diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan pada bulan Juli 2024 melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga radiografer, tiga dokter radiologi, dan satu dokter pengirim pasien. Teknik injeksi monofase diterapkan pada pemeriksaan CTA Run Off menggunakan MSCT Philips 128 slice dengan parameter yang telah distandardisasi, termasuk tegangan tabung 120 kV, flowrate 4 ml/s, dan volume media kontras 120 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik injeksi monofase memberikan visualisasi yang jelas dan lengkap dari struktur vaskular mulai dari pelvis hingga ekstremitas distal. Temuan utama meliputi deteksi aterosklerosis, trombosis arteri, dan stenosis multipel, yang konsisten dengan komplikasi vaskular pada diabetic foot. Teknik ini terbukti efektif dalam mengurangi kompleksitas prosedur dan durasi waktu pemeriksaan, serta mempertahankan akurasi diagnostik yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa teknik injeksi monofase pada CTA Run Off merupakan pendekatan yang efisien dan efektif untuk evaluasi diabetic foot di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan pengaturan multisenter diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi aplikasi teknik ini di berbagai setting klinis.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Isnaini Saliswati, Kadek Yuda Astina, Kadek Sukadanahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7986Tatalaksana Pemeriksaan CT Pulmonari Angiografi pada Pasien Pediatric di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat2024-08-29T04:54:50+00:00Azizatul Alawiyahazizatul.alawiyah@gmail.comPutu Rita Jeniyanthiazizatul.alawiyah@gmail.comDesak Nyoman Mahayaniazizatul.alawiyah@gmail.com<p>CT pulmonary angiography (CTPA) pada pasien pediatrik tidak hanya digunakan untuk evaluasi emboli paru, tetapi juga untuk menilai struktur dan fungsi pembuluh darah pulmoner, termasuk arteri dan vena pulmonalis, serta mendeteksi malformasi vaskular dan perfusi paru pada pasien dengan kelainan jantung bawaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tatalaksana pemeriksaan CTPA pada pasien pediatrik di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga radiografer, satu radiolog, dan satu dokter pengirim. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Maret 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CTPA pada pasien pediatrik, dilakukan pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan meliputi flow rate sebesar 2-2,5 ml/dt untuk abocath ukuran 24-22, tekanan injektor sebesar 100-250 psi, konsentrasi media kontras sebesar 350 mg/ml, teknik injeksi bolus tracking, dan arah pemindaian craniocaudal. Terdapat perbedaan signifikan antara flow rate, tekanan injektor, konsentrasi media kontras, teknik injeksi kontras, dan arah pemindaian yang diterapkan dengan standar teoretis. Prosedur CTPA pada pasien pediatrik di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan standar teoretis, terutama dalam hal flow rate, tekanan injektor, konsentrasi media kontras, teknik injeksi, dan arah pemindaian.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Azizatul Alawiyah, Putu Rita Jeniyanthi, Desak Nyoman Mahayanihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8330Analisis Pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out pada Kasus Aneurisma Aorta Ascenden dengan Protokol Flash ECG Gating di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta2024-09-29T02:09:01+00:00Ningrum Herawatiheradera36@gmail.comI Made Lana Prasetyaheradera36@gmail.comNi Putu Mira Kristin Kheradera36@gmail.com<p>Aneurisma aorta ascenden merupakan kondisi serius yang membutuhkan diagnosis cepat dan akurat. MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan protokol Flash ECG Gating telah digunakan sebagai metode diagnostik untuk evaluasi simultan terhadap aorta, arteri koroner, dan arteri pulmonalis pada pasien dengan nyeri dada akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik pemeriksaan, serta kelebihan dan kekurangan MSCT Cardiac Triple Rule Out dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden di Instalasi Radiologi RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada lima pasien yang menjalani pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis, serta dokumentasi hasil pencitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol Flash ECG Gating mampu meminimalkan artefak gerakan jantung, sehingga menghasilkan gambar yang lebih jelas dan detail, terutama untuk evaluasi aorta ascenden. Teknik ini dinilai sangat efektif dalam mengurangi waktu diagnosis dengan mengevaluasi beberapa struktur kardiovaskular secara bersamaan, yang sangat penting untuk pasien dengan kondisi kardiovaskular kompleks. Namun, beberapa kendala yang ditemui meliputi persiapan pasien yang rumit, seperti pengaturan tekanan darah dan penggunaan beta-blocker, serta dosis radiasi dan media kontras yang memerlukan pemantauan ketat. Kesimpulannya, teknik MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan Flash ECG Gating adalah metode yang efisien dan akurat dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden. Disarankan agar fasilitas kesehatan lebih sering menerapkan teknik ini, serta memberikan pelatihan berkelanjutan kepada tenaga medis untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan dan keamanan pasien.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ningrum Herawati, I Made Lana Prasetya, Ni Putu Mira Kristin Khttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8192Optimalisasi Kualitas Citra MSCT Stonografi pada Kasus Urolithiasis Menggunakan Variasi Rekonstruksi Algoritma ASIR2024-09-13T11:53:22+00:00Ni Putu Rika Widhyasaririkawidhyasari22@gmail.comKadek Yuda Astinarikawidhyasari22@gmail.comMade Purwa Darmitarikawidhyasari22@gmail.com<p><em>Urolithiasis</em> merupakan kondisi urologi yang sering terjadi, dengan MSCT Stonografi sebagai modalitas diagnostik utama. Namun, tantangan utama dalam pemeriksaan ini adalah menjaga kualitas citra yang optimal dengan dosis radiasi serendah mungkin. <em>Algoritma Adaptive Statistical Iterative Reconstruction</em> (ASIR) digunakan untuk mengurangi <em>noise</em> pada citra tanpa meningkatkan dosis radiasi, namun pengaruh variasi ASIR terhadap kualitas citra pada kasus <em>Urolithiasis</em> masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ASIR (10%, 50%, dan 100%) terhadap kualitas citra yang diukur melalui <em>Signal to Noise Ratio</em> (SNR) dan <em>Contrast to Noise Ratio</em> (CNR) pada MSCT Stonografi kasus <em>Urolithiasis</em>. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan 10 sampel pasien yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Klungkung. Data dianalisis menggunakan RadiAnt DICOM untuk menghitung SNR dan CNR, diikuti dengan uji statistik <em>Friedman</em> untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antara variasi ASIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi ASIR 10%, 50%, dan 100% terhadap kualitas citra, baik dalam hal SNR (<em>p-value</em> = 0.288) maupun CNR (<em>p-value</em> = 0.148). Namun, secara deskriptif, ASIR 100% menghasilkan nilai rata-rata SNR dan CNR yang lebih tinggi dibandingkan variasi lainnya. Kesimpulannya, variasi algoritma ASIR tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas citra dalam pemeriksaan MSCT Stonografi, namun ASIR 100% memberikan kualitas citra yang lebih baik secara deskriptif. Penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan evaluasi terhadap dosis radiasi yang diterima pasien direkomendasikan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ni Putu Rika Widhyasari, Kadek Yuda Astina, Made Purwa Darmitahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8277Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot2024-09-21T08:40:38+00:00Mustaqeim BillahMustaqeim1988@yahoo.comKadek Yuda AstinaMustaqeim1988@yahoo.comMade Purwa DarmitaMustaqeim1988@yahoo.com<p>CT-scan telah menjadi alat diagnostik yang semakin populer di kalangan dokter untuk memvisualisasikan struktur anatomi secara rinci. Namun, karena CT-scan menggunakan berkas sinar-x pengion sebagai sumber radiasinya, penting untuk memantau dan mengoptimalkan dosis radiasi yang diterima pasien untuk meminimalkan risiko kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot untuk mengevaluasi dosis efektif yang diterima oleh pasien selama pemeriksaan MSCT kepala tanpa kontras. Kami mengumpulkan data dari 30 pasien yang menjalani pemeriksaan dengan menggunakan CT-scan Canon Toshiba 16-Slice. Dosis efektif setiap pasien dihitung menggunakan CT Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP), yang kemudian dibandingkan dengan standar Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN.Hasil penelitian ini menunjukkan dosis efektif pada tahun dosis efektif adalah 2.13-3,13 mSv,dan terdapat sejumlah kecil kasus di mana dosis yang diterima mendekati atau sedikit melebihi batas IDRL, menunjukkan perlunya penyempurnaan protokol. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan dosis secara terus-menerus dan penyesuaian protokol untuk memastikan keselamatan pasien selama pemeriksaan MSCT kepala.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Mustaqeim Billah, Kadek Yuda Astina, Made Purwa Darmitahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/9520The Effectiveness of Counseling on Mothers' Typhoid Prevention Knowledge among Pediatrics’ Inpatients2025-03-17T06:34:03+00:00Adhi PermanaAdhipermana27@gmail.comRika Agustinaagustinarika1212@gmail.comPutri Amaliah Badriputri.badri@yahoo.comThia Prameswariethia_prameswarie@um-palembang.ac.idAhmad Ghiffaridokter.ghi@gmail.com<p><em>Worldwide, typhoid disease affects between 11 and 20 million individuals annually. The risk is higher for men, for those with less education, and for those less than fourteen years old. This study aims to examine the impact of counseling on typhoid prevention knowledge among patients at Muhammadiyah Hospital. A pre-experimental one-group pretest-posttest approach was employed to interview 30 participants to evaluate their knowledge levels prior to and following counseling. The Marginal Homogeneity Test indicated a rise in average knowledge levels from 2.03 to 2.80. The findings indicated that counseling enhances understanding of typhoid prevention, underscoring the necessity of basic healthcare education for patients and their families.</em></p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Adhi Permana, Rika Agustina, Putri Amaliah Badri, Thia Prameswarie, Ahmad Ghiffarihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/9517A Comparison of Murottal Al-Qur'an and Classical Music Therapy on Women’s Anxiety Levels During Early Labor at Muhammadiyah Palembang Hospital2025-03-17T04:27:16+00:00Kurniawan Kurniawankurniawan_asyik@um-palembang.ac.idOkta Dwi Irjanioktadwiirjani1402@gmail.comNoviyanti Goeidr.noviyantigoei@gmail.comAhmad Ghiffaridokter.ghi@gmail.com<p><em>The prevalence of clinical anxiety disorders during the first periods of delivery was notable, with 15.2% of women experiencing any anxiety disorder antenatally worldwide. This study investigated the soothing effect of listening to Murottal Qur’an and classical music on pregnant women. A quasi-experimental design was applied, specifically a two-group pretest and posttest design, involving patients at Muhammadiyah hospital. The sample consisted of 36 respondents who met the specified inclusion and exclusion criteria and were interviewed to determine their mental health levels, categorized as not anxious, mild, moderate, or serious anxiety. Statistical software was used to analyze the effectiveness of Al-Qur’an murottal therapy and classical music through the Wilcoxon test and Mann-Whitney test. The anxiety levels for the Murottal group were initially 3.39 and decreased to 1.83, while the music group started at 2.83 and remained at 2.28. These findings indicate that Al-Qur’an murottal therapy is more effective than classical music in reducing anxiety levels in mothers during the initial stage of childbirth</em></p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Kurniawan Kurniawan, Okta Dwi Irjani, Noviyanti Goei, Ahmad Ghiffarihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12043Uji Parameter Spesifik Simplisia Umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah2026-01-08T05:07:13+00:00Yunantan Rinaldyrezqihandayani79@gmail.comRezqi Handayanirezqihandayani79@gmail.com<p>Umbi Sarang Semut asal Kalimantan Tengah dikenal dan dimanfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional diolah dalam bentuk seduhan dan rebusan. Secara empiris tumbuhan ini dipercaya dapat mencegah penyakit seperti asma, katarak, diabetes, rematik, migrain, wasir dan kangker. Simplisia umbi Sarang Semut asal Papua positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan polifenol, serta memiliki efek sebagai antibiotik dan antivirus untuk HIV dan herpes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran farmakognostik simplisia umbi Sarang Semut berdasarkan uji parameter spesifik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Metode yang digunakan dengan cara pengujian parameter simplisia umbi Sarang Semut. Hasil parameter spesifik simplisia umbi Sarang Semut meliputi pemeriksaan identitas simplisia umbi Sarang Semut yang masih dilakukan proses determinasi, pemeriksaan organoleptis serbuk simplisia bentuk serbuk kasar, warna cokelat, bau khas dan rasa pahit, makroskopik umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah, daun bulat atau oval berwarna hijau, batang keras dan berpori-pori berwarna cokelat, akar memiliki serat-serat, keras dan berwarna cokelat, dan umbi berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang kasar, sebelum dikupas umbi berduri berwarna putih cokelat, dan setelah dikupas berwarna cokelat, berpori-pori dan bagian luar sedikit berdaging, tinggi umbi 17 cm dan lebar 10 cm, mikroskopik simplisia yaitu identifikasi sel-sel jaringan bagian tumbuhan dan metabolit sekunder simplisia umbi Sarang Semut positif mengandung Alkaloid dan Flavonoid.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Yunantan Rinaldy, Rezqi Handayanihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12075Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 20242026-01-11T16:03:01+00:00Arsa Natalie Auroraarsaaurora12@gmail.comMariaty A. Sangkaiarsaaurora12@gmail.comPamela Dewi Widuriarsaaurora12@gmail.com<p>Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama didaerah tropis dan sub-tropis, tidak terkecuali Indonesia yang merupakan negara beriklim tropis dan juga merupakan salah satu negara endemis Demam Berdarah Dengue. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue yaitu faktor Triad Epidemiologi yaitu Agent, Host, dan Environment. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil uji Chi-Square tempat penampungan air dengan nilai p-value 0,768 dan sistem pengelolaan sampah dengan nilai p-value 0,905 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Hasil uji Chi-Square kondisi lingkungan rumah dengan nilai 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Kesimpulan: Terdapat 56 responden menderita kejadian DBD berjumlah 30 orang (53,6%) dan yang tidak menderita kejadian demam berdarah dengue berjumlah 26 orang (46,4%). Tidak adanya hubungan antara tempat penampungan air dan sistem pengelolaan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue, adanya hubungan antara kondisi lingkungan rumah dengan kejadian kejadian demam berdarah dengue Menambah pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue khususnya hal-hal yang harus diperhatikan di lingkungan sekitar rumah agar tidak tejadi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Arsa Natalie Aurora, Mariaty A. Sangkai, Pamela Dewi Widurihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12077Analisis Faktor Lingkungan Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di UPTD Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya2026-01-11T16:39:56+00:00Cindy Claudia Imurclaudyacindi374@gmail.comMelisa Frisiliaclaudyacindi374@gmail.comYana Afrinaclaudyacindi374@gmail.com<p>Balita menjadi kelompok yang paling berisiko terkena infeksi ISPA karena balita menghabiskan waktunya lebih banyak di dalam rumah serta daya tahan tubuh balita masih lemah dibandingkan dengan orang dewasa lingkungan fisik rumah tempat keluarga berkumpul dan berlindung tidak sehat maka berisiko besar akan menimbulkan berbagai penyakit pada balita, salah satunya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 93 responden balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square yaitu didapatkan p value yaitu 0,01 atau tingkat signisikasi p<0,05, maka ha diterima sehingga ada hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian ispa pada balita di Puskesmas Menteng kota Palangka Raya. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu menunjukan bahwa adanya hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Saran yang diberikan yaitu dapat memperkuat landasan teoritis tentang peran lingkungan rumah dalam penularan ISPA dan membuka jalan bagi pengembangan program intervensi yang lebih efektif dalam pencegahan penyakit pernapasan pada balita.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Cindy Claudia Imur, Melisa Frisilia, Yana Afrinahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12079Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya2026-01-11T17:36:30+00:00Dhea Monicadheam3128@gmail.comEva Prilelli Baringbingdheam3128@gmail.comYana Afrinadheam3128@gmail.com<p>Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah salah satu penyakit infeksi yang paling umum ditemukan dalam praktik umum meskipun beragam antibiotika tersedia secara luas dipasaran. Infeksi pada organ genital dapat ditemukan dalam praktik sehari-hari dokter, mulai dari infeksi ringan yang hanya terdeteksi pada pemeriksaan urin, untuk infeksi serius yang mungkin mengancam jiwa. Untuk mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) Pada Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Kuantitatif, dan jenis pendekatan survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 55 responden, yaitu pasien rawat jalan di poliklinik urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Uji chi-square menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara personal hygiene (P Value = 0,004 atau P<0,05) dengan kurang minum air putih (P Value = 0,000 atau P<0,05), sedangkan jenis kelamin (P Value = 0,076 atau P<0,05) dan kebiasaan menahan BAK (P Value = 0,159 atau P<0,05) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan Di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Terdapat memiliki pengaruh yang signifikan antara personal hygiene dengan kurang minum air putih terhadap kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan,sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan menahan buang air kecil (BAK) dan jenis kelamin dengan kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan. Diharapkan Hasil penelitian ini dapat memberi masukan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Poliklinik Urologi Rsud dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dhea Monica, Eva Prilelli Baringbing, Yana Afrinahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12080Analisis Faktor Gaya Hidup yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya2026-01-11T18:02:02+00:00Endah Oldiasariendaholdiasari123@gmail.comEva Prilelli Baringbingendaholdiasari123@gmail.comYana Afrinaendaholdiasari123@gmail.com<p>Kurangnya kesadaran lansia mengenai hipertensi menyebabkan sedikit dari mereka yang menerapkan kebiasaan sehat seperti menghindari konsumsi kopi berlebihan, mengurangi asupan garam, menghindari merokok, dan rutin berolahraga. Banyak yang menganggap hal-hal tersebut sepele tanpa menyadari bahwa kebiasaan ini, jika terus-menerus dilakukan, meningkatkan risiko mereka terkena hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor gaya hidup yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah Kerja Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan dengan desain cross- sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 66 responden lansia di wilayah kerja Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.. Hasil uji Chi-Square. menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi garam dan kejadian hipertensi (p-value = 0,000, p < 0,05), konsumsi kopi (p-value = 0,006, p< 0,05), serta aktivitas fisik (p-value = 0,002, p < 0,05). Namun, uji chi-square untuk merokok menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia (p-value = 0,172, p ≥ 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi garam, konsumsi kopi, dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Saran diharapkan dapat memberikan wawasan kepada lansia tentang hipertensi sehingga dapat mencegah dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan untuk menjaga Kesehatan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Endah Oldiasari, Eva Prilelli Baringbing, Yana Afrinahttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12095Pengaruh Pendidikan Dasar HIV-AIDS Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan HIV-AIDS pada Siswa Kelas XI di SMK Karsa Mulya Palangkaraya2026-01-13T04:25:25+00:00Jesica Rona Sugasthajesicaronass@gmail.comRiska Ovanyjesicaronass@gmail.comWinei Handrianijesicaronass@gmail.com<p>HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome) merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh sangat lemah akibat infeksi HIV. Kejadian penularan HIV-AIDS pada remaja semakin meningkat dan masih menjadi salah satu pusat perhatian dunia dalam masalah kesehatan. Kurangnya pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS dapat memengaruhi tindakan pencegahan terhadap HIV-AIDS. Sehingga sangat diperlukannya Edukasi, yang dimana merupakan suatu proses pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan HIV-AIDS guna mempengaruhi peningkatan pengetahuan dan sikap remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan dasar HIV-AIDS terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV-AIDS pada siswa kelas XI di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan Analitik Komparatif dengan desain pendekatan one-group pretest-posttest. Dengan menggunakan teknik sampling random sampling dengan jumlah sampel 59 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Uji Statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Didapatkan nilai signifikan (sig) = 0.000 atau p<0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan ketika diberikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV-AIDS pada siswa kelas XI di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Ada Pengaruh Pendidikan Dasar HIV-AIDS Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan HIV-AIDS Pada Siswa Kelas XI di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Oleh karena itu selanjutnya diharapkan adanya penelitian tentang pengetahuan mengenai bagaimana pencegahan dan penularan HIV-AIDS sehingga dapat mempengaruhi sikap perilaku remaja sehingga dapat terhindar dari resiko penularan HIV-AIDS, menjaga pergaulan dengan berbuat hal-hal yang positif.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jesica Rona Sugastha, Riska Ovany, Winei Handrianihttps://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/12096Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Pola Tidur pada Remaja Kelas VIII di SMPN 9 Palangka Raya2026-01-13T04:30:30+00:00Erin Soniarierinsoniari852@gmail.comRiska Ovanyerinsoniari852@gmail.comWinei Handrianierinsoniari852@gmail.com<p>Penggunaan smartphone saat ini menjadi salah satu penyebab gangguan kualitas tidur pada remaja, penggunaan smartphone banyak terjadi pada remaja karena beberapa faktor yang menarik perhatian, salah satunya media sosial dan game online. Pola tidur yang buruk dipengaruhi oleh penggunaan smartphone yang berlebihan, sehingga remaja membutuhkan waktu 60 menit lebih lama untuk tertidur dari biasanya. Dampaknya cukup tinggi, akan mengalami kecanduan, mengganggu perkembangan dan pertumbuhan pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan smartphone dengan pola tidur pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, sampel menggunakan total sampling, seluruh remaja kelas VIII B, C, dan G yang berjumlah 98 orang. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank. Hasil dari Penelitian ini menunjukkan hasil uji spearman rank test nilai p value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan korelasi (r) 0,530 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara penggunaan smartphone dengan pola tidur pada remaja kelas VIII di SMPN 9 Palangka Raya. Kesimpulan ada hubungan antara penggunaan smartphone dengan pola tidur pada remaja, akibat dari penggunaan smartphone yang berlebihan akan membuat kualitas tidur remaja menurun. Saran yang dapat diberikan, agar lebih bijak dalam menggunakan smartphone terutama mengakses media sosial dan game online.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Erin Soniari, Riska Ovany, Winei Handriani