Jurnal Surya Medika (JSM) https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm <p style="text-align: justify;"><strong>Title: </strong>Jurnal Surya Medika (JSM)<br /><strong>Previous title:</strong> JSM (Jurnal Surya Medika)<br /><strong>ISSN: </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-2051">2655-2051</a> (Online); <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2460-7266">2460-7266</a> (Print)<br /><strong>Subject:</strong> Health Sciences<br /><strong>Frequency: </strong>Every four months (3 issues per year in April, August, and December) onward May 2022<br /><strong>Indexed at: </strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079">SINTA 4</a>,<strong> </strong><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;and_facet_source_title=jour.1365042">Dimensions</a>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2655-2051">Crossref</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;user=zRvCVmkAAAAJ">Google Scholar</a>, <a href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/10623">GARUDA</a>, and more<br /><strong>DOI: </strong><a href="https://doi.org/10.33084/jsm">10.33084/jsm</a><br /><strong>Archive preservation: </strong><a href="https://onesearch.id/Search/Results?filter%5b%5d=repoId:IOS5984">Indonesia OneSearch</a>,<strong> </strong><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/10623">GARUDA</a><br /><strong>Publisher: </strong><a href="https://lp2m.umpr.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Institute For Research and Community Services</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a><br /><strong>Editor in Chief: </strong><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57210696950">Rezqi Handayani</a></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> (<em>J Surya Medika</em>, ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-2051"><em>2655-2051</em></a> (Online); <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2460-7266"><em>2460-7266</em></a> (Print)) is a national scientific journal managed by the <strong><a title="Faculty of Health Science" href="https://fik.umpr.ac.id/">Faculty of Health Science</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a></strong> and published three times a year (in April, August, and December) onward May 2022 by <strong><a href="https://lp2m.umpr.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Institute for Research and Community Services</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a></strong>. <strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> accepts scientific articles in the form of <strong>original research articles</strong> and <strong>reviews</strong> from anyone without any discrimination, as long as they submit articles that meet scientific principles.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> publishes various scientific articles covering <strong>Health Sciences</strong>, in the field but not limited to <strong>Pharmacology-Toxicology, Pharmacognosy-Phytochemistry, Pharmaceutical, Analytical Pharmacy-Medicinal Chemistry, Natural Product Development, Clinical-Community Pharmacy, Management Pharmacy, Medical Laboratory Technology, Clinical Chemistry, Microbiology-Parasitology, Hematology,</strong> and other <strong>General Medical Topics</strong>.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079"><img src="https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/management/settings/context//public/site/images/adminjournal/SINTA3.png" width="84" height="30" /></a></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> is accredited at <strong>"<a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079">SINTA 4</a>"</strong> until August 2025 by the Minister of Research and Technology/National Research and Innovation Agency, Indonesia.</p> Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya en-US Jurnal Surya Medika (JSM) 2460-7266 <p>All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.</p> Uji Efektivitas Minyak Zaitun (Olive Oil) Terhadap Strech Mark pada Ibu Hamil Trimester III https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7131 <p>Ibu hamil trimester III dapat mengalami strech mark karena pertumbuhan usia kehamilan menyebabkan adanya peregangan pada kulit perut yang berlebihan pada saat hamil, dari pemeriksaan terhadap 20 ibu hamil trimester III ditemukan 5 orang ibu hamil mengalami Strech Marks. tingkat berat badan. Pengaplikasian Minyak Zaitun merupakan terapi untuk mengurangi Strech Mark. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan uji effektivitas minyak zaitun terhadap strech mark pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan desain one group preetest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 20 ibu hamil trimester III dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p&lt;0,005 (0,003) artinya ada pengaruh minyak zaitun terhadap strech marks pada ibu hamil trimester III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh minyak zaitun terhadap strech mark pada ibu hamil trimester III, disarankan untuk menggunakan terapi olesan minyak zaitun sebagai SOP dalam asuhan kebidanan pada ibu hamil untuk mengurangi strech mark.</p> Evy Kasanova Lidia Widia Copyright (c) 2024 Evy Kasanova, Lidia Widia http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 1 4 10.33084/jsm.v10i1.7131 Pengaruh Penggunaan WhatsApp Reminder dan Leaflet Terhadap Kepatuhan dan Keberhasilan Terapi Hipertensi di Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7132 <p>Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan adalah gambaran perilaku pasien dalam meminum obat dengan benar sesuai anjuran petugas kesehatan. Peningkatan kepatuhan dapat dilakukan dengan pemberian intervensi berupa <em>whatsapp</em> dan<em> Leaflet</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pesan <em>whatsapp Reminder</em> dengan <em>leaflet</em> sebelum dan sesudah diberikan, serta melihat perbandingan tekanan darah antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan metode <em>pre and post design</em> dengan intervensi melalui <em>Whatsapp</em> dan <em>Leaflet, </em>kemudian diambil data kepatuhan setelah 14 hari dengan metode MMAS-8 dan nilai tekanan darah. Jumlah sampel sebesar 54 orang. Hasil penelitian nilai kepatuhan pada kelompok perlakuan <em>pre</em> dan <em>post</em> sebesar 18,5% dan 77,8%.&nbsp; Hasil nilai tekanan darah kelompok perlakuan <em>pre</em> dan <em>post</em> adalah 158/96 mmHg dan 141/84 mmHg. Sedangkan hasil nilai tekanan darah kelompok kontrol <em>pre</em> dan <em>post</em> adalah 164/99 mmHg dan 152/91 mmHg. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian whatsapp dan leaflet terhadap peningkatan kepatuhan pasien hipertensi dengan nilai p value &lt; 0,05 yaitu 0,000, serta ada perbedaan tekanan darah sistolik dan diastol antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilai p value &lt; 0,05 yaitu 0,044 dan 0,033.</p> Helmina Wati Esty Restiana Rusida Sri Mulyani Copyright (c) 2024 Helmina Wati, Esty Restiana Rusida, Sri Mulyani http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 5 13 10.33084/jsm.v10i1.7132 Analisa Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Rumah Produksi Mie Borneo Etam dengan Metode HIRADC https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7133 <p>Bahaya dan risiko tidak terbatas hanya di industri konstruksi atau industri manufaktur. Tetapi dapat juga terjadi di industri rumahan khususnya industri makanan. Industri rumahan atau yang biasa dikenal dengan home industry adalah usaha produk berupa barang atau jasa yang biasa berpusat di rumah atau yang sering juga dikenal sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk membantu mengidentifikasi bahaya pada rumah produksi Mie Borneo Etam dengan menggunakan metode HIRADC (<em>Hazard Identification, Risk Assessment&nbsp; and Determining Contro</em>l). Hasil penelitian didapatkan enam proses pembuatan mie yaitu pencampuran bahan-bahan, pembentukan adonan menjadi lembaran, pembentukan mie, pengukusan mie, pendinginan mie dan pengemasan mie. Dari seluruh proses tersebut&nbsp; ditemukan potensi bahaya sebanyak 31 bahaya, dan bahaya paling banyak disebabkan oleh bahaya ergonomi.</p> Ima Yusmawati James Evert Adolf Liku Lina Yuliana Copyright (c) 2024 Ima Yusmawati, James Evert Adolf Liku, Lina Yuliana http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 14 21 10.33084/jsm.v10i1.7133 Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat III T.A. 2022/2023 Tentang Resusitasi Jantung Paru pad Pasien Henti Jantung di STIKes Eka Harap Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7149 <p>Latar Belakang: Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau juga dikenal dengan Ca<em>rdiopulmonary Resuscitation </em>(CPR) merupakan prosedur yang dapat menurunkan angka kematian pada pasien yang mengalami kondisi emergensi seperti <em>cardiac arrest</em> atau henti jantung. Fenomena yang terjadi penulis mendapati mahasiswa yang belum tepat melakukan resusitasi jantung paru, di antaranya ada yang memberikan ventilasi dan kompresi sebesar 60:2, kompresi dada yang tidak sampai 5 cm dan posisi tangan yang tidak lurus, serta tidak menggunakan berat badan tubuh dan gravitasi sebagai tumpuan melakukan RJP, sehingga kualitas RJP menjadi menurun. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa program studi S1 Keperawatan tingkat III tentang resusitasi jantung paru pada pasien henti jantung. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan memaparkan peristiwa yang terjadi. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 73 orang. Dengan pengambilan 7 orang saat survei pendahuluan. Maka, pada penelitian ini mengambil sampel 66 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>total sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Penelitian ini yaitu Tingkat Pengetahuan Responden tentang resusitasi jantung paru, dari 66 responden terdapat 56 responden (85%) berkategori cukup dan 10 responden (15%) berkategori baik. Kesimpulan: Hasil dari penelitian yaitu tingkat pengetahuan responden tentang resusitasi jantung paru mayoritas berkategori cukup.</p> Indra Wahyu Suryagustina Suryagustina Maria Edelheid Ensia Copyright (c) 2024 Indra Wahyu, Suryagustina Suryagustina, Maria Edelheid Ensia http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 22 32 10.33084/jsm.v10i1.7149 Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Faktor-Faktor Ibu Hamil yang Tidak Menerima Vaksin Covid-19 di Kelurahan Petuk Katimpun https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7150 <p>Latar Belakang: Penularan covid-19 tidak mengenal siapa saja tidak terkecuali ibu hamil, ibu hamil lebih rentan terinfeksi penularan covid-19 mengingat ibu hamil memiliki sistem imunitas tubuh yang rendah. Oleh karena itu ibu hamil harus di prioritas untuk mendapatkan vaksin covid-19 untuk mencegah terjadinya angka kematian dan kesakitan pada ibu hamil dan bayi. Ibu hamil di Kelurahan Petuk Katimpun RT 01-09/RW 02 berjumlah 51 orang. Ibu hamil yang sudah menerima vaksin berjumlah 13 orang dan yang tidak menerima vaksin berjumlah 38 orang. Metode: Desain penelitian ini adalah <em>Deskriptif</em> dengan jenis sampling yaitu <em>Total Sampling</em>. Jumlah populasi sebanyak 51 responden dan sampel berjumlah 38 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, Analisis data menggunakan editing, coding, skoring, tabulating, penyajian data disajikan dalam diagram pie. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari 38 responden dalam kategori pengetahuan baik hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan ibu hamil tentang vaksin covid-19 di Kelurahan Petuk Katimpun yaitu diperoleh data 28 responden (73,7%) berpengetahuan baik, 9 responden (23,7%) berpengetahuan cukup dan 1 responden (2,6%) berpengetahuan kurang. Kategori pengetahuan baik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, pekerjaan, pendidikan, pernah atau tidak mendapatkan informasi, dan sumber informasi yang didapat. Kesimpulan: Untuk itu upaya yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah dengan memberikan informasi yang baik dan benar secara berkesinambungan agar tidak ada keraguan bagi ibu hamil untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk memberikan vaksin.</p> Ivana Devitasari Neneng Safitri Copyright (c) 2024 Ivana Devitasari, Neneng Safitri http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 33 39 10.33084/jsm.v10i1.7150 Biaya Kesehatan Pasien Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) dengan Penggunaan Obat Off Label pada Terapi https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7151 <p>Masalah utama dalam melakukan pengobatan lupus adalah kebanyakan obat untuk terapi yang diberikan belum mendapat pengesahan sehingga masih termasuk dalam golongan obat off label untuk pengobatan lupus. Penggunaan obat off label dapat membawa potensi kejadian efek samping pada pasien Lupus yang berdampak peningkatan biaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya kesehatan pada pasien lupus yang menggunakan obat <em>off label </em>pada terapinya, sebagai evaluasi terpadu dalam mengupayakan peningkatan kualitas hidup dan menjamin perawatan yang tepat pada pasien Lupus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan cara <em>survey </em>untuk melihat kejadian efek samping penggunaan obat-obatan <em>off label</em> pada pasien lupus. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif yang dilakukan dengan mengobservasi pasien lupus untuk mengetahui biaya kesehatan yang dikeluarkan dalam terapi yang menggunakan obat <em>off label</em>. Hasil penelitian didapatkan responden terbanyak berada pada usia dewasa (19 responden atau 47,5%), kemudian responden terbanyak adalah perempuan (37 responden atau 92,5%). &nbsp;Hasil penelitian ini menunjukkan dengan jelas bahwa gambaran biaya Kesehatan dalam penggunaan obat <em>off label</em> pengobatan penyakit Lupus yang paling tinggi yaitu 2 kombinasi obat <em>off label </em>Metylprednisolon dan Imuran sebesar Rp.313.285. Kemudian biaya terendah yaitu penggunaan monoterapi metylprednisolon sebesar Rp.5.833.</p> Iwan Yuwindry Yusri Yusri Copyright (c) 2024 Iwan Yuwindry, Yusri Yusri http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 40 43 10.33084/jsm.v10i1.7151 Analisis Kebisingan pada Penggilingan Padi Terhadap Keluhan Pendengaran Subyektif Pekerja di Pabrik HS Ulee Glee Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Tahun 2022 https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7152 <p>Sebagai negara industri yang sedang berkembang, Indonesia banyak menggunakan peralatan industri yang dapat membantu dan mempermudah pekerjaan. mesin merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia dengan indeks skala besar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di pabrik HS Ulee Glee dibagian produksi maupun non produksi yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik total population dan diperoleh sampel sebanyak 32 responden. Penelitian ini&nbsp; dilakukan pada tanggal 15 s/d 25 Desember Tahun 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara denganmenggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa 84,4% pekerja ada keluhan, 84,4% frekuensi kebisingan tinggi, 81,2% pekerja tidak ada penggunaan APT, 84,4% durasi kerja tidak normal, 75,0% umur pekerja dewasa awal, 84,4% pekerja bagian produksi. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara frekuensi kebisingan (p-value=0,000), penggunaan APT (p-value=0,015), durasi kerja (p-value=0,000), area tempat kerja (pvalue=0,000) dengan keluhan pendengaran subyektif di Pabrik Hs Ulee Glee Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Tahun 2022. Sedangkan variabel umur (p value=0,737) tidak ada hubungan dengan keluhan pendengaran subyektif di Pabrik Hs Ulee Glee Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Tahun 2022. Diharapkan kepada pemilik pabrik penggilingan padi HS di Kecamatan Tangse menyediakan Alat Pelindung Telinga untuk setiap pekerja di pabriknya agar terhindar dari keluhan pendengaran subyektif.</p> Julandi Julandi Mawardi Mawardi Eddy Azwar Copyright (c) 2024 Julandi Julandi, Mawardi Mawardi, Eddy Azwar http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 44 48 10.33084/jsm.v10i1.7152 Pengaruh Infusa Daun Bayam (Amaranthus tricolor) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Terhadap Hewan Coba Mencit in Vivo https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7153 <p>Penelitian ini dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan bahan alam yang berpotensi sebagai antidiabetes yaitu daun bayam merah <em>(Amaranthus tricolor)</em><em>, </em>mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, tanin, fenol, alkaloid serta saponin yang dapat menurunkan glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun bayam merah <em>(Amaranthus tricolor) </em>dalam menurunkan kadar glukosa darah serta konsentrasi yang paling efektif untuk menurunkan glukosa darah. Dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo pada bulan Agustus 2023. Merupakan jenis penelitian eksperimenta dengan tahapan pengambilan sampel, pembuatan infusa daun bayam merah <em>(Amaranthus tricolor)</em>, pembuatan larutan na CMC 1%, pembuatan suspensi glibenklamid, pembuatan larutan glukosa sebagai penginduksi terhadap hewan uji. Dibutuhkan waktu 3 hari dalam perlakuan terhadap mencit dengan pengukuran kadar glukosa darah. Hasil penurunan glukosa darah yang diperoleh yaitu pada kontrol negatif sebesar 15,40 mg/dL, kontrol positif sebesar 57,40 mg/dL, infusa 20% sebesar 42,13 mg/dL, infusa 25% sebesar 58,20 mg/dL dan infusa 30% sebesar 58,27 mg/dL. Dari hasil uji <em>one way ANOVA </em>dan dilanjutkan dengan uji <em>duncan</em> diperoleh hasil yang bervariasi atau berbeda signifikan antara kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (kontrol positif, infusa 20%, 25% dan 30%). Disimpulkan juga bahwa yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah yaitu infusa 30% dengan nilai rata-rata 58,27 mg/dL.</p> Kartika Putri Anugrah Umar Murni Mursyid Copyright (c) 2024 Kartika Putri, Anugrah Umar, Murni Mursyid http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 49 55 10.33084/jsm.v10i1.7153 Hubungan Kadar Merkuri dalam Darah Terhadap Kadar Nilai Hematokrit pada Komunitas Ibu-Ibu di Muara Angke Kota Jakarta Utara https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7155 <p>Konsumsi ikan merupakan rute utama paparan merkuri pada manusia. Ibu-ibu yang bertempat tinggal di Muara Angke merupakan kelompok yang memiliki resiko terpapar merkuri melalui konsumsi ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar merkuri terhadap nilai hematokrit. Merkuri yang terakumulasi pada tubuh akan menggangu sintesis heme dan menyebabkan terjadinya hemolisis sel darah merah sehingga terjadi penurunan sel. Desain penelitian yang dilakukan adalah analitik observasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em> dengan pengambilan sampel secara <em>quota sampling</em> sebanyak 15 responden. Pengambilan darah untuk pemeriksaan merkuri menggunakan sampel <em>whole blood</em> (Na-Heparin) dan pemeriksaan hematokrit menggunakan sampel <em>whole blood</em> (K2EDTA). Pengukuran kadar merkuri darah menggunakan alat Agillant 7700X dengan metode ICP-MS. Pengukuran hematokrit menggunakan alat XN-550 metode <em>DC Impedance method. </em>Hasil pemeriksaan kadar merkuri dalam darah diperoleh dari 15 sampel yang diperiksa, terdapat 2 sampel yang kadar merkuri dalam darahnya diatas nilai rujukan dengan kadar hematokrit normal. Hasil pemeriksaan kadar kadar hematokrit dari 15 sampel yang diperiksa terdapat 5 sampel dengan kadar kadar hematokrit kurang dari normal serta kadar merkuri dalam darah normal. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,002 dan nilai r sebesar 0,590 yang bersifat positif. Terdapat hubungan kadar merkuri dalam darah terhadap kadar hematokrit, dengan arah hubungan semakin tinggi kadar merkuri maka kadar hematokrit juga akan meningkat.</p> Kristiawati Kristiawati Tri Harningsih Copyright (c) 2024 Kristiawati Kristiawati, Tri Harningsih http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 56 60 10.33084/jsm.v10i1.7155 Evaluasi Luaran Klinis Terapi Antibiotik pada Pasien Anak Gastroenteritis Akut di Rawat Inap Rs Mardi Rahayu Kudus https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7156 <p>Latar Belakang : Antibiotik merupakan salah satu penatalaksanaan pengobatan gastroenteritis karena bakteri. Penggunaan antibiotik&nbsp; yang tidak rasional dapat menyebabkan masalah resistensi dan peningkatan biaya kesehatan. Tujuan: mengetahui rasionalitas terapi antibiotik empiris serta pengaruhnya terhadap luaran klinis pada pasien anak dengan &nbsp;gastroenteritis akut di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Metode: analitik observasional dengan desain <em>cohort </em>retrospektif. Subyek penelitian yaitu pasien anak usia &lt; 18 tahun dengan gastroenteritis akut selama periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2022 yang mendapat antibiotik empiris dan sudah menjalani rawat inap &gt; 3 hari setelah admisi di RS Mardi Rahayu Kudus. Luaran klinis yang diamati yaitu melalui &nbsp;perbaikan respon terapi selama perawatan setelah pemberian antibiotik empiris yang ditunjukkan dengan penurunan frekuensi BAB dan/atau penurunan suhu badan dan/atau perbaikan klinis lain yang dinyatakan oleh dokter. Hasil: 104 pasien dengan 123 regimen antibiotik empiris selama periode dari 1 Januari 2021 – 31 Desember 2022. Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah seftriakson. Terdapat 64 regimen (50,42%) yang rasional menurut metode <em>Gyssens</em>. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik terjadi pada 63 regimen (49,6%), pada kategori V (tidak ada indikasi penggunaan antibiotik) sebanyak 23 kasus (18,1%), IV-A (ada antibiotik lain yang lebih efektif) sebanyak 8 kasus (6,3%), III-B (penggunaan antibiotik terlalu singkat) sebanyak 9 kasus (7,1%) dan II-A (penggunaan antibiotik tidak tepat dosis) sebanyak 23 kasus (18,1%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi antibiotik empiris dengan luaran klinis pasien (<em>p</em><em>&gt; </em>0,05). Kesimpulan: Tidak Terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi antibiotik empiris dengan luaran klinis pada pasien anak dengan gastroenteritis akut yang menjalani rawat inap di RS Mardi Rahayu Kudus.</p> Lydia Sherly Evelina Probosuseno Probosuseno Zullies Ikawati Copyright (c) 2024 Lydia Sherly Evelina, Probosuseno Probosuseno, Zullies Ikawati http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 61 69 10.33084/jsm.v10i1.7156 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Vaksin Tifoid pada Anak di UPTD Puskesmas Panarung Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7157 <p>Latar Belakang: Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari promosi kesehatan yaitu suatu proses untuk meningkatkan kesehatanya (Nurhayati &amp; Saputri, 2019). Pengetahuan seseorang merupakan faktor yang dapat mempengaruhi orang tua dalam melakukan tindakan, semakin baik pengetahuan dan wawasan yang orangtua tahu mengenai penyakit atau masalah kesehatan maka semakin baik juga dalam penanganan atau penatalaksanaannya.&nbsp; Demam tifoid atau tifus adalah salah satu infeksi berbahaya yang disebabkan oleh bakteri <em>Salmonella</em> <em>Typhi</em>. Salah satu pencegahannya yaitu dengan vaksin Tifoid. Vaksin tifoid merupakan vaksin yang disarankan karena dapat melindungi banyak anak dari penyakit dan kematian, sehingga mengurangi penderitaan banyak orang tua. Fenomena yang terjadi adalah vaksin tifoid bukanlah vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah, dikarenakan mahalnya vaksin ini, biaya tinggi dan tidak ditanggung oleh pemerintah, orang tua khawatir untuk diberikan vaksin tifoid pada anaknya dan sebagian orang tua belum mengetahui bahwa ada vaksin tifoid pada anak sehingga masih banyak anak yang belum mendapatkan vaksin tifoid tersebut sehingga anak masih rentan mengalami demam tifoid. Tujuan: Untuk Menganalisis Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Vaksin Tifoid Pada Anak Di UPTD Puskesmas Panarung Palangka Raya<em>.</em> Metode: Penelitian ini menggunakan desain <em>Pre Eksperimental</em> dengan pendekatan <em>One Group Pre </em>Dan<em> Post Test.</em> Teknik pengambilan sampel <em>Purposive Sampling</em> dengan jumlah 59 responden. Hasil: Berdasarkan hasil uji <em>Wilcoxon</em> yaitu didapat p <em>value</em> yaitu&nbsp; 0.000 atau tingkat signifikasi p &lt; 0,05, maka Ha diterima sehingga ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Vaksin Tifoid Pada Anak. Kesimpulan: Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Vaksin Tifoid Pada Anak.</p> Meilitha Carolina Eva Priskila Dwi Agustian Faruk Ibrahim Friskila Febrianti Copyright (c) 2024 Meilitha Carolina, Eva Priskila, Dwi Agustian Faruk Ibrahim, Friskila Febrianti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 70 79 10.33084/jsm.v10i1.7157 Hubungan Lama Pemakaian Popok Instan dengan Kejadian Ruam Popok pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Kelurahan Petuk Katimpun https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7158 <p>Ruam popok merupakan salah satu masalah kulit paling umum dialami oleh bayi pada area bokong dan kemaluan yang diakibatkan karena penggunaan popok instan. Ruam popok ditandai dengan munculnya kemerahan pada area kulit yang tertutup popok karena adanya gesekan popok dengan kulit bayi serta lembab dari urine dan feses akibat penggunaan popok terlalu lama. Kulit bayi yang masih sensitif dengan pemakaian popok secara terus-menerus dan terlalu lama akan meningkatkan sensitivitas kulit pada bayi sehingga dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Iritasi yang biasa timbul berupa ruam kulit yang dikenal dengan ruam popok atau diaper rash. Agar bayi tidak mengalami hal tersebut maka perlu diperhatikan lama pemakaian popok instan pada bayi. Banyak orangtua memakaikan popok instan terlalu lama sehingga meningkatkan risiko terjadi ruam popok. Popok sebaiknya diganti setiap cairan sudah penuh atau setiap &lt;4 jam sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian popok instan dengan kejadian ruam popok pada bayi usia 0-12 bulan di Kelurahan Petuk Katimpun. Desain penelitian ini menggunakan metode <em>observasional</em> dengan populasinya adalah bayi usia 0-12 bulan sebanyak 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner, kemudian data dianalisis secara univariat dan analisis bivariat menggunakan <em>Chi Square.</em> Hasil uji statistik menggunakan <em>Chi Square</em> menunjukkan bahwa p-value 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama pemakaian penggunkaan popok instan dengan kejadian ruam popok pada bayi usia 0-12 bulan di Kelurahan Petuk Katimpun.</p> Meyska Widyandini Neneng Safitri Lidia Widia Copyright (c) 2024 Meyska Widyandini, Neneng Safitri, Lidia Widia http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 80 86 10.33084/jsm.v10i1.7158 Pengaruh Media Poster dan Buku Saku Tentang Pentingnya Sarapa Pagi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak Sekolah di SDN 7 Menteng Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7159 <p>Keterlambatan asupan gizi di pagi hari dapat membuat tubuh lemah, lesu, pusing, dan menurunkan konsentrasi berpikir dan belajar .Berkaitan dengan gizi maka, pola makan perlu ditingkatkan ke arah konsumsi gizi seimbang. Salah satu upaya memenuhi kuantitas kecukupan gizi adalah dengan membiasakan sarapan pagi. Sarapan merupakan sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar di pagi hari. Penyuluhan gizi dapat meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan sarapan pagi seseorang, dengan adanya peningkatan pengetahuan maka diharapkan akan terjadi perubahan sikap yang baik terhadap gizi dan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi dengan media poster dan buku saku tentang pentingnya sarapan pagi terhadap pengetahuan dan sikap anak sekolah di SDN 7 Menteng Palangka Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>pre-experimental design</em> dengan jenis <em>one group pre-test and post-test</em>. Sampel dalam penelitian adalah 42 anak sekolah kelas V di SDN 7 Menteng Palangka Raya. Penelitian menggunakan uji <em>paired t-test</em>. Hasil uji <em>paired t-test</em> pengetahuan didapatkan<em> p</em> = 0,000 (<em>p</em> &lt; 0,05) yang menunjukkan ada pengaruh penyuluhan mengunakan media poster dan buku saku tentang pentingnya sarapan pagi terhadap pengetahuan anak sekolah di SDN 7 Menteng Palangka Raya. Hasil Uji <em>paired t-test</em> sikap didapatkan <em>p</em> = 0,000 (<em>p</em> &lt; 0,05) yang menunjukkan ada pengaruh penyuluhan menggunakan media poster dan buku saku tentang pentingnya sarapan pagi terhadap sikap anak sekolah di SDN 7 Menteng Palangka Raya. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan gizi dengan media poster dan buku saku terhadap pengetahuan dan sikap anak sekolah di SDN 7 Menteng Palangka Raya tentang pentingnya sarapan pagi.</p> Munifa Munifa Juni Ramadhan Lamia Diang Mahalia Nidia Christine Copyright (c) 2024 Munifa Munifa, Juni Ramadhan, Lamia Diang Mahalia, Nidia Christine http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 87 95 10.33084/jsm.v10i1.7159 Identifikasi Formalin pada Mie Basah yang Dijual pada Beberapa Tempat di Kelurahan Panarung Kota Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7161 <p>Upaya pengendalian mutu makanan diperlukan untuk menjamin kualitas makanan yang beredar di pasaran tetap terjaga. Salah upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menguji kandungan formalin pada mie basah yang sering digunakan oleh pedagang bakso dan mie ayam sebagai bahan dagangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada mie basah yang dijual oleh pedagang bakso dan mie ayam pada beberapa lokasi di Kelurahan Panarung Kota Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Uji kandungan formalin dilakukan secara kualitatif pada 11 sampel dengan menggunakan tes kit formalin. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif komparatif dimana data tersebut dibandingkan terhadap persyaratan sebagaimana yang tertuang dalam Permenkes nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Berdasarkan hasil uji pada 11 sampel mie basah diperoleh hasil bahwa semua sampel negatif mengandung formalin dimana tidak ada satupun sampel yang berubah menjadi warna ungu ketika diuji menggunakan tes kit formalin. Berdasarkan hasil uji tersebut, dapat disimpulkan bahwa sampel mie basah yang dijual di wilayah Kelurahan Panarung tidak mengandung formalin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi konsumen agar berhati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi.</p> Nur Izzah Dinillah Ar Rahman Lamia Diang Mahalia Copyright (c) 2024 Nur Izzah Dinillah Ar Rahman, Lamia Diang Mahalia http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 96 103 10.33084/jsm.v10i1.7161 Hubungan Hemoglobin dengan Kreatinin pada Penderita Diabetes Melitus https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/5352 <p>Latar Belakang: <em>Diabetes melitus (DM</em>) merupakan salah satu penyakit yang tidak ditularkan (<em>non communicable disease</em>) dan sering ditemukan di masyarakat seluruh dunia. Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah penurunan fungsi ginjal. Anemia merupakan komplikasi Diabetes melitus khususnya jika disertai gangguan renal. Anemia ditandai dengan penurunan hemoglobin dan gangguan renal dapat ditandai dengan peningkatan kreatinin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita Diabetes melitus. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Prodia Lampung dengan jumlah sampel yang digunakan 30 pasien Diabetes melitus pada tahun 2023. Analisis data menggunakan teknik analisis uji korelasi. Hasil: Setelah dilakukan penelitian terhadap 30 responden pasien Diabetes melitus diperoleh hasil signifikansi yaitu sebesar p=0,044. Nilai koefisien korelasi sebesar -0.370. Berdasarkan analisis menggunakan uji Spearman. menunjukkan nilai sig. (2-tailed) adalah sebesar 0.044 (p &lt;0,05) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita Diabetes melitus. Nilai koefisien korelasi sebesar -0.370 menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita Diabetes melitus dengan tingkat hubungan “Lemah” yang berarti semakin tinggi nilai kadar kreatinin , kadar hemoglobin pun akan semakin rendah. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita diabetes melitus di Prodia Lampung.</p> Putri Pamungkas Tika Suprihatin Dewi Saroh Copyright (c) 2024 Putri Pamungkas Tika Suprihatin, Dewi Saroh http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 104 113 10.33084/jsm.v10i1.5352 The Practice of Prolonging Meropenem Infusion: A Narrative Review of Literatures Over the Last Decade https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7162 <p><em>Background: The emergence of Antimicrobial Resistance (AMR) has forced clinicians and medical professionals to implement a strict Antimicrobial Stewardship policy. One of the pillar of Antimicrobial Stewardship is by optimizing the use of antibiotic agents. Beta-lactams demonstrate a time-dependent effect in combating bacteria. Since it is pharmacodynamically supported, a prolonged exposure via intravenous administration could be a feasible strategy to maximize the bactericidal effect. Meropenem, a beta-lactam antibiotic of carbapenems sub-class, also falls into the category above. However, there are questions to be answered regarding its stability, compatibility, safety, and clinical outcomes superiority compared to the standard intermittent infusion, before we can determine its effectiveness to be delivered as prolonged or extended infusion. Aims: This article would like to review literatures regarding the rationale behind the practice of prolonging meropenem infusion from the last decade. Method: For this narrative review we utilized articles extracted from&nbsp; Cochrane Library, ScienceDirect, and SageJournals databases from the last ten years. We also added complementary related articles from UpToDate®. Selected articles were limited to those published in english. Inclusion criteria specifically only including related articles to the practice of prolonging meropenem infusion on adult patients. A total of 18 articles were reviewed for the synthesis of this narrative review. Conclusion: Meropenem is eligible for prolonged infusion protocol since it is theoretically supported, adequate in stability, less concern for incompatibility, and potentially can provide better clinical outcomes compared to standard intermittent infusion.</em></p> Rifani Fauzi Widyati Widyati Ika Puspita Sari Copyright (c) 2024 Rifani Fauzi, Widyati Widyati, Ika Puspita Sari http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 114 124 10.33084/jsm.v10i1.7162 Hubungan Beban Kerja dengan Stress Kerja pada Peserta Pelatihan Welder PT. X https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7163 <p>Keselamatan dan kesehatan kerja adalah hal penting dan wajib diterapkan di setipa sektor pekerjaan. Sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 bahwa setiap tenaga kerja memiliki hak untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. Salah satu kasus kecelakaan kerja diakibatkan stress kerja denga beban kerja yang tinggi. Setiap pekerjaan memiliki beban kerjanya masing-masing contohnya pada pekerjaan pengelasan atau <em>welder</em> yang diakibatkan tekanan kerja, lingkungan kerja, dan lain-lain yang dapat menimbulkan stress kerja. Pada penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan beban kerja dengan stress kerja yang dapat di buktikan dengan hasil uji <em>sprearman rank. </em>Hasil tersebut menyatakan bahwa tidak ada hubungan beban kerja dengan stress kerja yang dapat dilihat dari hasil koefisien korelasi 0,312 sehingga hubungan tersebut bersifat tidak searah dan nilai Sig. (2-tailed) 0,093 &gt; 0,05. Pada hasil kuesioner menyatakan bahwa 60% beban kerja tinggi dan 76,% stress kerja sedang.</p> Yanthi Rahmadani N Lina Yuliana Yan Fuadi Copyright (c) 2024 Yanthi Rahmadani N, Lina Yuliana, Yan Fuadi http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 125 130 10.33084/jsm.v10i1.7163 Studi Kasus Asuhan Kebidanan Komprehensif di PMB Winanti, S.Tr.,Keb Kota Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7164 <p>Latar belakang : Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan oleh bidan dari mulai masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan penggunaan KB yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan anak. Tujuan penelitian: Mampu melakukan asuhan kebidanan komprehensif Pada Ny. S Di PMB Winanti, S.Tr.Keb Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah varney dan SOAP. Metode : jenis penelitian adalah <em>case study</em> dengan menggambarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S di PMB Winanti, S.Tr.Keb Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Subjek penelitian adalah Ny. S Usia kehamilan 37 minggu. Penelitian menggunakan variabel bebas, lokasi di PMB Winanti, S.Tr.Keb pada Maret - Agustus 2023. Hasil penelitian dianalisis menggunakan pendekatan manajemen asuhan 7 langkah varney dan pendokumentasian menggunakan SOAP. Hasil: Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S di PMB Winanti, S.Tr.Keb Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya dilakukan mulai dari kehamilan trimester III, dengan kunjungan kehamilan sebanyak 4 kali, kunjungan persalinan 1 kali, kunjungan bayi baru lahir 3 kali, kunjungan nifas 4 kali, pelayanan keluarga&nbsp; berencana 1 kali, dan pendokumentasian asuhan kebidanan komprehensif dalam bentuk SOAP. Kesimpulan: Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny. S G2P1A0 Usia 30 Tahun mendapatkan hasil fisiologis yang baik dan normal</p> Rena Oki Alestari Desi Kumala Ivana Devitasari Eva Prilelli Baringbing Copyright (c) 2024 Rena Oki Alestari, Desi Kumala, Ivana Devitasari, Eva Prilelli Baringbing http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 131 138 10.33084/jsm.v10i1.7164 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TB Paru di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7165 <p>Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh Bakteri <em>Mycobacterium tuberculosis</em><em>(Yobeanto &amp; Setiawan, 2022)</em>. Keberhasilan pengobatan merupakan salah satu indikator dalam pelayanan TB. Salah satu masalah dalam pengobatan TB adalah kepatuhan dalam menjalani pengobatan, berdasarkan tingkat keberhasilan pengobatan TB mengalami penuruan. Penyebab ketidakpatuhan mengikuti pengobatan TB disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, pekerjaan, jarak, PMO, dan motivasi, dampak yang akan terjadi jika penderita berhenti minum obat adalah munculnya kuman TB paru yang resisten terhadap obat jika ini terus terjadi dan kuman tersebut terus menyebar maka pengendalian TB paru akan semakin sulit dilaksanakan. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan penyebab putus minum obat adalah karena jarak rumah ke puskesmas cukup jauh berjarak kurang lebih 10 km dengan kondisi jalan yang rusak. Tujuan: Menganalisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur<em>.</em> Metode: Penelitian ini menggunakan desain Korelasional dengan pendekatan <em>Cross Sectional.</em> Teknik pengambilan sampel <em>Purposive Sampling</em> dengan jumlah 33 responden. Hasil: Berdasarkan Hasil uji <em>Chi-Square</em> didapatkan P <em>Value</em> faktor pekerjaan 0.698, faktor pendidikan 0.471, faktor jarak 0.277 &gt; 0.05 maka H1, H2, H3 ditolak sehingga tidak ada hubungan dengan kepatuhan minum obat. Pada faktor PMO 0.000 dan faktor motivasi 0.000 &lt; 0.05 sehingga H4 dan H5 diterima maka ada hubungan PMO dan motivasi dengan kepatuhan minum obat. Kesimpulan: Ada hubungan faktor PMO, faktor Motivasi dengan Kepatuhan Minum Obat namun tidak ada hubungan faktor Pendidikan, faktor Pekerjaan dan faktor Jarak dengan Kepatuhan Minum Obat pada pasien TB.</p> Okmina Tri Kusmiyani Hermanto Hermanto Kristin Rosela Copyright (c) 2024 Okmina Tri Kusmiyani, Hermanto Hermanto, Kristin Rosela http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-04-27 2024-04-27 10 1 139 151 10.33084/jsm.v10i1.7165