Jurnal Surya Medika (JSM) https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm <p style="text-align: justify;"><strong>Title: </strong>Jurnal Surya Medika (JSM)<br /><strong>Previous title:</strong> JSM (Jurnal Surya Medika)<br /><strong>ISSN: </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-2051">2655-2051</a> (Online); <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2460-7266">2460-7266</a> (Print)<br /><strong>Subject:</strong> Health Sciences<br /><strong>Frequency: </strong>Every four months (3 issues per year in April, August, and December) onward May 2022<br /><strong>Indexed at: </strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079">SINTA 4</a>,<strong> </strong><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;and_facet_source_title=jour.1365042">Dimensions</a>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2655-2051">Crossref</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;user=zRvCVmkAAAAJ">Google Scholar</a>, <a href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/10623">GARUDA</a>, and more<br /><strong>DOI: </strong><a href="https://doi.org/10.33084/jsm">10.33084/jsm</a><br /><strong>Archive preservation: </strong><a href="https://onesearch.id/Search/Results?filter%5b%5d=repoId:IOS5984">Indonesia OneSearch</a>,<strong> </strong><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/10623">GARUDA</a><br /><strong>Publisher: </strong><a href="https://lp2m.umpr.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Institute For Research and Community Services</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a><br /><strong>Editor in Chief: </strong><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57210696950">Rezqi Handayani</a></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> (<em>J Surya Medika</em>, ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-2051"><em>2655-2051</em></a> (Online); <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2460-7266"><em>2460-7266</em></a> (Print)) is a national scientific journal managed by the <strong><a title="Faculty of Health Science" href="https://fik.umpr.ac.id/">Faculty of Health Science</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a></strong> and published three times a year (in April, August, and December) onward May 2022 by <strong><a href="https://lp2m.umpr.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Institute for Research and Community Services</a> <a href="http://umpr.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas Muhammadiyah Palangkaraya</a></strong>. <strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> accepts scientific articles in the form of <strong>original research articles</strong> and <strong>reviews</strong> from anyone without any discrimination, as long as they submit articles that meet scientific principles.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> publishes various scientific articles covering <strong>Health Sciences</strong>, in the field but not limited to <strong>Pharmacology-Toxicology, Pharmacognosy-Phytochemistry, Pharmaceutical, Analytical Pharmacy-Medicinal Chemistry, Natural Product Development, Clinical-Community Pharmacy, Management Pharmacy, Medical Laboratory Technology, Clinical Chemistry, Microbiology-Parasitology, Hematology,</strong> and other <strong>General Medical Topics</strong>.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079"><img src="https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/management/settings/context//public/site/images/adminjournal/SINTA3.png" width="84" height="30" /></a></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Surya Medika (JSM)</strong> is accredited at <strong>"<a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4079">SINTA 4</a>"</strong> until August 2025 by the Minister of Research and Technology/National Research and Innovation Agency, Indonesia.</p> Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya en-US Jurnal Surya Medika (JSM) 2460-7266 <p>All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.</p> Analisis Uji Kebocoran Dinding Ruangan Sinar-X Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7710 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran laju paparan radiasi di sekitar ruang pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru, sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2024. Data dikumpulkan dengan cara observasi ruangan pemeriksaan, pengukuran laju paparan radiasi menggunakan surveymeter, dan Dokumentasi saat pengambilan data. Populasi yang digunakan pada penelitian pengukuran laju paparan radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru adalah ruangan pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan, pada titik A, B, C, D, dan G yang merupakan ruang pekerja radiasi (daerah Pengendalian), dan titik E dan F yang merupakan daerah masyarakat umum (daerah supervisi), mendapatkan hasil paparan dosis radiasi yang aman sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020.</p> Alfa Juliferd Langi I Wayan Angga Wirajaya Copyright (c) 2025 Alfa Juliferd Langi, I Wayan Angga Wirajaya http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 1 4 10.33084/jsm.v11i3.7710 Variasi Slice Thickness dan Rekonstruks Increment Terhadap Informasi Citra Anatomi Pemeriksaa MSCT Stonografi pada Kasus Nephrolithiasis https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8249 <p><em>Nephrolithiasis</em>, atau batu ginjal, merupakan salah satu gangguan urologi yang umum dan membutuhkan diagnosis yang akurat. <em>Multislice Computed Tomography </em>(MSCT) Stonografi menjadi modalitas utama untuk mendeteksi batu ginjal. Kualitas citra anatomi yang dihasilkan MSCT sangat dipengaruhi oleh variasi <em>slice thickness </em>dan rekonstruksi <em>increment</em>, yang berperan penting dalam diagnosis klinis. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi <em>slice thickness </em>dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi pada kasus<em> nephrolithiasis</em>. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain <em>one-shot case study</em>. Sebanyak 10 pasien yang didiagnosis <em>nephrolithiasis</em> menjalani pemeriksaan MSCT stonografi dengan variasi <em>slice thickness</em> (1mm, 4mm, 5mm, dan 10mm) serta rekonstruksi <em>increment</em> (0,3mm, 1,6mm, 2,5mm, dan 3mm). Evaluasi informasi citra anatomi dinilai oleh dua radiolog menggunakan kuisioner yang mencakup enam kriteria anatomi: <em>renal hilux</em>, <em>left</em> <em>ureter</em>, <em>perirenal fat</em>, <em>renal pelvis</em>, <em>calix</em>, dan <em>Gerota’s fascia</em>. Analisis statistik dilakukan menggunakan <em>Friedman</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara variasi <em>slice thickness</em> dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi <em>P value</em> 0.000 (<em>p</em>&lt;0.05). Kombinasi <em>slice thickness</em> 1 mm dan rekonstruksi<em> increment</em> 0,3mm menghasilkan informasi citra anatomi yang paling optimal dengan mean rank tertinggi (4.00). <em>Slice thickness</em> 10mm dan rekonstruksi<em> increment</em> 3mm menghasilkan informasi citra anatomi terendah dengan mean rank terendah (1.00). Uji <em>Friedman </em>menunjukkan perbedaan signifikan pada setiap anatomi dengan <em>p value</em> 0.000. Kesimpulan Variasi <em>slice thickness</em> dan rekonstruksi <em>increment </em>berpengaruh signifikan terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi. Kombinasi<em> slice</em> <em>thickness </em>1 mm dan rekonstruksi <em>increment </em>0,3mm direkomendasikan untuk menghasilkan informasi citra yang optimal dalam diagnosis<em> nephrolithiasis</em>.</p> Augusta da Costa Kadek Yuda Astina I Made Purwa Darmita Copyright (c) 2025 Augusta da Costa, Kadek Yuda Astina, I Made Purwa Darmita http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 5 12 10.33084/jsm.v11i3.8249 Pengaruh Terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Hepatotoksisitas pada Pasen TB Paru di RSUD Pasar Rebo https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/10427 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, dengan terapi utama menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Meskipun efektif, penggunaan OAT sering dikaitkan dengan risiko hepatotoksisitas, yaitu kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati (SGOT dan SGPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi OAT dan faktor risiko terhadap kejadian hepatotoksisitas pada pasien TB Paru di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif terhadap 79 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">uji chi-square</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara terapi OAT dan kejadian hepatotoksisitas. Selain itu, faktor-faktor risiko seperti usia lanjut, konsumsi alkohol, riwayat penyakit hati, dan penggunaan obat lain juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap peningkatan risiko hepatotoksisitas. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa terapi OAT dan faktor risiko berpengaruh terhadap kejadian hepatotoksisitas, sehingga diperlukan pemantauan fungsi hati secara berkala dan mengidentifikasi risiko sejak awal terapi untuk mencegah komplikasi yang lebih berat serta meningkatkan keberhasilan pengobatan TB.</span></span></p> Dini Permata Sari Rosna Elfrina Sitompul Copyright (c) 2025 Dini Permata Sari, Rosna Elfrina Sitompul http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 13 21 10.33084/jsm.v11i3.10427 Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet FE di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7663 <p>Kepatuhan ibu hamil terhadap tablet Fe berarti mengetahui dan mematuhi penggunaan tablet Fe setiap hari. Data yang di peroleh tahun 2022 terdapat di puskkesmas kampung bali kota bengkulu masih rendahnya data ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe, dari 204 jumlah ibu haml, 194 ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe, dan 149 ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi keju putih pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kampung Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu hamil, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis data. Pada hasil tersebut ditemukan P-value sebesar 0,125 yang berarti tidak ada hubungan statistik antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.046 yang artinya secara statistik ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil menunjukkan nilai P-Value 0.021 yang artinya secara statistik ada hubungan sikap dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.105 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 1,000 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: pengetahuan dan sikap terdapat hubunga, dukungan keluaraga dan peran tugas kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan. Disarankan bagi Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan, mengingat masih banyak ibu hamil yang menganggap anemia merupakan hal tidak membahayakan, namun anemia, merupakan penyakit yang berbahya bagi ibu hamil bahkan bisa menyebabkan kematian.</p> Elfiana Elfiana Riska Yanuarti Eva Oktavidiati Henni Febriawati Copyright (c) 2025 Elfiana Elfiana, Riska Yanuarti, Eva Oktavidiati, Henni Febriawati http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 22 30 10.33084/jsm.v11i3.7663 Karakterisasi Gugus Fungsi dan Pemanfaatan Ekstrak Camellia Sinensis Sebagai Obat Diuretik Serta Media Kontras pada Pemeriksaan Sinar-X Diagnostik CT Scan Stonografi https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11920 <p>CT Scan Stonografi merupakan salah satu pemeriksaan diagnostik untuk mengevaluasi secara komprehensif fungsi saluran kemih seperti ginjal, ureter dan kelainan kongenital lain pada ginjal. Teh hitam (C<em>amellia&nbsp; sinensis</em>) digunakan sebagai media kontras negatif oral untuk mendapatkan citra CT Scan Stonografi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi gugus fungsi dan pemanfaatan teh hitam dalam pemeriksaan CT Scan Stonografi. Karakterisasi gugus fungsi dalam penelitian ini menggunakan <em>Fourier Transform&nbsp; Infrared</em> (FTIR) dan dilanjutkan dengan penelitian di RS Wava Husada untuk pemanfaatan C<em>amellia&nbsp; sinensis</em> sebagai obat diuretik&nbsp; dan media kontras pada teknik radiografi CT Scan Stonografi. Berdasarkan hasil <em>Fourier Transform&nbsp; Infrared</em> (FTIR) dapat diketahui bahwa senyawa yang berperan sebagai obat diuretik dan media kontras pada pemeriksaan CT Scan Stonografi adalah kafein. Spektrum FTIR kafein dalam penelitian ini menunjukkan dua pita karakteristik pada daerah 1613,05 cm<sup>-1</sup> dan 1728,57 cm<sup>-1</sup>. Kafein dapat mempercepat&nbsp; pasien merasakan buang air kecil serta kandungan dalam teh ini dapat membuat gambar terlihat lebih opack. hal ini dapat membantu memvisualisasikan organ-organ yang akan dinilai pada pemeriksaan CT Scan Stonografi. Hasil dari penelitian ini yaitu, pasien yang meminum seduhan teh hitam sebanyak 600 ml didapatkan nilai densitas vesica urinaria -23,63 HU.</p> Farida Wahyuni Sri Sugiarti Deny Eka Wahyulia Copyright (c) 2025 Farida Wahyuni, Sri Sugiarti, Deny Eka Wahyulia http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 31 37 10.33084/jsm.v11i3.11920 Prosedur Pemeriksaan CT Scan Orbita dengan Kontras pada Kasus Proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8045 <p>Proptosis adalah kondisi klinis yang sering membutuhkan penanganan segera untuk mengidentifikasi penyebabnya, salah satunya melalui pemeriksaan CT Scan Orbita. Prosedur CT Scan Orbita dengan kontras merupakan metode yang efektif dalam mendeteksi perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang di sekitar mata. Namun, ada perbedaan dalam prosedur pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras, terutama pada ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan, dibandingkan dengan standar teoretis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan antara prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 radiografer, 3 radiolog, dan 3 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CT Scan Orbita dengan kontras, pasien menjalani pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan mencakup ketebalan irisan 1,5 mm, 120 kV, 200 mAs, dan FOV 250 mm, dengan area pemindaian dari vertex hingga symphysis menti. Ditemukan bahwa ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan berbeda dari standar teoretis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat berbeda dari standar teoretis, terutama dalam hal ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan.</p> I Nengah Wirajaya Pradana Kadek Yuda Astina Kadek Sukadana Copyright (c) 2025 I Nengah Wirajaya Pradana, Kadek Yuda Astina, Kadek Sukadana http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 38 45 10.33084/jsm.v11i3.8045 Optimalisasi Time Inversion Terhadap Signal to Noise Rasio (SNR) pada Lumbal Kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8235 <p>Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat diagnostik utama dalam menangani kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) karena kemampuannya dalam visualisasi struktur tulang belakang dan jaringan lunak. Salah satu parameter penting dalam pencitraan MRI adalah Time Inversion (TI), yang berpengaruh terhadap Signal to Noise Ratio (SNR) dan kualitas gambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi nilai TI (120 ms, 140 ms, dan 160 ms) terhadap SNR pada pemeriksaan MRI lumbal kasus HNP. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Tentara Tingkat II Kartika Husada Pontianak dengan 15 pasien sebagai sampel menggunakan sekuen T2 Short Tau Inversion Recovery (STIR) pada potongan sagital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TI 120 ms memberikan hasil optimal untuk SNR pada tiga area yang diukur: spinal chord, discuss, dan corpus. Nilai SNR tertinggi ditemukan pada TI 120 ms untuk ketiga area tersebut. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan pada corpus (p &lt; 0.05), sedangkan spinal chord dan discuss tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p &gt; 0.05). Berdasarkan hasil ini, TI 120 ms direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk meningkatkan kualitas citra MRI pada kasus HNP. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan prosedur diagnostik MRI HNP di fasilitas kesehatan yang relevan.</p> Jane Dwi Aura Kadek Yuda Astina Ni Luh Putu Sari Widari Copyright (c) 2025 Jane Dwi Aura, Kadek Yuda Astina, Ni Luh Putu Sari Widari http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 46 51 10.33084/jsm.v11i3.8235 Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Pasien Usia Produktif di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 2024 https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11921 <p>Hipertensi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang serius dan sering terjadi pada usia produktif. Kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup seseorang. Beberapa faktor risiko seperti riwayat genetik,tingkat stres, kebiasaan merokok, dan aktivitas olahraga diketahui berperan dalam kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi yang berusia produktif (15-64 tahun) di Puskesmas Menteng, dan sampel diambil secara purposive. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat genetik ( P Value = 0,000 atau P&lt;0,05) dan tingkat stres (P Value = 0,000 atau P&lt;0,05) dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya, sedangkan untuk kebiasaan merokok (P-Value = 0.600 atau P &gt; 0,05) dan kebiasaan olahraga (P-Value = 1.000 atau P&lt; 0,05) tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Faktor genetik dan tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Menteng. Kebiasaan merokok dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi perlu difokuskan pada modifikasi faktor genetik serta manajemen stres, dengan pengembangan program intervensi yang efektif di Puskesmas dan lingkungan kerja.</p> Kristina Natalia A Mariaty A. Sangkai Pamela Dewi Widuri Copyright (c) 2025 Kristina Natalia A, Mariaty A. Sangkai, Pamela Dewi Widuri http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 52 62 10.33084/jsm.v11i3.11921 Hubungan Verbal Bullying dengan Kesehatan Mental Remaja Kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11935 <p>Masa remaja ialah masa perubahan atau peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan psikologis. Pada periode ini terdapat risiko tinggi terjadinya kenakalan dan kekerasan pada remaja baik sebagai korban maupun sebagai pelaku dari tindakan kekerasan. Kekerasan ini disebut dengan <em>bullying</em>. <em>Bullying </em>di indonesia, baik di tingkat sekolah dasar, menengah maupun pergutuan tinggi, talah menjadi masalah yang merajalela. Untuk mengetahui hubungan <em>verbal bullying</em> dengan kesehatan mental remaja di SMPN-9 kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan jenis pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian ini berjumlah 72 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square.</em> Uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan adanya hubungan signifikan antara <em>verbal bullying (P value </em>= 0,000 atau P &lt;0,05) dengan kesehatan mental remaja kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya. <em>Verbal</em> <em>bullying</em> memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan mental remaja. Tindakan <em>bullying</em> sering terjadi pada remaja karena di masa remaja sedang mengalami perkembangan emosi, sosial, psikis dan fisik dari masa anak-anak menuju dewasa. Maka dari itu pentingnya mengetahui kesehatan mental pada remaja yang merupakan korban <em>bullying</em> akan dapat membantu perkembangan kesehatan mentalnya di masa dewasa untuk mencapai masa depan yang lebih baik serta mencegah mereka untuk melakukan perilaku buruk yang tidak diinginkan.</p> Lidya Lidya Eva Prilelli Baringbing Yana Afrina Copyright (c) 2025 Lidya Lidya, Eva Prilelli Baringbing, Yana Afrina http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 63 72 10.33084/jsm.v11i3.11935 Pengaruh Variasi Number of Signal Average (NSA) Terhadap Kualitas Citra pada MRI Lumbosacral Potongan Sagital Sekuen TIW TSE pada Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP) https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8339 <p>Pencitraan MRI Lumbosacral merupakan modalitas penting dalam diagnosis <em>Hernia Nukleus Pulposus</em> (HNP), yang mampu memvisualisasikan struktur tulang belakang secara mendetail. Kualitas citra yang dihasilkan dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya adalah <em>Number of Signal Average</em> (NSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi NSA terhadap kualitas citra pada MRI Lumbosacral potongan sagital sekuen <em>T1-weighted Turbo Spin Echo</em> (TSE) pada klinis HNP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif bersifat eksperimental dengan desain <em>cross-sectional</em>. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria klinis HNP. Dari 10 sampel yang diambil, hasil analisis statistik menggunakan uji Repeated Measures ANOVA menunjukkan nilai p &lt; 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara variasi NSA terhadap <em>Contrast-to-Noise Ratio</em> (CNR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan NSA berpengaruh signifikan terhadap kualitas citra yang diukur dengan nilai CNR. NSA 3 memberikan kualitas citra terbaik namun dengan waktu pemindaian yang lebih lama, sedangkan NSA 2 memberikan keseimbangan optimal antara kualitas citra dan waktu pemindaian. Berdasarkan penelitian ini, NSA 2 direkomendasikan sebagai pilihan optimal untuk memberikan keseimbangan antara waktu pemindaian dan kualitas citra. Kesimpulannya terdapat pengaruh signifikan dari variasi NSA terhadap kualitas citra MRI Lumbosacral pada kasus klinis HNP, dan penggunaan NSA yang tepat dapat membantu meningkatkan diagnosis yang lebih akurat.</p> Made Gede Andiana I Made Lana Prasetya Triningsih Triningsih Copyright (c) 2025 Made Gede Andiana, I Made Lana Prasetya, Triningsih Triningsih http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 73 78 10.33084/jsm.v11i3.8339 Strategi Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Sekolah https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/10404 <p>Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri, yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Pemerintah telah menggalakkan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri di sekolah. Namun, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah masih rendah akibat berbagai faktor seperti kurangnya pengetahuan, rendahnya kesadaran, efek samping, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Strategi analisis penelitian menggunakan analisis SWOT dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah. Penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara dukungan, pengetahuan, dan sikap remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah. Pengetahuan mereka masih rendah, dan sikap beragam, mulai dari rasa malas, takut efek samping, hingga pengaruh teman sebaya. Sekolah cenderung pasif dan hanya berperan saat distribusi. Berdasarkan temuan ini, strategi prioritas yang dihasilkan adalah penyusunan regulasi dalam bentuk Surat Edaran Bupati sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di sekolah. Penelitian ini menghasilkan strategi prioritas berupa penyusunan Surat Edaran Bupati yang bersifat instruktif dan koordinatif lintas sektor sebagai upaya meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah. Regulasi ini mengatur pelaksanaan rutin di sekolah, memperkuat peran UKS dan Puskesmas, serta mengintegrasikan edukasi dan komunikasi melalui media pembelajaran dan digital.</p> Muhammad Ridho Risky Kusuma Hartono Copyright (c) 2025 Muhammad Ridho, Risky Kusuma Hartono http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 79 91 10.33084/jsm.v11i3.10404 Formulasi dan Evaluasi Permen Gummy Ekstra Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pencegahan Stunting https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11937 <p>Indonesia menghadapi masalah gizi serius, ditandai dengan kasus <em>stunting. Stunting </em>mengakibatkan dampak buruk seperti penurunan kekebalan tubuh, rendahnya produktivitas serta kualitas Pendidikan. Salah satu upaya pencegahan <em>stunting </em>adalah perbaikan gizi melalui konsumsi daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi daun kelor kurang disukai anak-anak karena rasa dan tampilannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sediaan yang menarik, seperti perman <em>gummy.</em> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai formulasi sediaan permen <em>gummy </em>ekstrak daun kelor (<em>Moringa oleifera)</em> yang optimal dan mengetahui pengaruh kombinasi variasi konsetrasi gelatin dan karagenan sediaan permen <em>gummy</em> ekstrak daun kelor (<em>Moringa oleifera)</em>. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain eksperimental dengan rancangan penelitian <em>quasi </em>eksperimental dengan <em>one-group posttest-only. </em>Hasil Formulasi permen <em>gummy </em>dengan variasi gelatin dan karagenan menghasilkan formulasi optimal pada F3 dengan gelatin 467 mg dan karagenan 67 mg, yang disukai berdasarkan uji hedonik dan memenuhi kriterian keseragaman bobot, pH, serta kekenyalan. Analisis menggunakan <em>Simplex Lattice Design </em>(SLD) menunjukkan bahwa karagenan lebih berpengaruh pada peningkatan pH, sedangkan gelatin meningkatkan kekenyalan permen <em>gummy. </em>Hasil formulasi yang paling baik berdasarkan evaluasi organoleptik, keseragaman bobot dan evaluasi hedonik dengan menggunakan metode <em>Simplex Lattice Design </em>(SLD) adalah formulasi 3. Kombinasi gelatin dan karagenan memiliki pengaruh terhadap evaluasi pH dan kekenyalan. Dan tidak memiliki pengaruh pada evaluasi organoleptik, keseragaman bobot, dan hedonik</p> Nadia Oktavia Winda Noval Noval Ali Rakhman Hakim Seria Budi Copyright (c) 2025 Nadia Oktavia Winda, Noval Noval, Ali Rakhman Hakim, Seria Budi http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 92 99 10.33084/jsm.v11i3.11937 Analisis Perbandingan Algorithma Pemeriksaan MSCT Kepala dengan Klinis SOL Serebri di Instalasi Radiologi RSUD Tabanan https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7934 <p>SOL adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan lesi yang mengisi ruang tengkorak. Diperlukan diagnosa yang tepat agar SOL dapat segera ditangani. Salah satu modalitas radiologi yang dapat digunakan adalah MSCT. Agar gambaran MSCT yang dihasilkan berkualitas maka diperlukan parameter pemeriksaan yang sesuai. Salah satunya adalah algorithma. Berdasarkan <em>manual book</em> yang diterbitkan oleh vendor MSCT 128 <em>slice </em>untuk pemeriksaan kepala pada SOL, digunakan algorithma J30s, J40s dan J45s<em>.&nbsp; </em>Namun di instalasi Radiologi RSUD Tabanan selalu menggunakan algorithma J30s. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengkaji lebih lanjut mengenai algoritma mana yang terbaik untuk memvisualisasikan citra anatomi pemeriksaan MSCT kepala pada kasus SOL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimen dan desain <em>crossectional retrospectif. </em>Penelitian ini dilakukan dengan merekonstruksi <em>raw data</em> dengan algorithma J30s, J40s dan J45s pada 15 sampel. Kemudian dilanjtkan dengan pengukuran nilai CNR pada patologi, <em>sulcus gyrus</em> dan <em>cerebrosfinal fluid</em>. Nilai CNR yang diperoleh kemudian dituangkan kedalam <em>Microsoft Excel</em> untuk dilakukan analisa menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil uji SPSS, pada seluruh area pengujian diperoleh nilai Sig&gt;0,05, yang berarti bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Meskipun demikian, untuk menampilkan gambaran SOL yang terbaik dapat dilakukan dengan memilih algorithma J40s yang dapat menghasilkan gambaran dengan resolusi spasial yang lebih tajam jika dibandingkan dengan J30s namun dengan <em>noise</em> yang lebih rendah jika dibandingkan dengan J45s.</p> Ni Luh Putu Siska Hadriyani I Putu Eka Juliantara I Nyoman Serima Copyright (c) 2025 Ni Luh Putu Siska Hadriyani, I Putu Eka Juliantara, I Nyoman Serima http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 100 106 10.33084/jsm.v11i3.7934 Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11945 <p>Kontrasepsi adalah suatu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas. Salah satu metode kontrasepsi yang efektif adalah metode kontrasepsi&nbsp; <em>Intra Uterine Device</em> (IUD) yang merupakan salah satu metode kontrasepsi non hormonal yang efektif dengan satu kali pemasangan untuk jangka waktu yang lama. Alat kontrasepsi IUD merupakan metode yang memiliki tingkat kegagalan yang sangat kecil yaitu kurang dari 1% dan disebut metode kontrasepsi yang paling efekif dalam memberi jarak kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (<em>P value </em>= 0,041 atau P&lt;0,05) dan dukungan suami (<em>P value</em> = 0,025 atau P&lt;0,05) dengan pemilihan IUD di Wilayah Puskesmas Kereng Bangkirai. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Diharapkan dapat menambah wawasan tentang alat kontrasepsi IUD yang diperoleh dengan cara ikut dalam konseling, maupun penyuluhan tentang KB dan turut serta dalam menentukan jenis alat kontrasepsi yang akan digunakan.</p> Niken Sulistiya Eva Prilelli Baringbing Yana Afrina Copyright (c) 2025 Niken Sulistiya, Eva Prilelli Baringbing, Yana Afrina http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 107 114 10.33084/jsm.v11i3.11945 Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11946 <p>Pemeriksaan CT Scan, pasien menerima dosis radiasi selama proses pemindaian. Untuk memastikan dosis yang diterima pasien berada dalam standar optimal, maka digunakan suatu indeks optimisasi yang dikenal sebagai <em>Diagnostic Reference Level (DRL)</em>. Dengan DRL, rumah sakit dapat memastikan bahwa dengan evaluasi nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan kepala memberikan manfaat strategis bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Kepala tanpa kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan pedoman yang ditetapkan oleh BAPETEN <em>dan International Commission on Radiological Protection (ICRP)</em><em>.</em> Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan teknik pengumpulan data observasional dengan meninjau laporan dosis pada konsol komputer pesawat CT scan Phillips 128-slice. Periode pengumpulan dan pengambilan data penelitian ini adalah dari bulan April 2024 sampai dengan juni 2024. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB. kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil pengukuran nilai dosis efektif pada pasien yang menjalani pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB semakin bertambahnya panjang scan dan semakin besar ketebalan objek maka semakin besar radiasi yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut. Perbedaan besaran dosis yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut yaitu klinis dan batas penyinaran pada masing-masing pasien tersebut. Penerimaan besaran nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras masih dalam batasan normal. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dosis efektif yang diterima oleh pasien di Instalasi Radiologi Radiologi RSUD Provinsi NTB pada pemeriksaan CT-Scan bagian kepala Non Kontras sebesar 2,33 msv.</p> Rahmat Solichin Kadek Yuda Astina Cokorda Istri Ariwidyastuti Copyright (c) 2025 Rahmat Solichin, Kadek Yuda Astina, Cokorda Istri Ariwidyastuti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 115 122 10.33084/jsm.v11i3.11946 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dengan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Untuk Mencegah Anemia pada Siswi Kelas VIII di MTS Darul Ulum Palangka Raya Wilayah Kerja UTD Puskesmas Pahandut https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11947 <p>Anemia adalah masalah kesehatan umum pada remaja putri yang dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif. Pemberian tablet tambah darah salah satu upaya untuk mencegah anemia, namun kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah masih menjadi tantangan. Pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pentingnya tablet tambah darah dapat mempengaruhi kepatuhan mereka dalam mengonsumsinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan&nbsp; kepatuhan minum tablet tambah darah untuk mencegah anemia pada siswi kelas VIII di MTS Darul Ulum Palangka Raya yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut.Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VIII B dan D di MTS Darul Ulum Palangka Raya berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan kepatuhan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square.Uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan remaja putri minum tablet tambah darah (P value = 301 atau P&gt;0,05) dan sikap dengan kepatuhan (P value = 0,031 atau P&lt;0,05) terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan kepatuhan.Tidak terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dan kepatuhan remaja putri minum tablet tambah darah, dan terdapat hubungan signifikan sikap remaja putri terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah untuk&nbsp; mencegah anemia pada siswi kelas VIII di MTs Darul Ulum Palangka Raya WilayahKerja UPTD Puskesmas Pahandut</p> Rinca Harpikae Maria Edelhied Ensia Pamela Dewi Widuri Copyright (c) 2025 Rinca Harpikae, Maria Edelhied Ensia, Pamela Dewi Widuri http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 123 132 10.33084/jsm.v11i3.11947 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Menjalankan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11948 <p>Diabetes mellitus merupakan penyakit umum yang sering terjadi di masyarakat ditandai dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Dari data menunjukan bahwa terjadi penurunan angka penderita diabetes mellitus pada setiap tahunnya. Salah satul angkah yang dapat dilakukan untuk menghambat dan mencegah terjadinya komplikasi yaitu melalui Terapi Nutrisi Medis (TNM) dan aktivitas fisik. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan menjalankan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Penelitian korelasional dengan desain penelitian <em>Cross Sectional</em>. Sampel pada penelitian berjumlah 68 penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Accidental Sampling</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Chi Square</em>. Faktor yang berpengaruh dengan kepatuhan diet diabetes mellitus tipe II adalah Pendidikan (<em>p value=</em>.049), dukungan keluarga (<em>p value=</em>.029), pengetahuan (<em>p value=</em>.020) dan faktor yang tidak berpangaruh adalah lama menderita (<em>p value=.265</em>). Faktor tersebut merupakan faktor yang dapat mempengaruhi dalam meningkatkan kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Adanya pengaruh pendidikan, dukungan keluarga dan pengetahuan dalam menjalankan diet diabetes mellitus tipe II merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Diharapkan mempunyai pendidikan dan pengetahuan yang baik serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung dan memotivasi dalam menjalankan diet dapat membantu untuk mengelola kondisi kesehatan.</p> Selvita Clara Melisa Frisilia Winei Handriani Copyright (c) 2025 Selvita Clara, Melisa Frisilia, Winei Handriani http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 133 147 10.33084/jsm.v11i3.11948 Peran CT Dual Energy pada Pemeriksaan KNEE Joint Kasus Gout di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8307 <p>Latar Belakang: Gout adalah kondisi inflamasi kronis yang ditandai dengan deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi, terutama pada lutut, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan. Dual-Energy CT (DECT) adalah teknik pencitraan non-invasif yang mampu mendeteksi kristal MSU dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, terutama dalam diagnosis dini dan diferensiasi dari patologi sendi lainnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di Istalasi Radiologi Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Fokus penelitian adalah pada pemeriksaan DECT sendi lutut pada pasien gout. Hasil: DECT pada lutut kanan menunjukkan beberapa deposit kecil kristal MSU pada struktur penting seperti tendon dan kartilago subchondral, tanpa kelainan tulang yang signifikan. DECT secara efektif membedakan deposit urat dari kalsium, mendukung penggunaannya dalam diagnosis dan manajemen gout. Kesimpulan: DECT adalah alat penting dalam mendiagnosis gout pada sendi besar seperti lutut, menawarkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan modalitas pencitraan konvensional. Kemampuan DECT untuk memvisualisasikan dan mengkuantifikasi deposit MSU secara non-invasif memungkinkan intervensi terapeutik yang tepat waktu, sehingga meningkatkan hasil pasien.</p> Sri Wahyuni Barus Kadek Yuda Astina I Made Purwa Darmita Copyright (c) 2025 Sri Wahyuni Barus, Kadek Yuda Astina, I Made Purwa Darmita http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 148 153 10.33084/jsm.v11i3.8307 Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi: Literature Review https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11949 <p>Hipertensi adalah kondisi kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan sering menjadi penyebab kegagalan terapi. Konseling apoteker telah terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak konseling apoteker terhadap kepatuhan pasien dalam pengobatan hipertensi. Metode yang digunakan adalah narrative review, di mana artikel-artikel yang relevan dari 10 tahun terakhir diambil dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling apoteker berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien, di mana beberapa studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepatuhan serta penurunan tekanan darah pasien yang mendapatkan konseling. Kesimpulan dari review ini adalah bahwa konseling apoteker memberikan dampak positif terhadap keberhasilan terapi hipertensi, dengan peningkatan kepatuhan dan kontrol tekanan darah yang lebih baik. Oleh karena itu, konseling apoteker sebaiknya menjadi bagian integral dalam manajemen hipertensi.</p> Triana Maudy Yulianti Surasa Indah Laily Hilmi Hadi Sudarjat Fitri Oktaviani Nurdin Copyright (c) 2025 Triana Maudy Yulianti Surasa, Indah Laily Hilmi, Hadi Sudarjat, Fitri Oktaviani Nurdin http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 154 159 10.33084/jsm.v11i3.11949 Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan Tentang Anemia Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Stunting pada Remaja Putri Kelas X SMAN 4 Palangka Raya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11950 <p>Anemia adalah penurunan kadar hb, hitung eritrosit, dan hematokrit sehingga jumlah eritrosit atau kadar hb yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. <em>Salah satu faktor yang dapat menyebabkan stunting adalah anemia. Untuk mencegah stunting maka peningkatan pengetahuan tentang anemia dan stunting perlu dilakukan. </em>Stunting suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, yang menyebabkan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian promosi kesehatan tentang anemia terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan stunting remaja putri kelas X SMAN 4 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan <em>pre-experimental design</em> dengan jenis penelitian yaitu <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel pada penelitian ini berjumlah 71 responden, yaitu siswi kelas X1sampai X4 SMAN 4 Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>quota sampling</em>. Analisis data menggunakan <em>uji Wilcoxon. </em>Hasil uji Wilcoxon (p value = 0,000 atau p&lt;0,05), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian promosi kesehatan tentang anemia terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan stunting remaja putri kelas X SMAN 4 Palangka Raya. Pemberian promosi kesehatan tentang anemia terbukti efektif untuk meningkatan pengetahuan pada remaja putri untuk peningkatan pengetahuan pencegahan stunting. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan remaja putri yang telah mendapatkan promosi kesehatan agar dapat menerapkan hidup sehat, aktif minum TTD untuk pencegahan anemia, dapat meminimalisir resiko bayi lahir stunting.</p> Triska Putri Maria Adelheid Ensia Pamela Dewi Widuri Copyright (c) 2025 Triska Putri, Maria Adelheid Ensia, Pamela Dewi Widuri http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 160 169 10.33084/jsm.v11i3.11950 Studi Farmakovigilans Efek Samping Obat Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Ulin Banjarmasin https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11951 <p>Hipertensi merupakan kondisi medis yang tidak menular, namun menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke. Efek samping penggunaan obat hipertensi dipengaruhi oleh durasi pemakaian jangka panjang serta peningkatan dosis obat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian terkait efek samping obat hipertensi menggunakan Algoritma Naranjo.Tujuan Penelitian mengetahui kejadian efek samping yang terjadi pada pengobatan hipertensi dan mengidentifikasi ketegori efek samping dengan Naranjo.Metode Observasional Analitik pendekatan <em>Cross Sectional</em> dan kuisioner Algoritma Naranjo untuk mengetahui kategori efek samping obat. Didapatkan hasil efek samping yang dirasakan 36 responden yaitu batuk kering 13 responden (36,11%), kaki bengkak11 responden (30,55%), pusing 8 responden (22,22%), sakit kepala dan kadang sulit tidur 2 responden (5,55%), sakit kepala 1 responden (2,77%) dan batuk kering disertai sakit kepala 1 responden (2,77%). Berdasarkan kuesioner Naranjo diperoleh 14 responden (38,88%) <em>Possible</em>, dan 22 responden (61,11%) <em>Probable</em>. Obat yang menimbulkan kejadian efek samping yaitu Captopril, Amlodipine, Candesartan, Bisoprolol, dan Propanolol. Dapat disimpulkan bahwa 36 responden mengalami efek samping dari obat hipertensi yaitu batuk kering, kaki bengkak, pusing, sakit kepala dan kadang sulit tidur, sakit kepala, dan batuk kering disertai sakit kepala. Berdasarkan Algoritma Naranjo 14 responden (<em>Possible</em>), dan 22 responden (<em>Probable</em>).</p> Viviana Viviana Darini Kurniawati Ani Agustina Iwan Yuwindry Copyright (c) 2025 Viviana Viviana, Darini Kurniawati, Ani Agustina, Iwan Yuwindry http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 170 175 10.33084/jsm.v11i3.11951 Pengujian Quality Control pada Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slicedi Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/8130 <p>Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya memerlukan program manajemen mutu yang berkelanjutan untuk menjamin kualitas dan keamanan layanan radiodiagnostik. Pesawat ini diperiksa secara berkala menggunakan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 2 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program kendali mutu pada pesawat CT Scan tersebut dengan mengukur kesesuaian parameter pengujian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei, yang melibatkan pengukuran parameter <em>CT Number</em>, keseragaman <em>CT Number</em>, akurasi <em>CT Number</em>, dan pengujian artefak selama 30 hari pengujian quality control.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata <em>CT Number</em> pada arah jam 3 (-0,23), jam 6 (0,90), jam 9 (0,42), jam 12 (0,25), dan pusat (1,48) berada dalam rentang standar -2 hingga 2 HU. Nilai deviasi rata-rata terhadap CT Number pusat pada arah jam 3 (0,47), jam 6 (0,44), jam 9 (0,44), dan jam 12 (0,55) juga sesuai dengan standar toleransi. Keseragaman CT Number pada arah jam 3 (1,71), jam 6 (0,61), jam 9 (1,14), dan jam 12 (1,25) menunjukkan hasil baik. Pengujian akurasi CT Number menunjukkan nilai tertinggi pada irisan 5 (1,82 HU) dan nilai terendah pada irisan 1 (1,59 HU), yang keduanya berada dalam batas toleransi -4 hingga 4 HU. Tidak ditemukan artefak pada gambar irisan water phantom, dan semua fungsi serta tombol pada pesawat CT Scan berfungsi dengan baik berdasarkan hasil pemeriksaan checklist. Kesimpulannya, pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya beroperasi dalam batas normal sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga dapat digunakan dengan aman untuk layanan radiodiagnostik.</p> Roni Satria I Made Lana Prasetya Copyright (c) 2025 Roni Satria, I Made Lana Prasetya http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 176 182 10.33084/jsm.v11i3.8130 Studi Literatur: Gambaran Prevalensi Kejadian Anemia pada Remaja dan Faktor Risiko Anemia https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11388 <p>Anemia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah berada di bawah normal (kurang dari 12 g/dL). Oksigen diperlukan untuk transportasi hemoglobin. Kapasitas tubuh untuk mengalirkan darah ke jaringan berkurang karena kadar hemoglobin yang rendah. Fase remaja usia 10-19 tahun rentan terhadap risiko kesehatan karena remaja terjadi pertumbuhan tinggi badan, massa otot, dan massa lemak yang pesat mengakibatkan kebutuhan harian zat besi dan zat gizi mikro yang lebih besar. Tujuan <em>studi literatur</em> ini untuk menelaah dan menganalisis hasil penelitian yang berkaitan dengan prevalensi anemia remaja dan faktor risiko anemia. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database <em>Google Scholar, Pubmed, Research Gate, ScienceDirect </em>dengan kata kunci “<em>anemia” “remaja” “prevalensi” </em>dan “<em>faktor risiko” </em>serta kata<em> “and” </em>sebagai kombinasi. <em>Hasil penelitian literatur didapatkan dua puluh artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Kesimpulan </em>keseluran jurnal yang telah ditelaah prevalensi anemia pada remaja tertinggi Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yaitu 76% dan prevalensi terendah yaitu Barito Utara, Kalimantan Tengah 10,2%. Faktor risiko yang mempengaruhi anemia yaitu pengetahuan anemia, status gizi, usia remaja, <em>body image</em>/persepsi tubuh, pendidikan remaja, pola makan, frekuensi makan, lama menstruasi, infeksi cacing dan obat cacing, kepatuhan sumplemen zat besi (TTD/IFA), sosio-ekonomi dan pendidikan orang tua, konsumsi penghambat penyerapan zat besi, pola tidur dan gaya hidup, penyakit menular dan kronis, jamban dan jumlah anggota keluarga. Pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait anemia dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pendidikan kesehatan melalui pengajaran berbasis sekolah.</p> Savira Angelia Dian Ana Mutriqah Copyright (c) 2025 Savira Angelia, Dian Ana Mutriqah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 183 195 10.33084/jsm.v11i3.11388 Studi Literature: Stunting dan Risiko Komplikasi Metabolik pada Remaja https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/11350 <p><em>Stunting</em> merupakan salah satu masalah gizi kronis yang ditandai dengan kegagalan pertumbuhan linier akibat kekurangan gizi jangka panjang dan infeksi berulang, Kondisi <em>stunting</em> tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat berlanjut hingga masa remaja. Usia remaja yatu 10–19 tahun merupakan periode penting dengan perubahan fisiologis, hormonal, dan metabolik. studi literatur ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang berkaitan dengan stunting pada remaja serta potensi risiko komplikasi metabolik. Selain itu, kajian ini berupaya memeberikan gambaran mengenai sejauh mana stunting menjadi masalah gizi pada kelompok remaja serta bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi status metabolik tubuh seperti resistensi insulin, dislipidemia, anemia dan penyakit tida menluar lainnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database <em>scholar, PubMed, ResearchGet</em> <strong>dengan kata kunci </strong>“<em>stunting</em><em>” “remaja” “risiko metabolik” “sindrom metabolik” “prevalensi” “Palangka raya” serta kata “and” sebagai kombinasi. Hasil penyaringan literatur didapatkan lima artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Hasil menunjukkan terbatasnya penelitian terbaru yang meninjau hubungan stunting pada remaja sebagai risiko komplikasi metabolik. </em><em>Stunting </em>pada remaja merupakan akibat kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan, komposisi tubuh, risiko metabolik, profil lipid, glukosa darah serta status mikronutrient. Temuan dari hasil ini menunjukan bahwa <em>stunting</em> tidak hanya mencerminkan kondisi kekurangan gizi kronis tetapi s<em>tunting </em>dapat meningkatkan risiko komplikasi metabolik dan penyakit tidak menular pada saat dewasa, sehingga intervensi gizi adekuat pada masa remaja sangat penting untuk memperbaiki defisit pertumbuhan dan pencegahan terhadap risiko komplikasi jangka panjang.</p> Liagustri Maulisazen Basuki Leli Khairani Siregar Copyright (c) 2025 Liagustri Maulisazen Basuki, Leli Khairani Siregar http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 196 203 10.33084/jsm.v11i3.11350 Uji Kebocoran Ruang Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7811 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat nilai paparan radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada dan untuk mengetahui nilai penyimpangan kebocoran radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada dalam Nilai Batas Dosis (NBD) seperti yang ditetapkan pada Perba &nbsp;No. 4 tahun 2020&nbsp; tentang Keselamatan Radiasi dalam Penggunaan Pesawat Sinar-x &nbsp;Radiologi Diangnostik dan <em>Intervensional </em>pasal 37. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data untuk melengkapi penyusunan Karya Tulis&nbsp; Ilmiah ini dilakukan pada tanggal 12 Juli 2024. Pengambilan data ini dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan pengukuran. Hasil pengukuran di daerah pengendalian yaitu pada area A dan E serta pada daerah supervisi pada area B dan C dinyatakan aman karena hasil paparan radiasi yang diperoleh kurang dari Nilai Batas Dosis (NBD) pada Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perba) No. 4 Tahun 2020 yaitu bagi pekerja radiasi sebesar 5 µSv/jam dan bagi anggota masyarakat sebesar 0.25 µSv/jam. Sedangkan pada daerah supervisi pada area D dinyatakan tidak aman karena terdapat paparan radiasi yang berlebih yaitu senilai 145,1 µSv/jam melebihi batas standar NBD.</p> Ni Komang Ayu Oktaviari Langkir Sapto Adi Copyright (c) 2025 Ni Komang Ayu Oktaviari, Langkir Sapto Adi http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 204 208 10.33084/jsm.v11i3.7811 Analisis Beban Kerja Radiografer di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7780 <p>Analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan. Perhitungan kebutuhan SDM Kesehatan menggunakan metode Work Indicator Staff&nbsp;Need&nbsp;(WISN). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey, yaitu penulis melakukan perhitungan beban kerja berdasarkan Kemenkes No.&nbsp;81&nbsp;tahun&nbsp;2004. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran beban kerja radiografer di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Dan untuk mengetahui kebutuhan tenaga radiografer berdasarkan perhitungan beban kerja di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah&nbsp;Mangusada. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa standar beban kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 110 pemeriksaan/hari dan jumlah waktu kerja 79.560 Menit/Tahun, unit atau kategori SDM yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada sebanyak 18 orang. Dengan standar kelonggaran dalam 1 tahun adalah 0,16. Dari variable tersebut diperoleh hasil akhir kebutuhan tenaga kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 5 orang.&nbsp; Berdasarkan perhitungan beban kerja yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Mangusada dapat disimpulkan gambaran beban kerja cukup tinggi didapatkan kekurangan tenaga kerja sebanyak 27% dari tenaga yang sudah ada&nbsp;yaitu&nbsp;18&nbsp;orang.</p> Ni Komang Triana Ardianingsih Kadek Sukadana Copyright (c) 2025 Ni Komang Triana Ardianingsih http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 209 214 10.33084/jsm.v11i3.7780 Perbandingan Nilai CNR Sekuen Double Inversion Recovery (DIR) Menggunakan DAN Tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) pada Pemeriksaan MRI Brain dengan Klinis Epilepsi https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/7888 <p>Epilepsi adalah gangguan neurologis yang menyebabkan kejang karena adanya kelainan aktivitas sinkronisasi pada sejumlah besar neuron. Dalam kasus <em>epilepsi</em>, MRI (<em>Magnetic Resonance Imaging</em>) menjadi pilihan utama untuk memeriksa otak karena berbagai kemungkinan penyakit yang mendasarinya. Teknik pencitraan khusus seperti <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dapat memberikan supresi dari materi putih (<em>myelin</em>) dan cairan serebrospinal, meningkatkan ketajaman gambar dan memungkinkan identifikasi yang lebih baik dari perubahan patologis. Teknik MRI <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) menggunakan langkah ganda pembalikan sinyal untuk mengurangi sinyal dari cairan serebrospinal, memungkinkan identifikasi yang lebih tepat terhadap perubahan patologis dalam jaringan otak. Namun, pemeriksaan dengan <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dapat memerlukan waktu yang lebih lama dan menghasilkan gambaran yang memerlukan interpretasi lebih teliti. Selain <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR), teknik MRI seperti SENSE mempercepat proses pemindaian dengan menggabungkan data dari berbagai saluran koil, meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi durasi pemeriksaan, dan mengurangi risiko gerakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan pada April 2024. Data diolah dengan uji Wilcoxon pada CNR sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dengan dan tanpa <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kualitas citra CNR sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dengan dan tanpa <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE) dengan p value 0.027. Berdasarkan uji Wilcoxon, nilai mean rank CNR sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) dengan <em>Sensitivity Encoding </em>(SENSE) sebesar 3.50, sedangkan tanpa <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE) sebesar 0.00. Hasil ini menunjukkan bahwa mean rank pada sekuen DIR dengan SENSE lebih tinggi dibandingkan sekuen <em>Double Inversion Recovery</em> (DIR) tanpa menggunakan <em>Sensitivity Encoding</em> (SENSE).</p> Andrila B. K. Pinontoan Anak Agung Aris Diartama Triningsih Triningsih I Putu Eka Juliantara Copyright (c) 2025 Andrila B. K. Pinontoan, Anak Agung Aris Diartama, Triningsih Triningsih, I Putu Eka Juliantara http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 11 3 215 220 10.33084/jsm.v11i3.7888