Pemanfaatan Kulit Ari Kedelai sebagai Bahan Pembuatan Nugget untuk Peningkatan Gizi Anak Stunting

Soybean Husk as the Nugget Basic Ingredient to Improve the Nutrition of Stunting

Authors

  • Sinta Ratna Dewi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur https://orcid.org/0000-0002-5810-5265
  • Rizki Nur Azmi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Ika Ayu Mentari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Vera Herliani Pratiwi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Erlinda Dwi Afriliani Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Nabilah Husna Fitriyani Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i5.4904

Keywords:

Stunting, Nutrition, Soybean husk

Abstract

Reducing the incidence of stunting in Indonesia is a top priority in overcoming health problems. Mesjid Ward, Samarinda City, is one of the areas that has a high prevalence of stunting, with as many as 34 children in 2020. Efforts to overcome this problem need to use unconventional food ingredients that contain adequate nutrition, are affordable, and are easy to obtain. Soybean husk, which has a high protein and fiber content, has the potential to be utilized in efforts to fulfill stunting children's nutrition. Community service activities aim to increase the utilization of soybean husk as processed healthy nuggets, increase public knowledge regarding stunting, and improve community skills in processing soybean husk-based nuggets—activities carried out by providing counseling and training. The results of this activity indicated that there was a significant change in the community's knowledge after giving the material (p-value <0.001). The knowledge about stunting and how to use soybean husk in processed food products has increased among the public.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amanda, R. S. A., Widanti, Y. A., & Mustofa, A. (2019). Pemanfaatan Tepung Kulit Ari Kedelai (Glycine max) sebagai Penambah Serat pada Cookies dengan Flavor Pisang Ambon (Musa acuminata Colla). JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Industri Pangan UNISRI), 3(2), 129-134. https://doi.org/10.33061/jitipari.v3i2.2695

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. e-Journal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170. https://doi.org/10.1007/s11746-013-2339-4

Auza, F. A., Badaruddin, R., & Aka, R. (2017). Peningkatan Nilai Nutrisi Kulit Ari Biji Kedelai yang Difermentasi dengan Menggunakan Teknologi Efektivitas Mikroorganisme (Em-4) dan Waktu Inkubasi yang Berbeda. Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 3(2), 128–134. https://doi.org/10.26858/ijfs.v3i2.4784

Ernawati, F., Rosmalina, Y., & Permanasari, Y. (2013). Pengaruh Asupan Protein Ibu Hamil dan Panjang Badan Bayi Lahir terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 12 Bulan di Kabupaten Bogor. Penelitian Gizi dan Makanan, 36(1), 1–11. https://dx.doi.org/10.22435/pgm.v36i1.3388.1-11

Fauziah, F. & Novandi, D. (2022). Aksi Pencegahan Kasus Stunting di Kota Samarinda Melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro-Bebaya). Jurnal Riset Inossa, 3(2), 76–86. https://doi.org/10.54902/jri.v3i2.50

Jariyah, J., Nurma W, K., Wardani, M. K., & Lestari, A. P. (2022). Pelatihan Pemanfaatan Kulit Kedelai menjadi Biskuit untuk Meningkatkan Keterampilan Pengrajin Tempe Desa Parerejo Pasuruan. PRIMA: Journal of Community Empowering and Services, 6(1), 71–78. https://doi.org/10.20961/prima.v6i1.56146

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Rencana Aksi Program 2022-2024. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kenang, V., Koapaha, T., & Langi, T. M. (2022). Substitusi Tepung Kulit Ari Kedelai (Glycine Max) dalam Pembuatan Cookies Kaya Serat dan Protein dengan Flavor Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis L.). Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal), 13(1), 16–25. https://doi.org/10.35791/jteta.v13i1.43207

Munir, Z. & Audyna, L. (2022). Pengaruh Edukasi tentang Stunting terhadap Pemgetahuan dan Sikap Ibu yang Mempunyai Anak Stunting. Jurnal Keperawatan Profesional, 10(2), 29–54. https://doi.org/10.33650/jkp.v10i2.4221

Rohmawati, D., Djunaidi, I. H., & Widodo, E. (2015). Nilai Nutrisi Tepung Kulit Ari Kedelai dengan Level Inokulum Ragi Tape dan Waktu Inkubasi Berbeda. Jurnal Ternak Tropika, 16(1), 30–33. https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.5

Downloads

Published

2023-09-30

How to Cite

Dewi, S. R., Azmi, R. N., Mentari, I. A., Pratiwi, V. H., Afriliani, E. D., & Fitriyani, N. H. (2023). Pemanfaatan Kulit Ari Kedelai sebagai Bahan Pembuatan Nugget untuk Peningkatan Gizi Anak Stunting: Soybean Husk as the Nugget Basic Ingredient to Improve the Nutrition of Stunting. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(5), 720–727. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i5.4904