Pengaruh Bahan Organik Dan Jamur Mikoriza Arbuskula Terhadap Harkat Tanah Pasir Pantai Selatan Yogyakarta Yang Menjadi Medium Pertumbuhan Jagung (Zea Mays)

  • Akhsin Zulkoni Institut Teknologi Yogyakarta (ITY)
  • Dewi Rahyuni Institut Teknologi Yogyakarta
  • Nasirudin Nasirudin Institut Teknologi Yogyakarta
Keywords: harkat tanah, bioorganik, JMA

Abstract

Keberadaan tanah pasir  pantai menyebabkan proses evaporasi dan degradasi oleh mikroba berlangsung cepat dan  tanah pasir pantai miskin unsur hara. Lahan  pasir pantai menjadi alternatif lahan pertanian, Penelitian bertujuan  untuk mengetahui pengaruh bahan organik dan inokulasi Jamur Mikoriza Arbuskula (JMA) terhadap harkat tanah pasir pantai. Penelitian menggunakan  rancangan  acak  kelompok lengkap dengan 3 ulangan. Faktor diuji  adalah takaran bahan organic dari  0, 20, 40, dan 60 ton/ha; dan inokulasi JMA yaitu 0 dan 150 g/lubang tanam. Parameter yang dianalisis adalah pH (H2O), C organik, N total, C/N, P dan K tersedia. Data hasil penelitian dianalisis secara diskriptif dengan  membandingkan Harkat sifat kimia tanah yang dikeluarkan oleh Balai Penelitian Tanah (2009), dan dianalisis menggunakan Anova α 1 dan 5%. Bila ada pengaruh yang nyata, dilanjutkan uji BNT α 5%. Penambahan bahan organik ke dalam tanah mampu meningkatkan harkat sifat kimia tanah setelah masa inkubasi. Sedangkan harkat sifat kimia tanah setelah masa tanam jagung yang bermikoriza menurunkan dibanding dengan jagung tanpa JMA. Berdasar analisis keragaman, ternyata takaran bahan organik sebanyak 60 ton/ha merupakan  perlakuan  terbaik untuk meningkatkan kadar C organik, N total, P dan K tersedia serta KTK  pada masa inkubasi. Setelah masa tanam jagung, C organik dan N total tertinggi tejadi pada tanah tanpa mikoriza dengan tambahan  bahan organik 40 ton/ha, sedang untuk P dan K tersedia serta KTK terbaik pada tanah bermikoriza dengan tambahan bahan organik 40 ton/ha.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Radjiman, Y., Prapto, E. S, Hanudin, E., 2008, Pengaruh Pembenah Tanah Terhadap Sifat Fisika Tanah Dan Hasil Bawang Merah Pada Lahan Pasir Pantai Bugel, Kabupaten Kulon Progo. AGRIN, 12 (1), 67-77.
Syukur, A., 2005, Pengaruh Pemberian Bahan Organikterhadap Sifat-Sifat Tanah Dan Pertumbuhan Caisim Di Tanah Pasirpantai. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, V (1).
Millner,P.D., Kaufman, D. D., 2005, Soil Organic Matter Dynamic And Microbial Interactions. Agricultural Research Service US. Department of Agriculture, Beltsville, Maryland, USA.
Supriyadi, S., 2008, Kandungan bahan organik sebagai dasar pengelolaan tanah di lahan kering Madura. EMBRYO, 5 (2).
Puspowardoyo, S., 2005, Pengaruh Pemberian Daun Krenyu (Chromolaena sp.) dan Jerami Kering Sebagai Pupuk Organik Terhadap Hasil Budidaya Tanaman Bawang Merah, Jagung Manis Dan Kacang Tanah Di Lahan Pasir. Jurnal Sain dan Teknolog.
Mashudi, 2007, Budidaya Terong. Jakarta: Azka Press.
Marschner, H., 1991, Mechanisms Of Adaptation Of Plant To Acid Soil. Plant and Soil. 134, 1-20.
Sieverding, E., 1991, Vesicular Arbuscular Mycorrhiza Management In Tropical Agrosystem. Deutsche Gesellschaft fur technische Zusammerarbeit (GTZ) G mb N. Dag Hammavskjola – Veg 1 + 2.
Madjid, A., 2009, Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian. Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah, Program Studi Ilmu Tanaman, Program Magister (S2), Program Pascasarjana, Universitas Sriwijaya, Palembang.
Kabirun, S., 2004, Peranan Mikoriza Arbuscula Pada Pertanian Berkelanjutan. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Killham, K., 1994, Soil Ecology. Cambridge University Press.
Nurmasyitah, Syafrudin, Sayuthi, M., 2013, Pengaruh Jenis Tanah dan Dosis Fungi Mikoriza Arbuskular pada Tanaman Kedelai Terhadap Sifat Kimia Tanah. Jurnal Agrista, 17 (3).
Tan, K. H., 1995, Dasar-Dasar Kimia Tanah. Gadjah Mada University Press.
Johansen, A., I. Jakobsen, Jensen, E. S., 1992, Hyphal Transport Of 15 N-Labelled Nitrogen By A Vesicular Arbuscula Rmycorrhizal Fungus And Its Effect Ondepletion Of Inorganic Soil N. New Phytol, 122, 281-282.
Barrett, G., Campbell, C.D., Fitter, A. H., Hodge, A., 2011, The arbuscula rmycorrhizal fungus Glomus hoi cancapture and transfer nitrogen fromorganic patches to its associated hostplant at low temperature. Appl Soil Ecol, 48, 102-105.
Musfal, 2008, Efektifitas Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) terhadap Pemberian Pupuk Spesifik Lokasi Tanaman Jagung Pada Tanah Inceptisol. Tesis. Sekolah Pasca sarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.
Tisdall, J. M., Oades, J. M., 1979, Stabilisation of soil aggregates by theroot systems of ryegrass. Australian Journal of Soil Research, 17, 429-441.
Balai Penelitian Tanah, 2009, Analisis kimia tanah, tanaman, air dan pupuk. Balai Besar Litbang Sumber daya Lahan dan Pertanian, Badan Penelitan Pertanian.dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.
Gomez, K. A., Gomez, A. A., 2005, Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Alih bahasa: E. Sjamsuddin and J.S. Baharsjah. University Indonesia Press, Jakarta.
Published
2020-02-28
How to Cite
Zulkoni, A., Rahyuni, D., & Nasirudin, N. (2020). Pengaruh Bahan Organik Dan Jamur Mikoriza Arbuskula Terhadap Harkat Tanah Pasir Pantai Selatan Yogyakarta Yang Menjadi Medium Pertumbuhan Jagung (Zea Mays). Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL), 5(1), 8-15. https://doi.org/10.33084/mitl.v5i1.1348