Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki di Jalan Ahmad Yani Kota Banjarmasin Planning Of Pedestrian Facilities On Ahmad Yani Street, Banjarmasin City
Main Article Content
Abstract
In general, the city of Banjarmasin has a well-developed road network and good accessibility, with most roads still capable of accommodating traffic flow effectively. Ahmad Yani Street, located in the city’s commercial and office district, experiences relatively high traffic volumes based on field observations. Therefore, improving pedestrian facilities is essential because pedestrians should receive the highest priority in mixed traffic conditions. The inadequacy of existing pedestrian infrastructure is mainly caused by the lack of planning approaches that consider environmental characteristics, pedestrian behaviour, and user preferences. Furthermore, pedestrian infrastructure development is constrained by limited road right-of-way, forcing pedestrians to share road space with motor vehicles. This situation increases the likelihood of conflicts, reducing pedestrian safety and overall traffic efficiency. To evaluate these issues, this study employs three analytical methods: Pedestrian Facility Service Level Analysis, Pedestrian Facility Needs Level Analysis, and Walkability Index Assessment Analysis. The findings recommend improvements to pedestrian facilities, including sidewalks and crossing facilities, to create a safer, more comfortable, efficient, and accessible walking environment. These improvements are expected to minimize conflicts between pedestrians and vehicles, enhance mobility, support smoother traffic operations, and encourage greater use of pedestrian infrastructure in daily activities.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Anisawitri, F., Budiono, A., Basid, A. (2020). Analisis Kapasitas Jalan Maulana Yusuf Ditinjau Dari Segi Lalu Lintas Dan Jumlah Pengguna Jalan. Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik, 1(1).
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023a). Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia. Kementerian PUPR, 2(21).
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023b). SE Nomor 15/SE/Db/2023 Tentang Penentuan Indeks Kelayakan Berjalan (Walkability Index) di Kawasan Perkotaan.
Dwiky Erlangga, Dewi Handayani, dan S. (n.d.). Konsep Walkability Index dan Penanganan Fasilitas Pejalan Kaki Pada Kawasan Jalan Perkotaan Di Indonesia.
Keraf, S. K., Soludale, A. M. N., & Putra, Y. (2021). Evaluasi Fasilitas Pejalan Kaki Di Jalan Raja Centis Kota Maumere. Seminar Nasional Sains Dan Teknik FST Undana (SAINSTEK).
Krisantus Satrio Wibowo Pedo. (2022). Evaluasi Pemenuhan Standar Teknis Fasilitas Pejalan Kaki Pada Kawasan Kuanino Kupang. Eternitas: Jurnal Teknik Sipil, 1(2).
Landhina, V. T., Burhamtoro, B., & Ratnaningsih, D. (2021). Perencanaan Desain Jalur Pejalan Kaki Pada Jalan Mt. Haryono Kota Malang. Jurnal JOS-MRK, 2(3).
Madjid, R. Z. (2023). Fasilitas Penyeberangan Sebidang (hlm. 1-8).
Pedoman Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil: Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki.
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, K. (2023). Pedoman Direktorat Jenderal Bina Marga: Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan. Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, 2013.
Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 96 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.
Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 111 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas.
Salim, H. A. A. (1993). Manajemen Transportasi.
Siregar, Z., & Dewi, I. (2020). Analisis Ruas Jalan Lintas Sumatera Kota Tebing Tinggi Dan Kisaran Sebagai Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas. Jurnal Mesin (Mesin Elektro Sipil), 1(2).
Tamin, O. Z. (2000). Perencanaan dan Permodelan Transportasi.
Transportation Research Board - National Research Council. (2000). Highway Capacity Manual. National Research Council, Washington, DC.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kementerian Perhubungan.
WHO. (2013). Keselamatan Pejalan Kaki: Manual Keselamatan Jalan.