Campur Kode Pada Web Series Harus Kawin Karya Vemmy Sagita dan Implikasinya dalam Pembelajaran Drama Kelas XI SMA
Main Article Content
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan wujud campur kode yang terdapat pada web series Harus Kawin karya Vemmy Sagita. (2) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya campur kode pada web series Harus Kawin karya Vemmy Sagita. (3) mendeskripsikan implikasi dalam pembelajaran drama di SMA kelas XI semester genap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik simak dengan cara menyimak tuturan tokoh dalam film. Teknik simak dalam penelitian ini peneliti hanya sebagai pengamat dan tidak terlibat dalam peristiwa tutur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam web series Harus Kawin terdapat campur kode yang berwujud dalam bentuk kata, frasa, baster, perulangan kata, ungkapan atau idiom, klausa, sedangkan faktor terjadinya campur kode dalam web series tersebut adalah , yaitu faktor peranan, faktor penutur, dan faktor bahasa dalam dialog tokoh pada web series Harus Kawin karya Vemmy Sagita. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia pada menganalisis isi drama kelas XI semester dua di SMA.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan wujud campur kode yang terdapat pada web series Harus Kawin karya Vemmy Sagita. (2) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya campur kode pada web series Harus Kawin karya Vemmy Sagita. (3) mendeskripsikan implikasi dalam pembelajaran drama di SMA kelas XI semester genap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik simak dengan cara menyimak tuturan tokoh dalam film. Teknik simak dalam penelitian ini peneliti hanya sebagai pengamat dan tidak terlibat dalam peristiwa tutur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam web series Harus Kawin terdapat campur kode yang berwujud dalam bentuk kata, frasa, baster, perulangan kata, ungkapan atau idiom, klausa, sedangkan faktor terjadinya campur kode dalam web series tersebut adalah , yaitu faktor peranan, faktor penutur, dan faktor bahasa dalam dialog tokoh pada web series Harus Kawin karya Vemmy Sagita. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia pada menganalisis isi drama kelas XI semester dua di SMA.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Any article on the copyright is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share work with an acknowledgment of the work authors and initial publications in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of published articles of work (eg, post-institutional repository) or publish it in a book, with acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
References
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Ed. rev.). Rineka Cipta.
Kirana. (2022). Implikasi pembelajaran di sekolah terhadap kepribadian anak di masyarakat. Cross-Border: Journal of International Border Studies, Diplomacy, and International Relations, 5(1), 589–598. https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/1012
Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (Ed. ke-4). Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun. (2019). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya (Ed. ke-3). RajaGrafindo Persada.
Margareta, A., Purwaka, A., Cuesdeyeni, P., Poerwadi, P., & Christy, N. A. (2024). Campur kode dalam web series Kaget Nikah karya Vemmy Sagita dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(1), 15–27. https://doi.org/10.55606/mateandrau.v3i1.1966
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. rev., Cet. ke-40). PT Remaja Rosdakarya.
Nisa, K. (2018). Analisis kesalahan berbahasa pada berita dalam media surat kabar Sinar Indonesia Baru. Jurnal Bindo Sastra, 2(2), 218–224. https://doi.org/10.32502/jbs.v2i2.1261
Noermanzah. (2019). Bahasa sebagai alat komunikasi, citra pikiran, dan kepribadian. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa (Semiba), 306–319. https://doi.org/10.31219/osf.io/ez6dk
Noviasi, Usop, L. S., Perdana, I., Poerwadi, P., Diman, P., & Linarto, L. (2021). Campur kode dalam iklan penawaran barang di forum jual beli online Facebook Kota Palangka Raya (kajian sosiolinguistik). Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 2(2), 18–31. https://doi.org/10.37304/enggang.v2i2.3881
Putri, A. H., Wardhana, D. E. C., & Supadi. (2021). Campur kode dalam pembelajaran di kelas rendah Sekolah Dasar Negeri 74 Rejang Lebong. Jurnal Ilmiah Korpus, 5(1), 11–25. https://doi.org/10.33369/jik.v5i1.13105
Ramlan, M. (2009). Morfologi: Suatu tinjauan deskriptif. C.V. Karyono.
Sumarsono. (2017). Sosiolinguistik (Cet. ke-5). Pustaka Pelajar.