Peran Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan Dalam Penguatan Identitas Lokal dan Internalisasi Nilai Sejarah The Role Of The Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan Museum In Strengthening Local Identity And Internalizing Historical Values
Main Article Content
Abstract
Peristiwa Bojongkokosan yang merupakan salah satu episode penting perjuangan rakyat Sukabumi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pasukan Sekutu dan NICA. Nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut, seperti patriotisme, persatuan, keberanian, dan pengorbanan, menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas lokal dan nasionalisme masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan dalam penguatan identitas lokal dan internalisasi nilai sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga sebagai media edukatif, kultural, dan sosial yang mampu menumbuhkan kesadaran sejarah (historical awareness) serta memperkuat rasa kebangsaan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Abdul Hadi. (2021). Sejarah Pertempuran Bojong Kokosan: Penyebab, Kronologi dan Dampak. Tirto.Id.
Akbar, P. N., & Abdurakhman, A. (2024). Memori Kolektif Peristiwa Heroik Bojongkokosan dalam Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan (1992-2023). Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 7(2), 139–150. https://doi.org/10.17509/historia.v7i2.70748
Anderson. (2006). ). Imagined communities: Reflections on the origin and spread of nationalism.
Anwar Kurnia, & H. Moh Suryana. (2007). Sejarah 3. Yudhistira.
Cakranegara, J. J. S. (2020). Membangun Kesadaran Sejarah Kritis Dan Integratif Untuk Indonesia Maju. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 10(1), 1. https://doi.org/10.33172/jpbh.v10i1.811
Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Pustaka Pelajar.
Daliman, A. (2012). Manusia dan Sejarah. Ombak.
Djufri. (2025). Kota yang mengingat: Ruang, Waktu dan Kesadaran Kolektif. PT Revormasi Jangkar Philosphia.
Evitasari, O., Qodariah, L., & Gunawan, R. (2021). Pemanfaatan Fungsi Museum Sebagai Sumber Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal ESTORIA, 1(1), 43–56. https://doi.org/https://doi.org/10.30998/je.v1i1.462
Handy, M. R. N. (2021). Pembelajaran Sejarah Dalam Membangun Historical Awarness dan Sikap Nasionalisme Pada Peserta Didik. Prabayaksa: Journal of History Education, 1(1), 49. https://doi.org/10.20527/prb.v1i1.2196
Haris Arifudin, & Ganda Febri. (2025). MUSEUM-BASED HISTORY LEARNING: RELICS OF THE PRE-LITERACY PERIOD IN INDONESIA IN NORTHERN JAVA AS A LEARNING RESOURCE. Pendidikan Dan Humaniora, 9(4). https://doi.org/10.36526/js.v3i2.5646
Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya dalam Pendidikan. GHAITSA: Islamic Education Journal, 2(1), 49–57. https://siducat.org/index.php/ghaitsa/article/view/188
Mauizah, A. Z., Apriliani, D. R., Utomo, S., Heriansyah, D., & Naqiyah, N. (2021). Urgensi Sejarah sebagai Ilmu dalam Upaya Penyadaran Kembali Identitas Nasional Bangsa Indonesia kepada Generasi Muda di Era Society 5.0. Jurnal Riset Agama, 1(3), 97–111. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15102
Mohamad, S., Hasan, R., & Wantu, A. (2024). Optimalisasi Peran Museum sebagai Sumber Pelestarian Budaya dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah. In Asmun Wantu SOSIOLOGI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 1).
Sugiyono. (2019). MMetodePenelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. ALFABETA.
Wiyanarti, E., Supriatna, N., & Winarti, M. (2020). Pengembangan Sejarah Lokal Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Yang Kontekstual. FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 9(1), 67–74. https://doi.org/10.17509/factum.v9i1.21666
Woolfolk. (2004). Educational psychology. Pearson Education.
Zed. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.