Balayah Lanting Menjaga Keseimbangan Ekosistem dan Identitas Budaya di Kabupaten Lamandau Kajian Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan dan Warisan Budaya Masyarakat Kabupaten Lamandau

Main Article Content

Muliatie Muliatie
M. Fatchurahman

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem kearifan lokal Balayah Lanting yang berkembang dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Kabupaten Lamandau. Kajian difokuskan pada konsep, nilai, mekanisme pelaksanaan, serta perannya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membentuk jati diri budaya daerah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Nilai kearifan lokal suku dayak tomun Kabupaten Lamandau yang dari Balayah Lanting adalah : Hubungan erat manusia dan alam : Sungai ,air dan hutan sebagai anugrah,pemberian kekayaan dan nyawa penyangga kehidupan bukan sekedar benda mati.Masyarakat Kecamatan Delang pada saat itu menggunakan bambu untuk dan bahan alam untuk membuat rakit tanpa merusak atau mengambil secara berlebihan.Tujuan mereka untuk menjaga alam kelestarian alam dan melestarikan nilai budaya , Nilai sosial dan kebersamaan : kerjasama dan gotong royong membuat rakit ,persatuan dan kesatuan,sikap hormat dan sopan santun ,maoju sorah (membawa hasil bumi sebagai tanda bukti penghargaan kepada pimpinan adat ) dengan menggunakan rakit , Nilai Budaya dan warisan leluhur : melestarikan identitas(menjaga dan meneruskan cara hidup,kebiasan pengetahuan secara terun temurun),pengetahuan tradisional (mengandalkan ketrampilan membuat rakit ),Kreatifitas dan seni (ketrampilan menghias rakit yang punya nilai seni )dan Kaitan dengan acara adat , Nilai Pendidikan dan Pembelajaran : pembelajaran nyata dan pesan kemajuan , Nilai ekonomi dan kehidupan : Jalur perdagangan dan penghidupan , Nilai spritual dan kepercayaan : Setiap langkah kegiatan festival Balayah Lanting di mulai dengan doa bersama untuk memohon keselamatan dan rasa syukur kapada Tuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Muliatie, M., & Fatchurahman, M. (2026). Balayah Lanting Menjaga Keseimbangan Ekosistem dan Identitas Budaya di Kabupaten Lamandau: Kajian Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan dan Warisan Budaya Masyarakat Kabupaten Lamandau. Anterior Jurnal, 25(3), 178–181. https://doi.org/10.33084/anterior.v25i3.13448
Section
Articles
Author Biographies

Muliatie Muliatie, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

M. Fatchurahman, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

References

Ading, A. (2022). Sungai dan Kehidupan Masyarakat Dayak Lamandau. Palangka Raya: UPR Press

Darmawati, S., dkk. (2021). Kearifan Lokal Berbasis Sumber Daya Air di Kalimantan Tengah. Jakarta: Prenada Media

Nasruddin, M. (2019). Etnografi Transportasi Tradisional di Wilayah Aliran Sungai. Banjarmasin: Pustaka Banua

Steward, J.H. (2015). Teori Perubahan Budaya.

Jakarta: Rajawali Pers

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lamandau. (2024). Profil Budaya dan Potensi Daerah. Lamandau: Pemerintah Daerah