Uji Stabilitas Trigliserida pada Pooled Sera dengan Penambahan Etilen Glikol Selama 0, 7, dan 30 Hari Penyimpanan

Main Article Content

Fildia Salsabila

Abstract

Kestabilan bahan kontrol merupakan faktor penting dalam menjamin keandalan hasil pemeriksaan laboratorium. Pooled sera banyak digunakan sebagai alternatif bahan kontrol karena mudah diperoleh dan berbiaya rendah, namun stabilitas analit di dalamnya sangat dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan dan penambahan bahan pengawet. Etilen glikol diketahui memiliki sifat antibeku dan antimikroba sehingga berpotensi mempertahankan stabilitas trigliserida. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas kadar trigliserida pada pooled sera yang ditambahkan etilen glikol 15% selama penyimpanan 0 hari, 7 hari, dan 30 hari pada suhu −20°C. Desain penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan sampel berupa pooled sera dari 10 responden berkadar trigliserida normal. Pemeriksaan trigliserida dilakukan dengan metode fotometri, sedangkan analisis statistik menggunakan uji Friedman untuk menilai perbedaan antar waktu penyimpanan. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar trigliserida selama penyimpanan (p < 0,05), dengan peningkatan mencolok pada hari ke-7 sebelum menurun kembali pada hari ke-30 meskipun tetap lebih tinggi dibanding hari ke-0. Temuan ini mengindikasikan bahwa penambahan etilen glikol 15% tidak efektif mempertahankan stabilitas trigliserida hingga 30 hari penyimpanan pada suhu −20°C. Dengan demikian, pooled sera beretilen glikol 15% kurang direkomendasikan sebagai bahan kontrol trigliserida untuk penyimpanan jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Salsabila, F. (2026). Uji Stabilitas Trigliserida pada Pooled Sera dengan Penambahan Etilen Glikol Selama 0, 7, dan 30 Hari Penyimpanan. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 8(2), 1210 –. https://doi.org/10.33084/bjmlt.v8i2.10057
Section
Articles

References

Abi, M. H., & Sureskiarti, M. (2021). Manajemen Laboratorium Klinik. Jakarta: Penerbit Mitra Cendekia Press.

Agnez, M. (2014). Dasar-dasar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.

Alfu Laela. (2024). Studi Perbandingan Efektivitas Pengawet pada Pooled Sera dalam Pemeriksaan Klinis. Jurnal Biokimia Medik Indonesia, 13(1), 45–53.

Alfred, M. (1981). Stability of pooled serum preserved with ethylene glycol for biochemical analysis. Clinical Chemistry and Laboratory Medicine, 19(3), 230–235.

Aryani, T., Putri, N. E., & Rahmawati, Y. (2024). Pengawasan Mutu Pemeriksaan

Kolesterol dan Trigliserida Menggunakan Bahan Kontrol Komersial Setelah Penyimpanan Suhu Ruang. 7(10), 3712–3718. https://doi.org/10.56338/jks.v7i10.5578.

Depkes RI. (2008). Pedoman Praktek Laboratorium yang Baik (Good Laboratory Practice). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fauziah, A., Widodo, R., & Wahyuni, N. (2019). Penggunaan pooled sera sebagai kontrol internal pemeriksaan kimia klinik. Jurnal Laboratorium Kesehatan, 8(2), 110 116.

Handayati, L., Santoso, S., & Anisa, N. (2014). Efektivitas pooled sera sebagai kontrol internal pada pengujian kimia klinik. Jurnal Teknologi Laboratorium, 3(1), 15–22.

Hartini, S., & Suryani, M. E. (2017). Uji Kualitas Serum Simpanan Terhadap Kadar

Kolesterol Dalam Darah Di Poltekkes Kemenkes Kaltim. Jurnal Ilmiah

Manuntung, 2(1), 65–69. https://doi.org/10.51352/jim.v2i1.49

Muslim, A., Nugroho, R., & Prasetyo, E. (2015). Efektivitas pooled serum sebagai bahan kontrol internal laboratorium. Jurnal Ilmu Laboratorium Medik, 7(1), 23–29.

Pebrita Anjar Santi, F., Hartono, D., & Yuniarti, D. (2018). Faktor risiko peningkatan kadar trigliserida pada pasien rawat jalan. Jurnal Kesehatan, 9(2), 56–61.

Permenkes RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 411 Tahun 2013 tentang Laboratorium Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Putri, M. D. (2020a). Studi Penggunaan Pooled Sera sebagai Bahan Kontrol Laboratorium. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 39–45.

Putri, M. D. (2020b). Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Stabilitas Pooled Sera pada Pemeriksaan Kolesterol. Jurnal Laboratorium Medik, 6(2), 88–94.

Purbayanti, D. (2019). Pengaruh Waktu Pada Penyimpanan Serum Untuk Pemeriksaan Kolesterol Total. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, 1(1), 1–17.

Purbayanti, W. (2015). Pengaruh penyimpanan pooled serum terhadap kestabilan pemeriksaan kolesterol. Jurnal Teknologi Laboratorium, 4(1), 10–16.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

World Health Organization. (1986). WHO Guidelines for Laboratory Quality Assurance. Geneva: WHO.