Analisis Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya terhadap Penyembuhan Luka pada Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Aloksan
Main Article Content
Abstract
Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik dengan hiperglikemia yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Luka sayat pada penderita DM berisiko mengalami penyembuhan yang lambat dan infeksi. Lidah buaya (Aloe vera) memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, analgesik, dan hipoglikemik serta mengandung glukomanan yang dapat merangsang proliferasi fibroblas dan produksi kolagen. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya efektif mempercepat penyembuhan luka pada kondisi diabetes melalui peningkatan regenerasi jaringan dan penurunan stres oksidatif. Oleh karena itu, lidah buaya berpotensi sebagai terapi alternatif dalam penyembuhan luka pada penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (1 dan 2), untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (3 dan 4), untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka yang di induksi aloksan (1 dan 3), untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka antara kelompok pemberian gel lidah buaya dengan tidak pada mencit yang di induksi aloksan, dan untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka antara kelompok pemberian gel lidah buaya dengan tidak pada mencit yang di induksi aloksan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian Posttest Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel lidah buaya menunjukkan kecenderungan mempercepat penyembuhan luka pada fase awal, baik pada luka yang diinduksi aloksan maupun luka sayat pada mencit yang tidak diinduksi aloksan. Kelompok yang diberi gel lidah buaya memiliki ukuran luka yang lebih kecil dibandingkan kelompok tanpa gel, dengan penyembuhan paling lambat ditemukan pada kelompok luka yang diinduksi aloksan tanpa perlakuan. Perbandingan antar kelompok (1–2, 3–4, 1–3) menunjukkan adanya perbaikan klinis pada kelompok perlakuan, namun uji Mann–Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Pada luka sayat, efek gel lidah buaya kurang menonjol pada fase akhir penyembuhan karena regenerasi jaringan yang berlangsung cepat secara alami. Dapat disimpulkan bahwa gel lidah buaya berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka, terutama pada fase awal luka pada mencit yang diinduksi aloksan, namun pengaruh tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dibandingkan tanpa pemberian gel.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Arifin, A. and Kurnia, A. (2022) “Aplikasi Penerapan Lidah Buaya (Aloe Vera) Dalam Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Melitus,” Holistic Nursing Care Approach, 2(2), p. 54. Available at: https://doi.org/10.26714/hnca.v2i2.9330.
Bakri Hartati, A. et al. (2023) “Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kadar HbA1c di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar,” Fakumi Medical Journal, 3, p. 678.
Daburkar, M. et al. (2014) “An in vivo and in vitro investigation of the effect of Aloe vera gel ethanolic extract using animal model with diabetic foot ulcer,” Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences, 6(3), pp. 205–212. Available at: https://doi.org/10.4103/0975-7406.135248.
Djuddawi Nurqadriasti, M. and Kholidha Noor, A. (2019) “UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT PUTIH,” Jurnal Surya Medika, 5(1), pp. 13–14.
Erika, Rahma Fridayana Fitri and Ainyia Sumiati (2021) “Pengaruh Perawatan Luka Menggunakan Gel Lidah Buaya terhadap Kesembuhan Dekubitus,” Jurnal Indah Sains dan Klinis, 2(3), pp. 40–51. Available at: https://doi.org/10.52622/jisk.v2i3.35.
Haghani, F. et al. (2022) “Aloe vera and Streptozotocin-Induced Diabetes Mellitus,” Revista Brasilerira de Farmacognosia, 32, pp. 174–187. Available at: https://doi.org/10.1007/s43450-022-00231-3/Published.
MAULIDIYAH, N. (2018) UJI AKTIVITAS KLOROFORM DAUN KENITU (Chrydophyllum cainito L.) TERHADAP KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvergicus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Moch Raqil Ramadhani, H., Nurelly N, W. and Muhammad, A. (2024) “EFEKTIVITAS PEMBERIAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), p. 1081.
Nazir, F., Zahari, A. and Anas, E. (2015) “Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Jarak Pinggir Luka pada Tikus Wistar,” Andalas, 4(3). Available at: http://jurnal.
Novyana, R. and Susianti (2016) “Lidah Buaya (Aloe vera) untuk Penyembuhan Luka,” MAJORITY, 5, pp. 151–152.
Samudra, F. et al. (2019) Karya Tulis Ilmiah AVEZONE (Aloe vera with Ozone): Topical Treatment untuk Penyembuhan Ulkus Diabetik. Semarang.
Surjushe, A., Vasani, R., and Saple, D. (2008) “Aloe vera: A Short Review.,” In Indian Journal Of Dermatology, 53(4), pp. 163–166.
Tianawati, N. (2022) APLIKASI ALOE PROPOLIS CREAM DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS. Magelang.
Wahyuni, A.N.A.W. et al. (2025) “Faktor Risiko Komplikasi Kronik pada Pasien DM Tipe 2 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar,” Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), 11(2), pp. 317–326. Available at: https://doi.org/10.25311/keskom.vol11.iss2.2212.
Wintoko, R. and Yadika Dwi Nur, A. (2020) “Manajemen Terkini Perawatan Luka,” JK unila, 4.