Efek Aktivitas Lari Terhadap Metabolisme Glukosa Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Penjas)
Main Article Content
Abstract
Saat ini masalah kesehatan sudah bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif yang penyebabnya di duga karna perubahan gaya hidup, pola makan, faktor lingkungan serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup kurang aktivitas dan terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung gula dan lemak serta kurangnya asupan serat dapat memicu penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif yang cukup banyak memengaruhi angka kesakitan dan kematian adalah penyakit Diabetes Mellitus dan Kardiovaskuler. Aktifitas fisik sangat berdampak pada penurunan kadar gula darah karena pada saat tubuh bergerak, maka akan terjadi peningkatan kebutuhan bahan bakar tubuh oleh otot yang aktif. Glukosa hanya sedikit di gunakan saat istrahat, sedangkan glukosa banyak digunakan saat berolahraga sehingga akan menurunkan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat “Efek Aktivitas Lari Terhadap Metabolisme Glukosa Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Penjas)”. Metode penelitian yang di gunakan adalah Deskriptif Observasional dengan menggunakan populasi mahasiswa prodi penjas Universitas Megarezky Makassar sebanyak 15 responden. Hasil penelitian menemukan ada perubahan nilai kadar Glukosa darah terhadap mahasiswa yang melakukan aktifitas lari dengan rerata kadar Glukosa 100,46 mg/dl sebelum aktifitas lari dan rerata glukosa darah 91,6 mg/dl setelah aktiftas lari. Kesimpulan : Ada efek perubahan kadar glukosa darah terhadap aktifitas lari mahasiswa Penjas.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Eristamiani, P. A., Sukarja, I. M., & Arisena, I. B. M. (2019). Pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal), 1(1), 10-18. https://doi.org/10.32807/jkt.v1i1.23
Herwanto, H., Setiawan, A., & Jauhari, M. (2016). Pengaruh aktivitas fisik lari ringan terhadap kadar gula darah sewaktu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(2), 115-121. https://doi.org/10.26553/jikm.2016.7.2.115-121
Hori, A., Naito, H., & Takahashi, K. (2024). Impact of regular aerobic exercise on GLUT4 translocation and glucose homeostasis in young adults. Journal of Applied Physiology and Metabolism, 49(2), 112-125. https://doi.org/10.1152/japplmetabol.2023.00456
Mendes, R., Sousa, N., & Reis, V. M. (2023). Effects of running on glycemic control and insulin sensitivity in university students: A longitudinal study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(5), 4032. https://doi.org/10.3390/ijerph20054032
Parhofer, K. G., Laundy, G. J., & Schmidt, A. C. (2015). Interaction between glucose and lipid metabolism: More than just an energy source. Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity: Targets and Therapy, 8, 321-329. https://doi.org/10.2147/DMSO.S69134
Saragih, Bernatal. (2017). Kolesterol dan usaha-usaha penurunannya (B. Arianto, Ed.). Penerbit Bimotry Yogyakarta. ISBN: 978-602-74163-3-8