Viabilitas Benih Cabai Rawit Tiyung Tanjung pada Metode Ekstraksi dengan Perendaman Natrium Hidroksida
Main Article Content
Abstract
Cabai rawit Tiyung Tanjung (Capsicum frutescens L.) merupakan varietas lokal khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Salah satu kendala dalam pengembangan varietas ini adalah rendahnya kualitas benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman benih dalam larutan NaOH terhadap viabilitas benih cabai rawit Tiyung Tanjung serta mengetahui konsentrasi yang memberikan respons terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada juni hingga agustus 2025 di Laboratorium Produksi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor berupa konsentrasi NaOH 0% (kontrol), 1%, 2% dan 3% yang di ulang sebanyak lima kali. Variabel yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perendaman menggunakan larutan NaOH tidak memberikan pengaruh nyata terhadap daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum dan kecepatan tumbuh benih. Namun perlakuan tersebut berpengaruh terhadap panjang plumula dan panjang radikula kecambah. Semakin tinggi konsentrasi NaOH yang diberikan, semakin besar kecenderungan penurunan viabilitas benih akibat gangguan fisiologis dan kerusakan embrio yang dipicu oleh sifat basa kuat larutan.
Kata kunci: Cabai Tiyung Tanjung, NaOH, Viabilitas benih.
ABSTRACT
Tiyung Tanjung cayenne pepper (Capsicum frustescens L.) is a local variety typical of south kalimantan that has high economic value and has the potential to be developed to meet the needs of community consumption. One of the obstacles in the development of this variety is the low quality of the seeds. This study was conducted to determine the effect of seed soaking in NaOH solution on the viability of Tiyung Tanjung cayenne pepper seeds and to determine the best response. This study was conducted from june to august 2025 at the Agroecotechnology Production Laboratory, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University. The method used was a Completely Randomized Design (CRD with one factor in the form of NaOH concentrations of 0% (control), 1%, 2% and 3% which were repeated five times. The variables observed included germination power, maximum growth potential, growth rate, plumule length and radicle length. The results showed that the soaking treatment using NaOH solution did not have a significant effect on germination power, maximum growth potential and seed growth rate. However, the treatment affected the length of the plumule and radicle length of the sprouts. The higher the NaOH concentration applied, the greater the tendency for seed viability to decrease due to physiological disturbances and embryo damage triggered by the solution’s strong alkaline nature.
Keywords: Tiyung Tanjung Chili, NaOH, Seed Viability
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
DAFTAR PUSTAKA
Agustiansyah, Timotiwu, P. B., & Pramono, E. 2022. Pengaruh priming pada benih cabai yang sudah yang disemai pada media tanah masam (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrotek Tropika, , 10(2): 211 - 217 DOI : Http://Dx.Doi.Org/10.23960/Jat.V10i2.5520
Asih, P. R. 2020. Invigorasi mutu fisiologis benih terung ungu (Solanum melongena L.) kadaluarsa dengan beberapa teknik osmoconditioning. Agritrop, 18 (2): 162 - 170 DOI: Http://Jurnal.Unmuhjember.Ac.Id/ Index.Php/AGRITROP, 18, 162–170.
Dethan, I. Y., Solle, H. R. L., & Hendrik, A. C. 2020. Pengaruh skarifikasi kimia terhadap perkecambahan benih jambu mete (Anacardium occidentale L.). Jurnal Saintek Lahan Kering, 3(2) 47-50 DOI: Https://Doi.Org/10.32938/Slk.V3i2.1224, 3(2622), 47–50.
Dufour, T., Gutierrez, Q., & Bailly, C. 2021. Sustainable improvement of seeds vigor using dry atmospheric plasma priming : evidence through coating wettability , water uptake and plasma reactive chemistry I . J. Appl. Phys., Vol. 129, 084902, 2021. Https://Doi.Org/10.1063/5.0037247, 129, 1–15.
Dwiyoga, I., & Widodo, E. 2022. analisis pengaruh alkalisasi naoh terhadap serat daun nanas sebagai penguatan bio komposit. Otopro Volume 18 (1): 1-6 DOI: https://doi.org/10.26740/otopro.v18n1.p1-6
Ernandi, M. N., Fatah, L., & Azis, Y. 2024. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan cabai rawit di provinsi kalimantan selatan. Jurnal Agribisnis Perdesaan, 6(1); 1-9 (DOI: 10.20527/Agrides.V6i1.20466), 6(1), 1–9. https://doi.org/10.20527/agrides.v6i1.20466
Fatikanova, S., Aziza, E. N., & Rajiman. 2024. Efek konsentrasi dan durasi perendaman KNO₃ terhadap kualitas benih cabai Rawit Galur RCR 22. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 31(2), 86-91, DOI: Https://Doi.Org/10.55259/Jiip.V31i1.54, 31(2), 86–91.
Hasimi, M. H., Agustina, E., Miskiah, Nur Yohaniz Fadhiel, M. I. N., & Jawak, G. 2024. Pematahan dormansi benih cabai lokal tiung tanjung asal tabalong kalimantan selatan. Jurnal Agro, 11(1), 133-146. Https://Doi.Org/10.15575/35866, 11(1), 133–146.
Huda, M., Farmia, A., & Munambar, S. 2022. Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman larutan kalium hidroksida terhadap pematahan dormansi calon benih tanaman padi (Oryza sativa L.) Jurnal Penelitian Agronomi 24(2): 91-98. DOI: Http://Dx.Doi.Org/10.20961/Agsjpa.V24i2.63825, 24(2), 91–98.
Jawak, G., & Ismuhajaroh, B. N. 2025. Pematahan dormansi dan periode simpan benihss cabai rawit (Capsicum frutescens) Genotipe C307 dan C145x174. Agrium. 28(2). DOI: 10.30596/Agrium.V28i2.23187, 28(2).
Kementerian Pertanian, S. J. 2024. Outlook Cabai. Pusat data dan sistem informasi pertanian sekretariat jenderal kementerian pertanian 2024.
Pratantie, E. M., Bintoro, V. P., & Dwiloka, B. 2021. Isolasi enzim amilase dari kecambah kacang tunggak (Vigna unguiculata). Jurnal Ilmiah Teknosains, 7(1). DOI: Https://Doi.Org/10.26877/Jitek.V7i1/Mei.8359, 7(1).
Purnamasari, I., Ifah, A. Al, & Prasetya, B. 2025. Pengaruh metode ekstraksi dan pengeringan terhadap viabilitas benih mentimun (Cucumis sativus L.). Agroteknika, 8(3), 509-522. Https://Doi.Org/10.55043/Agroteknika.V8i3.530, 8(April), 509–522.
Purwanti, N. H. 2022. Kualitas benih cabai rawit pada perbedaan warna pemanenan buah, metode ekstraksi dan lama penyimpanan. Bulletin Agroindustri, 48(1) DOI: Https://E-Journal.Intan.Ac.Id/Agroindustri/Article/View/21, 2–14.
Sharma, A., Shahzad, B., Kumar, V., & Kohli, S. K. 2019. Phytohormones regulate accumulation of osmolytes under abiotic stress. Biomolecules, 9: 285. DOI:10.3390/Biom9070285.
Sholihah, S. M., Banu, L. S., Nuraini, A., & Piguno, P. A. 2020. Kajian perbandingan analisa usaha tani serta produktivitas tanaman cabai rawit di dalam polibag dan di lahan pekarangan. Jurnal Ilmiah Respati, 11(1) : 2622-9471 DOI: Https://Doi.Org/10.52643/Jir.V11i1.844, 11(1).
Singh, P., Chatterjee, A., Bhatia, V., & Prakash, S. 2018. Application of laser biospeckle analysis for assessment of seed priming techniques. ArXiv, 8; 1-22. Https://Doi.Org/10.48550/ArXiv.1811.00324, 1–22.
Syafii, M., Ade, R., & Umam, C. 2024. Efek giberelin (GA3) terhadap perkecambahan dan parameter pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frustescens L.). Journal of Science and Technology, 17(3): 428-436. DOI: Https://Doi.Org/10.21107/Rekayasa.V17i3.27902, 17(3), 428–436.
Zarah, A. U., Anwar, S., & Rosyida. 2023. Pengaruh aplikasi bio-invigorasi dan lamanya perendaman benih kedaluwarsa pada pertumbuhan dan hasil cabai rawit (Capsicum frutescens L .). Jurnal Agro,10(2),293-308. Https://Doi.Org/10.15575/26837, 10(2), 293–308.