Hubungan Asuhan Antenatal terhadap Kejadian Stunting

Main Article Content

Ahda Triani Ifu
Hermiaty Nasaruddin
Muhammad Wirawan Harahap
Masita Fujiko M.Said
Abdi Dwiyanto Putra Samosir

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama pada balita di Indonesia, dengan prevalensi yang cenderung meningkat di beberapa wilayah, termasuk Sulawesi Selatan. kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kesehatan jangka panjang anak. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi anak adalah kualitas asuhan antenatal. Pelayanan antenatal yang tidak sesuai standar terbukti meningkatkan risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keteraturan asuhan antenatal yang dilakukan ibu selama kehamilan, untuk mengetahui kejadian stunting pada balita, serta untuk menganalisis hubungan antara asuhan antenatal dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menunjukkan bahwa hanya 27,5% ibu yang melakukan asuhan antenatal secara teratur sesuai standar. Kejadian stunting pada balita masih tinggi yaitu sebesar 62,5%. Terdapat hubungan signifikan antara keteraturan asuhan antenatal dengan kejadian stunting (p = 0,000)), di mana ketidakteraturan kunjungan meningkatkan risiko gangguan gizi tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa keteraturan asuhan antenatal berperan penting dalam mencegah stunting. Ibu yang tidak melakukan kunjungan antenatal secara teratur memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan gangguan gizi, sehingga pemenuhan pelayanan antenatal sesuai standar perlu diperkuat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ifu, A. T., Nasaruddin , H. ., Harahap, M. W. ., M.Said , M. F. ., & Samosir, A. D. P. (2026). Hubungan Asuhan Antenatal terhadap Kejadian Stunting. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 8(2), 1099 –. https://doi.org/10.33084/bjmlt.v8i2.12250
Section
Articles

References

Alifariani, A. (2025) ‘Meta Analisis: Pengaruh Kunjungan ANC Terhadap Kejadian Wasting’, MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(1), pp. 144–150. Available at: https://doi.org/10.60126/maras.v3i1.691.

Buraini (2023) ‘Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023’, Skripsi [Preprint].

Eva Lestari, Zahroh Shaluhiyah and Mateus Sakundarno Adi (2023) ‘Intervensi Pencegahan Stunting pada Masa Prakonsepsi : Literature Review’, Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(2), pp. 214–221. Available at: https://doi.org/10.56338/mppki.v6i2.2994.

Hamid, N.A., Pakhri, A. and Adam, A. (2021) ‘Kunjungan Antenatal Care (ANC) Dengan Kejadian Stunting Pada Bayi Usia 6-23 Bulan’, Media Gizi Pangan, 28(2), pp. 57–63.

Hapsari, A., Fadhilah, Y. and Wardani, H.E. (2022) ‘Hubungan kunjungan antenatal care dan berat badan lahir rendah terhadap kejadian stunting di kota Batu’, Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(2), pp. 108–114.

Hardianti, U., Yusran Amir, M. and Balqis (2013) ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Mutu Pelayanan Antenatal Di Puskesmas Pattingallong Kota Makassar’, Jurnal AKK, 2(2), pp. 35–41.

Hutasoit, M., Utami, K.D. and Afriyliani, N.F. (2020) ‘Kunjungan antenatal care berhubungan dengan kejadian stunting’, Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 11(1), pp. 38–47.

Ika Wahyu Ningsih et al. (2025) ‘Hubungan Kunjungan Antenatal Care dan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan’, Gema Bidan Indonesia, 14(1), pp. 133–140. Available at: https://doi.org/10.36568/gebindo.v13i4.239.

Laksana, A.M.A.B.I. (2024) ‘Hubungan Antenatal Care Yang Dilakukan Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada’, 5(September), pp. 9458–9468.

Laura, C., Hutasoit, E.S.P. and Eyanoer, P.C. (2021) Hubungan Usia Ibu Hamil, Paritas Dan Kunjungan Asuhan Antenatal Dengan Kejadian Preeklampsia, Jurnal Kedokteran Methodist.

Marniyati, L., Saleh, I. and Soebyakto, B.B. (2016) Pelayanan Antenatal Berkualitas dalam Meningkatkan Deteksi Risiko Tinggi pada Ibu Hamil oleh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sako, Sosial, Sei Baung dan Sei Selincah di Kota Palembang, JANUARI.

Mujahidah (2020) ‘Hubungan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Stunting Pada Anak Berusia 0 –24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Patimpeng Kabupaten Bone Tahun 2020’, Skripsi, pp. 1–7.

Prawesti, K. (2018) ‘Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wasting Pada Balita Usia 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Piyungan’, Skripsi [Preprint].

Rini, I.N., Sriyono, G.H. and Supriyadi, B. (2023) ‘Hubungan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care K6 dengan Terjadinya Komplikasi Kehamilan’, Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), pp. 1219–1226. Available at: https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1756.

Subair, H. (2024) ‘Gambaran dan Analisis Deteksi Dini Balita Wasting pada Satuan Paud Masagena’, Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal, 2(8), pp. 639–644. Available at: https://doi.org/10.57185/mutiara.v2i8.234.

Sutarto, Mayasari, D. and Indriyani, R. (2018) ‘Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya’, 5(1), pp. 540–544.

Triveni, T. (2020) ‘Kunjungan ANC dan Pendapatan Orang Tua Terhadap Kejadian Wasting Pada Balita Usia 0-59 Bulan’, Prosiding Seminar Kesehatan Perintis, 3(1), p. 115.