Pengaruh Media Booklet Sebagai Promosi Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kecacingan pada Balita di Puskesmas Antang Perumnas
Main Article Content
Abstract
Kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) masih jadi permasalahan kesehatan pada balita di Indonesia dan berdampak jangka panjang terhadap gizi, tumbuh kembang, dan kognitif anak. Di wilayah Puskesmas Antang Kota Makassar, kasus kecacingan pada anak masih cukup tinggi. Pencegahan memerlukan peningkatan pengetahuan ibu melalui promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Media booklet digunakan sebagai sarana edukasi yang praktis dan informatif. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi profil responden berdasarkan latar belakang pendidikan dan pekerjaan ibu, sekaligus mengukur efektivitas media booklet dalam meningkatkan pemahaman mengenai infeksi cacing balita di wilayah kerja Puskesmas Antang, Makassar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment (pretest–posttest control group), penelitian menemukan bahwa mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan menengah atas (SMA). Secara statistik, terdapat peningkatan signifikan pada rerata skor pengetahuan kelompok intervensi setelah pemberian edukasi via booklet (p < 0,005), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Skor pengetahuan kelompok intervensi juga lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, mengonfirmasi bahwa intervensi melalui media booklet secara nyata meningkatkan skor pengetahuan responden terkait kecacingan. Secara praktis, media ini terbukti efektif sebagai alat promosi kesehatan yang mampu mendorong pemahaman ibu tentang pencegahan dini penyakit cacingan pada balita di lingkungan Puskesmas Antang Kota Makassar.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Amalia, R., Fattah, N., Susilo, W., Arfah, A. I., & Syamsu, R. F. (2022). Karakteristik personal hygiene sanitasi lingkungan infeksi kecacingan pengangkut sampah TPA Manggala Antang. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(2), 93–102.
Fadila, A. R., & Kurniasari, R. (2022). Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Media Terhadap Peningkatan Pengetahuan dalam Upaya Pencegahan Obesitas pada Remaja di MTs Al-Khairiyah. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 6(2), 113–119.
Fakhruddin, F., Wirastuti, A., Molidia, S. R., Dermawan, A., Rommy, R., Ajwad, M. N., Anisya, K., Deisberanda, F. S., Salsabela, S., & Aqsa, K. D. (2025). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan dan Pengobatan Cacingan Sejak Dini. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Masyarakat (JIPengMas), 5(2), 69–76.
Fruitasari, M. K. F., & Srimiyati, S. (2024). Penerapan Senam Aerobik untuk Menurunkan Gejala Menopause pada Wanita Menopause. Jurnal Ventilator, 2(3), 24–33.
Lestari, D. L. (2022). Infeksi soil transmitted helminths pada anak. Scientific Journal, 1(6), 426–436.
Maâ, A., Purwanti, L. E., & Sukamto, F. I. (2020). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun. Health Sciences Journal, 4(1), 142.
Muharrina, C. R., Zuhkrina, Y., & Junita, I. (2021). Hubungan Dukungan Suami dan Peran Petugas Kesehatan dengan Kelengkapan Kunjungan Antenatal Care (ANC) pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Aceh Medika, 5(2), 69–78.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 193.
Novianty, S., Pasaribu, H. S., & Pasaribu, A. P. (2018). Faktor risiko kejadian kecacingan pada anak usia pra sekolah. Journal Of The Indonesian Medical Association, 68(2), 86–92.
Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2017). Hubungan sikap dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada anak baru masuk Sekolah Dasar di kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523–529.
Organization, W. H. (2022). Health literacy development for the prevention and control of noncommunicable diseases: Volume 4. Case studies from WHO National Health Literacy Demonstration Projects. World Health Organization.
Owa, K., Sekunda, M. S., & Bedho, M. (2024). Faktor Risiko Infeksi Kecacingan pada Anak Pra Sekolah di Kabupaten Ende. Optimal Nursing Journal.
Rachmawati, R. P., & SETIAWATI, D. (2018). PENGEMBANGAN MEDIA BOOKLET KETERAMPILAN MEMBACA DALAM LAYANAN INFORMASI BAGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 KEDIRI. Jurnal BK UNESA, 8(2).
Subair, H., Hidayanti, H., & Salam, A. (2019). Gambaran Kejadian Kecacingan (Soil Transmitted Helminth), Asupan Vitamin B12 Dan Vitamin C Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Kota Makassar. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition), 8(1).
Tumiwa, M. J., Kandou, G. D., & Kepel, B. J. (2021). Aspek nonfarmakologis pengobatan albendazol pada cacingan: Review Sistematis. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 2(2), 1–13.
Widjana, D. P., & Sutisna, P. (2000). Prevalence of soil-transmitted helminth infections in the rural population of Bali, Indonesia. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health, 31(3), 454–459.