KARAKTERISASI KANDUNGAN HARA PUPUK ORGANIK PADAT BERBASIS LIMBAH NANAS DAN KOTORAN TERNAK DI KABUPATEN KUTAI TIMUR
Main Article Content
Abstract
Pemanfaatan limbah organik yang berasal dari limbah kulit nanas serta kotoran ternak seperti sapi dan ayam memiliki berpotensi tinggi sebagai pupuk organik, karena mampu meningkatkan kandungan unsur hara tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan hara pada kombinasi limbah nanas dan kotoran hewan yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Karya Mandiri di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Penelitian dilakukan melalui analisis laboratorium terhadap sampel pupuk organik padat untuk mengukur parameter kimia utama, yang selanjutnya dibandingkan dengan standar mutu pupuk organik berdasarkan SNI 7763:2024. Secara umum, pupuk organik yang dihasilkan memiliki potensi sebagai sumber hara alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan C-organik sebesar 32,20%, yang mengindikasikan tingginya bahan organik dalam pupuk. Nilai pH sebesar 7,15 tergolong netral dan sesuai untuk mendukung ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Kandungan fosfor total (P₂O₅) sebesar 4,09% dan kalium (K₂O) sebesar 3,65% menunjukkan bahwa pupuk ini cukup kaya akan unsur hara makro esensial. Namun, kandungan nitrogen (N) tidak terdeteksi (di bawah batas deteksi 0,01%), sehingga rasio C/N tidak dapat dihitung. Kadar air tercatat sebesar 35,56%, yang masih relatif tinggi dan dapat mempengaruhi stabilitas serta daya simpan pupuk.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Adenora, N. (2021). Perbandingan Nilai Derajat Kepadatan Tanah Metode Standard Proctor dengan Alat Uji Tekan Modikasi dan Uji Sand Cone di Lapangan Pengertian tanah sudah sangat umum dan luas , dalam ilmu teknik sipil dapat diartikan bahwa tanah merupakan material yang terdi. JRSDD, 9(4), 739–748.
Afandi N F, Siswanto Bambang, Nuarini Yulia. (2015). Pengaruh Pemberian berbagai Jenis Bahan organik Terhadap Sifat Kimia Tanahpada Pertumbuhan dan produksi Tanamanubi Jalar Di Entisol Ngrangkahpawon, Kediri. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 2(2), 237–244.
Aisah Nuki, Aini N S, Dermiyati, Arif Syamsul M.A, Setiawati A R, Prasetyo Dedy, dan Lumbanraja Jamalam. (2024). Respirasi Dan Biomassa Karbon Mikroorganisme (C-Mik) Tanah Akibat Sistem Olah Tanah Dan Pemupukan Pada Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Musim Tanam Ke-8. Jurnal Agrotek Tropika, 12(2), 447–460. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23960/jat.v12i2.8930
Dadat Mashudi, Oki Imanudin, Aaf Falahudin. (2023). Karakteristik Pupuk Organik Berbahan Dasar Limbah Peternakan Sapi Potong Di Kelompok Ternak Banteng Tani Di Kecamatan Losarang Kabupaten. Tropical Livestock Science Journal, 1(April), 57–66. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/tlsj/article/view/4783/2771
Dewi, M. N., Guntama, D., Perdana, R., & Fauzan, M. (2022). Pengaruh Waktu Fermentasi Dan pH Terhadap Kandungan Nitrogen , Kalium , dan Fosfor Dalam Pupuk Cair Organik dari Limbah Kulit Pisang ( Musa Paradisiacal ). Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 6(1), 27–32.
Ferdiansyah Suli & Sembiring Meriksa. (2025). Respon Pupuk Organik Dari Beberapa Kotoran Ternak Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Pakchong (Pennisetum Purpureum Cv. Thailand) Sebagai Pakan Ternak. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(2), 1405–1416. https://doi.org/https://doi.org/10.53625/jirk.v5i2.10610
Pratiwi, E. E., Sumbari, A. I., Lestari, S. U., & Ibrahim, R. (2025). Pemberdayaan Kelompok Tani Senyerang Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Nanas. Jdistira, 5(1), 4–8. https://doi.org/10.58794/jdt.v5i1.1358
Saputra, A., Sari, R. N., Nazari, A. P. D., & Sulichantini, E. D. (2025). Pengaruh Larutan Mikroorganisme Lokal Dari Limbah Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Tegak. Jurnal Daun, 12(2). https://doi.org/https://doi.org/10.33084/daun.v12i2.10937
Singgih Bambang & Yusmiati. (2018). Pemanfaatan Residu/Ampas Produksi Biogas Dari Limbah Ternak (Bio-Slurry) Sebagai Sumber Pupuk Organik. Junal Kelitbang, 06(02), 139–148. http://journalbalitbangdalampung.org
Tirta Salim S, Dafni Mawar Tarigan, Razean Haireen M.R. (2025). Pengaruh Pemberian Pupuk Npk 15:15:15 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selasih (Ocimum Basilicum), Mint (Mentha Spp) Dan Sambung Nyawa (Gynura Procumbens). Jurnal Agrotek, 9(1), 66–81. Zebua, T., Gulo, S. M., & Gulo, S. S. (2025). Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Kualitas Tanah. Junal Kajian Ilmu Pertanian Dan Perkebunan, 2(1). https://doi.org/https://doi.org/10.62951/flora.v2i1.268