Pengaruh Pupuk Majemuk Mikro dan N, P, K terhadap Mn Total Tanah, Pertumbuhan pada Inceptisols

Main Article Content

Riky Risman
Emma Trinurani Sofyan
Rina Devnita

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya masih dipengaruhi oleh rendahnya kesuburan tanah dan ketidakseimbangan unsur hara, terutama pada tanah InceptisolsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk majemuk mikro yang dikombinasikan dengan pupuk N, P, K terhadap Mn total tanah dan pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Inceptisols asal Jatinangor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, NPK rekomendasi, kombinasi pupuk majemuk mikro dengan NPK rekomendasi, serta kombinasi pupuk majemuk mikro dengan ¾ dosis NPK rekomendasi. Pengamatan meliputi Mn total tanah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan jumlah cabang. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk mikro dan N, P, K berpengaruh nyata terhadap Mn total tanah dan pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan E (1½ pupuk majemuk mikro + NPK rekomendasi) menghasilkan Mn total tanah tertinggi sebesar 2,010 ppm. Sementara itu, perlakuan F (1 pupuk majemuk mikro + ¾ NPK rekomendasi) memberikan hasil pertumbuhan terbaik, meliputi tinggi tanaman 100,51 cm, diameter batang 1,51 cm, jumlah daun 45,04 helai, dan jumlah cabang 22,13 cabang pada umur 49 HST. Kombinasi pupuk majemuk mikro dengan pengurangan dosis N, P, K hingga ¾ rekomendasi mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan unsur hara sehingga mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman tomat secara optimal pada tanah Inceptisols asal Jatinangor.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Risman, R., Sofyan, E. T., & Devnita, R. (2026). Pengaruh Pupuk Majemuk Mikro dan N, P, K terhadap Mn Total Tanah, Pertumbuhan pada Inceptisols. Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian Dan Kehutanan, 13(1), 62–70. https://doi.org/10.33084/daun.v13i1.13024
Section
Articles

References

Aulia, R., Firmansyah, E., & Nugraha, A. (2025). Pengaruh keseimbangan unsur hara makro terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hortikultura. Ilmu Tanah Jurnal Agronomi Indonesia, 53(1), 45–53.

Asie, M., Pratama, R., & Yuliani, D. (2025). Peran mangan dalam metabolisme dan peningkatan kualitas hasil tanaman tomat. Jurnal Nutrisi Tanaman, 18(2), 88–96.

Badan Pusat Statistik. (2024). Produksi tanaman sayuran di Indonesia tahun 2022–2023. Badan Pusat Statistik

Bohu, T., Li, X., & Zhang, Y. (2016). Soil microbial activity and manganese transformation in agricultural soils. Applied Soil Ecology, 98, 146–154.

Dewanto, F. G., Londok, J. J. M. R., Tuturoong, R. A. V., & Kaunang, W. B. (2013). Pengaruh pemupukan anorganik dan organik terhadap produksi tanaman jagung sebagai sumber pakan. Jurnal Zootek, 32(5), 1–8.

Dewi, K. (2018). Kandungan gizi dan manfaat tomat bagi kesehatan. Jurnal Pangan dan Gizi, 9(1), 45–52.

Fageria, N. K. (2009). The use of nutrients in crop plants. CRC Press, Boca Raton, FL, pp. 125–164.

Firmansyah, E., Sumarni, N., & Kurnia, A. (2017). Pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat. Jurnal Hortikultura Indonesia, 8(3), 210–218.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of crop plants. Iowa State University Press, Ames, IA, pp. 187–208.

Gomez, K. A., & Gomez, A. A. (2007). Statistical procedures for agricultural research (2nd ed.). John Wiley & Sons, New York, NY, pp. 97–107.

Gustaman, R. (2024). Peranan unsur kalium terhadap pembentukan jaringan batang tanaman tomat. Jurnal Agroekoteknologi, 12(1), 66–74.

Hanafiah, K. A. (2014). Dasar-dasar ilmu tanah. Rajawali Pers, Jakarta, pp. 203–214.

Hardjowigeno, S. (2012). Ilmu tanah. Akademika Pressindo, Jakarta, pp. 221–228.

Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2016). Soil fertility and fertilizers: An introduction to nutrient management (8th ed.). Pearson Education, New York, NY, pp. 233–275.

Hänsch, R., & Mendel, R. R. (2009). Physiological functions of mineral micronutrients (Cu, Zn, Mn, Fe, Ni, Mo, B, Cl). Current Opinion in Plant Biology, 12(3), 259–266.

Homayoonzadeh, M., Rahimi, A., & Karimi, H. (2022). Effect of micronutrient fertilizers on vegetative growth of tomato plants. Journal of Plant Nutrition, 45(9), 1354–1363.

Jayara, P., Lestari, D., & Saputra, H. (2021). Ketidakseimbangan unsur hara terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Tanah dan Iklim, 45(2), 101–109.

Jing, L., Zhao, X., & Wang, Y. (2025). Balanced fertilization improves growth and yield of tomato. Scientia Horticulturae, 340, 113–121.

Kurniawan, A., Fitriani, D., & Ramadhan, M. (2020). Pengaruh intensitas hujan terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. Jurnal Agromet Indonesia, 34(1), 55–63.

Lingga, P., & Marsono. (2013). Petunjuk penggunaan pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta, pp. 45–67.

Liu, H. (2021). Roles of N, P, and K fertilization on tomato growth and productivity. Agronomy Journal, 113(4), 2781–2790.

Marschner, P. (2012). Marschner’s mineral nutrition of higher plants (3rd ed.). Academic Press, London, pp. 315–330.

Mugiyanto, & Nugroho, B. (2000). Pengaruh kelembapan udara terhadap pertumbuhan dan penyakit tanaman tomat. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 6(2), 89–96.

Nendissa, J., Hidayat, T., & Prabowo, D. (2025). Peran mangan terhadap aktivitas enzim dan metabolisme nitrogen tanaman. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika, 7(1), 24–31.

Nopriani, D., Yuniarti, A., & Kurniawan, R. (2023). Pengaruh aktivitas mikroba terhadap kelarutan mangan dalam tanah masam. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 155–164.

Nursyami, D., & Suryadi, M. E. (2000). Pengaruh perubahan potensial redoks terhadap kelarutan Fe dan Mn tanah sawah. Jurnal Tanah dan Iklim, 18(1), 25–33.

Prasetyo, A., Hidayat, N., & Wulandari, S. (2019). Pengaruh unsur mikro terhadap aktivitas fisiologis dan pertumbuhan tanaman. Jurnal Agro, 6(2), 112–120.

Purnomo, A. (2024). Rekomendasi dosis pupuk majemuk mikro pada budidaya tomat. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(1), 40–48.

Rahman, M., Yusuf, A., & Hakim, L. (2022). Effect of macro and micronutrient fertilization on shoot branching of tomato plants. Asian Journal of Agriculture, 6(3), 99–107.

Rosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2002). Ilmu kesuburan tanah. Kanisius, Yogyakarta, pp. 89–115.

Saputra, R., Wicaksono, A., & Lestari, P. (2021). Pengaruh kondisi lingkungan terhadap pertumbuhan awal tanaman tomat. Jurnal Hortikultura Tropika, 4(2), 77–85.

Seran, T. H. (2017). Toxicity effect of manganese on plant growth and nutrient uptake. International Journal of Scientific Research, 6(8), 112–118.

Sitompul, S. M., & Guritno, B. (1995). Analisis pertumbuhan tanaman. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, pp. 73–95.

Subagyo, H., Suharta, N., & Siswanto, A. B. (2004). Tanah-tanah pertanian di Indonesia. Dalam A. Adimihardja et al. (Eds.), Sumber daya lahan Indonesia dan pengelolaannya (pp. 21–66). Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Syekhfani. (2013). Kesuburan tanah dan pemupukan. Universitas Brawijaya Press, Malang, pp. 144–152.

Wibowo, A., Prasetya, B., & Yuniarti, A. (2020). Pengaruh kombinasi pupuk makro dan mikro terhadap pertumbuhan vegetatif tomat. Jurnal Produksi Tanaman, 8(4), 325–333.

Yuliana, R., Kusumawati, E., & Putra, A. (2023). Hubungan jumlah daun dengan pembentukan bunga dan buah tomat. Jurnal Hortikultura Indonesia, 14(2), 97–105.

Yuniarti, A., Damayani, M., & Nur, D. M. (2019). Karakteristik kimia tanah Inceptisol dan pengelolaannya untuk pertanian. Jurnal Agroekoteknologi, 11(2), 95–103.

Yusnita, D., Hidayat, S., & Kurniawan, F. (2022). Percabangan tanaman tomat dan hubungannya terhadap pembentukan buah. Jurnal Pertanian Tropik, 9(1), 56–64.