Fenomena Diglosia Pada Tuturan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Phenomenon of Diglossia in Student Communication Utterances at The Institute of Islamic Palangka Raya

Authors

  • Syarah Veniaty Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i1.1887

Keywords:

Diglosia, Bahasa Tinggi, Bahasa Rendah

Abstract

Fenomena diglosia merupakan situasi penggunaan ragam bahasa yang secara bersama-sama atau bergantian dalam satu proses komunikasi. Ciri komunikasi yang termasuk ke situasi diglosia atau diglostik adalah saat ragam bahasa tinggi (T) digunakan bersamaan dengan ragam bahasa rendah (R) oleh sekelompok penutur bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fenomena diglosia yang terjadi di kalangan mahasiswa IAIN Palangka Raya dalam proses belajar-mengajar. Objek penelitian adalah tuturan mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan metode pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data melalui teknik padan referensial dan translasional. Sedangkan penentuan maknanya menggunakan metode kontekstual. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa situasi penggunaan bahasa pada mahasiswa IAIN Palangka Raya mengalami situasi diglostik, yakni penggunaan dua variasi bahasa Indonesia, yakni bahasa Indonesia baku atau bahasa Indonesia ragam tinggi (H:) dan bahasa Indonesia tidak baku yang bercampur bahasa daerah sebagai ragam rendah (L:) dalam proses pembelajaran. Dua variasi bahasa yang memiliki masing-masing peranan ini digunakan bersamaan atau bergantian oleh mahasiswa pada saat pembelajaran di IAIN Palangka Raya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Syarah Veniaty, Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

References

Ammah, Erisy Syariwil dan Sudarsri Lestari, 2020, Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi, Banyuwangi: LPPM Agama Islam Ibrahimy Genteng
Anggito, Albi dan Johan Setiawan, 2018, Metodologi Penelitian Kualitatif, Sukabumi:CV Jejak.
Fishman, Joshua A., 1967, “Bilingualism with and without Diglossia; Diglossia with and without Bilingualism”. Journal of Social Issues, The Society for the Psychological Study of Social Issues, Washington DC, Vol. 23 (2), April, pp. 29-38
Gunarwan, Asim, 2001, Indonesian and Banjarnese Malay among Bajarnese ethnics in Banjarmasin City: a Case of Diglossia Leakage? Makalah pada Simposium International V tentang Linguistik Melayu/Indonesia. Leipzig, Jerman, 17-17 Juni 2001.
Gunarwan, Asim, 2001, Makalah “Peran Bahasa sebagai Pemersatu Bangsa” dalam Kajian serba linguistik: untuk Anton Moeliono: pereksa bahasa, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Manuaba, I.B. Putra, 2019, Wacana Bahasa dan Sastra, Surabaya:Airlangga University Press.
Moeliono, Anton M., 2002, Telaah Bahasa dan Sastra, Cetakan ke-2, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Purtina, Arna. 2020. Faktor Penghambat Ekstern Penerapan Program MYOB sebagai Sumber Belajar Dalam Pembelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI Di SMKN 2 Palangka Raya. Jurnal Neraca 5(2): 47-52.
Setyawan, Dedy & Agung Riadin. 2020. Implementasi Model Pembelajaran Direct Instruction (DI) Berbantuan Media Audiovisual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Peserta Didik Kelas V SDN-1 Langkai Palangka Raya. Pedagogik: Jurnal Pendidikan 15(1): 1-9.
Sudaryanto, 1993, Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitan Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Yendra, 2018, Mengenal Ilmu Bahasa (Linguistik), Yogyakarta:Penerbit Deepublish.
Yule, Ge orge, Penerjemah: Astry Fajria, 2018, Kajian Bahasa, edisi ke-5, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2021-03-31

How to Cite

Veniaty, S. (2021). Fenomena Diglosia Pada Tuturan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya: Phenomenon of Diglossia in Student Communication Utterances at The Institute of Islamic Palangka Raya. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 16(1), 12–24. https://doi.org/10.33084/pedagogik.v16i1.1887