Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 2024 The Relationship Between Environmental Sanitation and Incidence Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the Work Area UPTD Menteng Health Center Palangka Raya City Year 2024
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama didaerah tropis dan sub-tropis, tidak terkecuali Indonesia yang merupakan negara beriklim tropis dan juga merupakan salah satu negara endemis Demam Berdarah Dengue. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue yaitu faktor Triad Epidemiologi yaitu Agent, Host, dan Environment. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil uji Chi-Square tempat penampungan air dengan nilai p-value 0,768 dan sistem pengelolaan sampah dengan nilai p-value 0,905 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Hasil uji Chi-Square kondisi lingkungan rumah dengan nilai 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara variabel tersebut dengan kejadian demam berdarah dengue. Kesimpulan: Terdapat 56 responden menderita kejadian DBD berjumlah 30 orang (53,6%) dan yang tidak menderita kejadian demam berdarah dengue berjumlah 26 orang (46,4%). Tidak adanya hubungan antara tempat penampungan air dan sistem pengelolaan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue, adanya hubungan antara kondisi lingkungan rumah dengan kejadian kejadian demam berdarah dengue Menambah pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue khususnya hal-hal yang harus diperhatikan di lingkungan sekitar rumah agar tidak tejadi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Anggraini, S. 2018. Hubungan keberadaan jentik dengan kejadian DBD di Kelurahan Kedurus Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan: 10(3), pp. 252–258.
Balqis, N. 2023. Hubungan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan kejadian DBD (demam berdarah dengue). Jurnal Sains Riset (JSR): (September), pp. 583–589.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. 2023. Data Penderita DBD Kota Palangka Raya Tahun 2023’, (1), pp. 1–2.
Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya. 2022. Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2022.
Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah .2023. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kurniaty, N. F. 2023. Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Praktik Manajemen Lingkungan Dalam Keluarga Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bulian Tahun 2023. Repository Universitas Jambi, 4(1), pp. 88–100.
Maitela, T. and Widayani, P. 2019. Monitoring Kejadian Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Bumi Indonesia.
Purdianingrum, J. 2017. Hubungan Praktik Buang Sampah dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat: 5(5), pp. 690–695.
Sunarya, A. 2019. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2019. 53(1), pp. 1689-1699.
Wijirahayu, S. and Sukesi, T.W. 2019. Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia:18(1), p. 19. doi:10.14710/jkli.18.1.19-24.