Teknik Pemeriksaan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) pada Kasus Stenosis Right Coronary Artery (RCA) Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Examination Technique in Right Coronary Artery (RCA) Stenosis Cases
Main Article Content
Abstract
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu terapi invasif minimal untuk mengatasi penyumbatan arteri koroner adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Penanganan terhadap PJK yang signifikan secara hemodinamik, khususnya pada pasien dengan lesi berat di satu pembuluh koroner utama (single vessel disease). Dalam kasus ini, pasien mengalami stenosis difus dengan lesi di segmen mid dari Right Coronary Artery (RCA). Prosedur dilakukan melalui akses radialis kanan dan dilakukan pemasangan satu buah stent di mid-RCA. Dilakukan teknik double wiring ke arah PDA dan PL untuk stabilisasi lesi. Tindakan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dan stenosis signifikan RCA membutuhkan beberapa persiapan dari kondisi pasien sampai alat dan bahan yang diperlukan saat tindakan. Peran Radiografer juga dibutuhkan dalam tindakan pemeriksaan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dengan stenosis yang signifikan di pembuluh darah RCA. Dalam tindakan ini radiografer juga perlu mempersiapkan tindakan sebelum maupun sesudah tindakan, mulai dari register pasien, pengoperasian alat untuk memastikan gambar angiografi jelas dan informatif untuk membantu diagnosis yang akurat hingga pelaporan hasil tindakan. Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai prosedur tindakan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dengan stenosis signifikan di pembuluh darah RCA dan pentingnya peran radiografer dalam SKKNI dan di lapangan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Libby, P., Ridker, P. M., & Hansson, G. K. 2019. Inflammation in atherosclerosis: from pathophysiology to practice. Journal of the American College of Cardiology, 74(12),1591-1610. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2019.07.009
Lee SW, Lee PH, Ahn JM, Park DW, Yun SC, Han S, et al. Randomized trial evaluating percutaneous coronary intervention for the treatment of chronic total occlusion. Circulation. 2019 Apr 2;139(14):1674–1683. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.118.031313.
Neumann, F. J., Sousa-Uva, M., Ahlsson, A., et al. 2019. 2018 ESC/EACTS Guidelines on myocardial revascularization. European Heart Journal, 40(2), 87–165. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehy394
World Health Organization. 2021. Cardiovascular diseases (CVDs) factsheet. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact- sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)
Levine, G. N., Bates, E. R., Bittl, J. A., et al. 2016. 2016 ACC/AHA guideline focused update on duration of dual antiplatelet therapy in patients with coronary artery disease. Journal of the American College of Cardiology, 68(10), 1082–1115. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2016.03.513
Tatlisu MA, Mustafa A, Sahin DY, Kozan S, Ozcan I, Aksu HU, et al. Successful percutaneous coronary intervention for chronic total occlusion via the radial artery. North Clin Istanb. 2018 Mar 27;5(2):160–162. doi:10.14744/nci.2017.20092.
Harselia, S. 2018. Tindakan Percutaneous Coronary Intervention Pada Pasien Stenosis Arteri Koroner Kanan. ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia), 3(1), 186–191. https://doi.org/10.22236/arkavi.v3i1.3687
Tajti P, Brilakis ES. Chronic total occlusion percutaneous coronary intervention: evidence and controversies. J Am Heart Assoc. 2018 Jan 23;7(2): e006732. doi:10.1161/JAHA.117.006732.
Hiswara, E. 2020. Dosis Radiasi Pekerja dan Pasien Pada Prosedur Intervensi Di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 9(1), 39. https://doi.org/10.25077/jka.v9i1.1182
Sartika, M., & Pujiastuti, R. A. 2020. Analisis Tingkat Kecemasan Pasien yang akan Menjalani Tindakan Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Omni Pulomas Jakarta Timur. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 1(1),1–9. http://www.jurnal.umitra.ac.id/index.php/JIKSI/article/view/377/266