Peran Lensometer dalam Meningkatkan Akurasi Pengukuran Kekuatan Lensa dalam Praktikum Klinik Optik I di ARO Gapopin Tahun 2025 The Role of the Lensometer in Improving the Accuracy of Lens Power Measurement in Clinical Optics Practicum I at ARO Gapopin in 2025
Main Article Content
Abstract
Ketelitian dalam mengukur kekuatan lensa merupakan keterampilan mendasar dalam pendidikan refraksi optik yang perlu diasah secara sistematis. Lensometer digunakan sebagai alat bantu utama dalam mengidentifikasi parameter optik lensa, termasuk kekuatan sferis, silindris, dan sumbu, yang menjadi dasar dalam penyusunan resep korektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penggunaan lensometer mampu meningkatkan akurasi pengukuran mahasiswa dalam kegiatan praktikum. Penelitian dilakukan secara kuantitatif deskriptif terhadap mahasiswa semester empat pada mata kuliah Praktikum Klinik Optik 1 di Akademi Refraksi Optisi dan Optometri Gapopin, Jakarta. Hasil pengukuran mahasiswa dibandingkan dengan nilai lensa standar, serta disertai penyebaran kuesioner untuk menilai persepsi terhadap kemudahan dan ketepatan penggunaan alat. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan lensometer secara berulang dan dibarengi dengan pembelajaran reflektif mampu meningkatkan tingkat ketepatan pengukuran mahasiswa terhadap parameter lensa korektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi penggunaan alat secara intensif dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman untuk mencapai kompetensi teknis yang optimal.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Jia, Z., Xu, K., & Fang, F. 2017. Measurement of spectacle lenses using wavefront aberration in real view condition. Optics Express, 25(18), 22125. https://doi.org/10.1364/oe.25.022125
Kaur, K., Gurnani, B., Nayak, S., Deori, N., Kaur, S., Jethani, J., Singh, D., Agarkar, S., Hussaindeen, J. R., Sukhija, J., & Mishra, D. 2022. Digital Eye Strain- A Comprehensive Review. Ophthalmology and Therapy, 11(5), 1655–1680. https://doi.org/10.1007/s40123-022-00540-9
Kolb, D. A. 1984. Experiential Learning: Experience as The Source of Learning and Development. Prentice Hall, Inc., 1984, 20–38. https://doi.org/10.1016/B978-0-7506-7223-8.50017-4
Malik, P., & Behera, S. 2024. The Transformative Power of Experiential Learning: Bridging Theory and Practice. The International Journal of Indian Psychology, 12(2), 55–63. https://doi.org/10.25215/1202.007
Mark Rosenfield, R. T. L. N. T. K. 2020. A double-blind test of blue-blocking filters on symptoms of digital eye strain. WORK, 65(2), 343–348.
Moore, P. A. 2023. Digital Eye Strain: Investigation and Optometric Management.
Moulakaki, A. I., Recchioni, A., Águila-Carrasco, A. J. Del, Esteve-Taboada, J. J., & Montés-Micó, R. 2017. Assessing the accommodation response after near visual tasks using different handheld electronic devices. Arquivos Brasileiros de Oftalmologia, 80(1). https://doi.org/10.5935/0004-2749.20170004
Mutali, M., & Zeppieri, M. 2023. Lensometry. November.
Rosenfield, M. 2011. Computer vision syndrome: A review of ocular causes and potential treatments. Ophthalmic and Physiological Optics, 31(5), 502–515. https://doi.org/10.1111/j.1475-1313.2011.00834.x
Wati, D. M. 2022. Persepsi Mahasiswa Dalam Penerapan E-Learning Pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Di Universitas Islam Riau Tahun Ajaran 2021/2022. Universitas Islam Riau.