Pendapatan Petani Kopi dan Peran Tengkulak di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tengkulak terhadap petani kopi, pertimbangan petani kopi menjual hasil panen kepada tengkulak, serta dampak penjualan kopi kepada tengkulak bagi petani kopi. Subjek pada penelitian adalah petani kopi yang terikat dengan tengkulak sedangkan objek pada penelitian ini adalah praktik tengkulak dalam penetapan harga kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada 10 orang petani kopi dan 3 tengkulak yang dipilih sebagai responden. Data dianalisis secara naratif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama tengkulak berperan penting dalam sistem pemasaran kopi sebagai penyedia modal, sebagai pembeli tetap, pembeli hasil panen, penentu harga, dan sekaligus perantara distribusi. Kedua, pertimbangan utama petani kopi menjual kepada tengkulak adalah petani merasa diuntungkan karena kemudahan, kecepatan dan tanpa biaya tambahan, kesepakatan lisan mengikat petani kepada tengkulak, ikatan utang menjadi faktor pengikat penjualan, faktor sosial dan budaya dalam relasi petani kopi dan tengkulak dan hubungan kepercayaan menjadi landasan transaksi dan juga menjual kepada tengkulak karena faktor keadaan bukan karena menguntungkan harga. Ketiga, penjualan kopi kepada tengkulak memberikan dampak keterbatasan menjual kepada pihak lain, ketidakstabilan harga kopi yang diterima petani, pemotongan utang hasil penjualan dan pendapatan bersih yang rendah. Mengingat temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan tengkulak berperan sentral sekaligus memperkuat ketergantungan ekonomi petani. Sehingga diperlukan penguatan kelembagaan koperasi dan akses pasar alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Any article on the copyright is retained by the author(s).
- Author grant the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share work with acknowledgment of the work authors and initial publications in this journal.
- Authors are able to enter into a separate, additional contractual arrangements for non-exclusive distribution of published articles of work (eg, post-institutional repository) or publish it in a book, with acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
References
Dewey, A. G. (2015). Peasant Marketing in Java. New York: The Free Press of Glencoe.
Fitriani, R., & Amalia, L. (2017). Perbedaan peran tengkulak dan agen dalam rantai distribusi kopi rakyat. Jurnal Manajemen Agribisnis, 5(1), 45–52.
Iskandar, R., & Kurniawan, B. (2022). Relasi sosial dan ketergantungan petani terhadap tengkulak di dataran tinggi Gayo. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(2), 97–109.
Lestinawati, E. (2025). Determinan keputusan petani kopi menjual ke tengkulak di Desa Sinar Marga Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten OKU Selatan. Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 10(1). 23-31.
Megasari, L.A. (2019). Ketergantungan petani terhadap tengkulak sebagai patron dalam kegiatan proses produksi pertanian (Studi di Desa Baye Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri).
Miranti, M., Istan, M., & Khudori, K.U. (2021). Preferensi masyarakat petani kopi Desa Lubuk Penyamun lebih memilih pembiayaan tengkulak. Institut Agama Islam Negeri Curup.
Nasution, A. R. (2018). Ketergantungan petani terhadap tengkulak dalam sistem permodalan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 6(2), 102–110.
Nasution, A., & Siregar, E. (2021). Ketimpangan harga kopi antara petani dan pasar: Studi kasus di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 134–142.
Putnam, R.D. (2000). “Economic Growth and Social Capital in Italy. “Pp.253-269 in P. Dasgupta & I. Serageldin, Social Capital; A Multifaceted Perspective. Wanghington, DC: World Bank.
Rahmawati, D., Handayani, N., & Suwondo, E. (2020). Peran tengkulak dalam sistem distribusi hasil pertanian kopi. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 6(1), 55–63.
Scott, J. C. (1976). Patron-client politics and political change in Southeast Asia. The American Political Science Review, 66(1), 91–113.
Suryani, A., & Irham, R. (2018). Asimetri informasi dan daya tawar petani kopi terhadap tengkulak. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 36(3), 222–231.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.
Ulfa, A. (2014). Peran tengkulak dalam pemasaran hasil pertanian di pedesaan. Jurnal Ekonomi Pertanian, 5(2), 44-53.