Persepsi dan Tantangan Mahasiswa Disabilitas Terhadap Aksesibilitas dan Pengembangan Kompetensi Digital dalam Lingkungan Akademik

Main Article Content

muhammad noor fitriyanto
Iqqonul Hakim
Ade Salahudin Permadi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi dan pengalaman nyata mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan akademik terkait aksesibilitas teknologi dan proses pengembangan kompetensi digital mereka. Studi ini didorong oleh kesadaran bahwa literasi digital merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan akademis dan kesiapan kerja di era saat ini, namun terdapat potensi signifikan dalam pengalaman mahasiswa penyandang disabilitas. Secara spesifik, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi (1) bagaimana mahasiswa penyandang disabilitas memandang tingkat aksesibilitas infrastruktur dan konten digital yang disediakan oleh perguruan tinggi mereka, dan (2) tantangan spesifik apa yang mereka hadapi saat berupaya meningkatkan keterampilan digital yang relevan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kritis bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan dan program inklusif yang lebih responsif terhadap kebutuhan beragam mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multilocale. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in depth interview) semi-terstruktur dengan sejumlah informan kunci yang terdiri dari mahasiswa dengan berbagai jenis disabilitas (misalnya, tunanetra, tunarungu, dan disabilitas fisik) yang terdaftar di beberapa perguruan tinggi inklusif di Indonesia. Selain wawancara, observasi partisipatif terbatas terhadap penggunaan teknologi digital dalam konteks perkuliahan, serta analisis dokumen kebijakan aksesibilitas digital kampus, juga dilakukan untuk triangulasi data. Data kualitatif yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan tema sentral yang muncul dari narasi pengalaman informan. Pendekatan etik dan kerahasiaan informan dijaga ketat selama seluruh proses penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, meskipun telah ada upaya formalisasi aksesibilitas di beberapa kampus, terdapat diskrepansi yang signifikan antara kebijakan dan implementasi praktisnya. Secara umum, siswa penyandang disabilitas memiliki persepsi positif mengenai pentingnya keterampilan digital untuk masa depan, tetapi mereka melaporkan tantangan aksesibilitas yang kompleks. Temuan utama menunjukkan tantangan yang meliputi: (1) Kurangnya dukungan perangkat lunak dan keras yang kompatibel dengan teknologi asistif mereka, (2) Keterbatasan materi pembelajaran digital yang tidak ramah penyandang disabilitas (misalnya, tidak adanya alt text pada gambar atau subtitle pada video), dan (3) Kurangnya pengetahuan dan kepedulian dari sebagian besar staf pengajar dalam mengintegrasikan teknologi secara inklusif. Secara kualitatif, siswa menyatakan bahwa pengembangan kompetensi digital mereka sering kali lebih bergantung pada inisiatif dan sumber daya pribadi daripada dukungan institusional,yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pengembangan keterampilan dan mempengaruhi partisipasi penuh mereka dalam lingkungan akademik.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
fitriyanto, muhammad noor, Iqqonul Hakim, & Ade Salahudin Permadi. (2026). Persepsi dan Tantangan Mahasiswa Disabilitas Terhadap Aksesibilitas dan Pengembangan Kompetensi Digital dalam Lingkungan Akademik. Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 11(1), 1–14. https://doi.org/10.33084/bitnet.v11i1.12029
Section
Articles

References

Alamri, A., & Tyler, S. (2020). Exploring the experiences of students with disabilities in online learning environments. Journal of Special Education Technology, 35(4), 265– 275.

Burgstahler, S. (2020). Creating inclusive learning opportunities in higher education: A universal design toolkit. Harvard Education Press.

Gronseth, S. L., & Dalton, E. M. (2020). Universal access through inclusive instructional design: International perspectives on UDL. Routledge.

Hollins, N., & Foley, A. R. (2023). The digital divide in higher education: Barriers to digital inclusion for students with disabilities. Journal of Postsecondary Education and Disability, 36(1), 45–58.

Kent, M., Ellis, K., Latter, N., & Tarwacka, A. (2020). The digital gap and higher education: Interpreting the disability perspective. Journal of Education Policy, 35(2), 1-18.

Mada, A., et al. (2021). Aksesibilitas layanan pendidikan tinggi bagi mahasiswa disabilitas di Indonesia. Jurnal Inklusi Pendidikan, 9(2), 120–135.

McNicholl, A., Casey, H., Desmond, D., & Gallagher, P. (2021). The impact of assistive technology use for students with disabilities in higher education: A systematic review. Disability and Rehabilitation: Assistive Technology, 16(2), 130–143.

Moriña, A. (2022). Faculty training for the inclusion of students with disabilities in higher education: A systematic review. Teaching and Teacher Education, 115, 103734.

Permenristekdikti Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus pada Perguruan Tinggi.

Raja, D. S., & Bridgman, R. (2020). Digital inclusion and disability: The role of policy and practice. International Journal of Information Systems and Social Change, 11(1), 1–15.

Sánchez-Gómez, M. C., et al. (2021). Digital competence and students with disabilities: A qualitative study in higher education. Education and Information Technologies, 26, 5500–5520.

Seale, J. (2020). E-learning and disability in higher education: Accessibility research and practice. Routledge.

Wadi, H., & Sulasmi, S. (2022). Strategi pengembangan kompetensi digital mahasiswa disabilitas di lingkungan universitas. Jurnal Pendidikan Khusus, 17(1), 89–102.

WebAIM. (2023). The WebAIM Million: An annual accessibility analysis of the top 1,000,000 home pages. https://webaim.org/projects/million/