Uji Parameter Spesifik Simplisia Umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah Specific Parameters Test of Sarang Semut Tubers Simplicia of Central Kalimantan
Main Article Content
Abstract
Umbi Sarang Semut asal Kalimantan Tengah dikenal dan dimanfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional diolah dalam bentuk seduhan dan rebusan. Secara empiris tumbuhan ini dipercaya dapat mencegah penyakit seperti asma, katarak, diabetes, rematik, migrain, wasir dan kangker. Simplisia umbi Sarang Semut asal Papua positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan polifenol, serta memiliki efek sebagai antibiotik dan antivirus untuk HIV dan herpes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran farmakognostik simplisia umbi Sarang Semut berdasarkan uji parameter spesifik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Metode yang digunakan dengan cara pengujian parameter simplisia umbi Sarang Semut. Hasil parameter spesifik simplisia umbi Sarang Semut meliputi pemeriksaan identitas simplisia umbi Sarang Semut yang masih dilakukan proses determinasi, pemeriksaan organoleptis serbuk simplisia bentuk serbuk kasar, warna cokelat, bau khas dan rasa pahit, makroskopik umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah, daun bulat atau oval berwarna hijau, batang keras dan berpori-pori berwarna cokelat, akar memiliki serat-serat, keras dan berwarna cokelat, dan umbi berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang kasar, sebelum dikupas umbi berduri berwarna putih cokelat, dan setelah dikupas berwarna cokelat, berpori-pori dan bagian luar sedikit berdaging, tinggi umbi 17 cm dan lebar 10 cm, mikroskopik simplisia yaitu identifikasi sel-sel jaringan bagian tumbuhan dan metabolit sekunder simplisia umbi Sarang Semut positif mengandung Alkaloid dan Flavonoid.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Adfa, M. 2005. Study Senyawa Flavonoid dan Uji Brine Shrimp Beberapa Tumbuhan Obat Tradisional Suku Serawai di Provinsi Bengkulu. Jurnal Gradien. Vol 1(1): 43-50.
Adnyani, N. M. R. D., Parwata, I. M. OA, dan Negara, IM. S. 2016. Potensi Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam). Sebagai Antioksidan Alami. Jurnal Kimia Jornal of Chemistry. Vol 11(2): 162-167.
Adri, Delvi Dan Wikanastri Hesolisstyiorini. 2013. Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Teh Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) Berdasarkan Variasi Lama Pengeringan. Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. Vol 04(7): 277-283.
Andarwulan, N. & Faradilla, F. 2012. Pewarna Alami Untuk Pangan, 24, SEAFAST Center, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Anggraeni, R. 2013. Etnobotani Masyarakat Subetnis Batak Toba di Desa Peadungdung Sumatera Utara. Skripsi. Jurusan Sains Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia. Depok.
Arifin, B. and Ibrahim, S. 2018. Struktur, Bioaktivitas Dan Antioksidan Flavonoid. Jurnal Zarah, Vol 6(1): 21-29
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). 2014. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor ΗΚ.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Cemaran Mikroba dan Logam Berat dalam Kosmetika. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Bata, M. H. C., Wijaya, S., & Setiawan, H. Κ. 2018. Standarisasi Simplisia Kering Daun Kelor (Moringa oleifera) Dari Tiga Daerah Berbeda Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Indonesia , Jurnal of Pharmacy Science and Practice, Vol 5(1): 45-52.
Bastida, J., R. Lavilla., F. Viladomat. 2006. Chemical and Biological Aspects of narcissus Alkaloids. The Alkaloids. Journal Chemistry and Biological. (63): 87-179.
Darsini, N. 2013. Analisis Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Tradisional Berkhasiat untuk Pengobatan Penyakit Saluran Kencing di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Jurnal Bumi Lestari Vol 13(1): 159-165.
Deazzahra, M., M. Ilham Habibie, Nanda K. Reni A. Syarifatun N dan Yuninda E.V. 2023. Analisis Penggunaan Laboratorium Biologi untuk Praktikum Pengamatan Sel Tumbuhan. Journal of Education and Technology. (1):10-16.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1977. Materia Medika Indonesia. Jilid I. Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan
Departemen Kesehatan RI. 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter Standarisasi Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Dirjen POM.
Dhurhania, C.E. & NoviantoA. 2019. Uji Kandungan Fenolik Total dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Bentuk Sediaan Sarang Semut (Myrmecodia pendens). Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, vol. 5(2): 62-8.
Direktorat GTK Pendidikan dasar, 2021. Modul Belajar mandiri Biologi. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan. Jakarta, Hal:38-46.
Dirgantara, Septriyanto., krisna Dewi., Jewelry Natalia Raya dan Lina Simanjuntak. 2015. Studi Botani dan Fitokimia Tiga Spesies Tanaman Sarang Semut Asal Kabupatan Marauke, Provinsi Papua. Jurnal farmasi Sains Dan Terapan. Vol 2(2): 20-23.
Endarini, 2016. Farmakognisi dan Fitokimia. Pusat Pendidikan SDM Kesehatan. Jakarta. 215 hal.
Harborne, J. B. 1996. Metode Fitokimia. edisi kedua. ITB. Bandung.
Hanani, Endang. 2016. Analisis Fitokimia. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.
Handayani, R, Susi N, dan Widya A. V. 2015. Identifikasi Farmakognostik Tumbuhan Hati Tanah Asal Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah Palangka Raya: Jumal Surya Medika Vol 1 No1 Hal:53-61
Heinrich, M., Barnes, J., Gibbons, S. 2009. Farmakognosi dan Fitoterapi. Terjemahan Winny R. Syarief, dkk. EGC: Jakarta
Hertiani T, Sasmito E., Sumardi, Ulfah M. 2010. Preliminary Study on Immunomodulatory Effect of Sarang Semut Tubers Myrmecodia tuberose and Myrmecodia pendens. OnLine J.Bio. Sci. Vol 10 (3): 136-141.
Gafur A, Tjahjono B, Golani GD. 2011. Patogen dan opsi pengendalian penyakit busuk akar Ganoderma di hutan tanaman industri. Di dalam: Simposium Nasional dan Lokakarya Ganoderma: Sebagai Patogen Penyakit Tanaman dan Bahan Baku Obat Tradisional; Bogor, 2-3 November 2011. Bogor: Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia.
Ilyas, A. 2013. Kimia Organik Bahan Alam. Makassar Alauddin University Press.
Kondo, M., K. Kita, & Yokota, H. 2004. Feeding value to goats of whole crop oat ensiled with green tea waste. Anim. Feed. Sci. Technol. Vol 1(13):71-81.
Kumalasari, L.O.R. 2006. Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol 111 (1): 01-07.
Laksana, Toga, 2010. Pembuatan Simplisia dan Standarisasi Simplisia. UGM: Yogyakarta.
Maisarah, dan Chatri. 2023. Karakteristik dan Fungsi Senyawa Alkaloid sebagai Antifungi pada Tumbuhan. Jurnal Serambi Biologi. Vol 8(2): 231-236
Natasha, N. 2012. Variasi Komposisi dan Sumber Nutrisi Bagi Miselium Pada Proses Pelapukan Pelepah Kelapa Sawit untuk Mendegradasi Lignin dengan Pleutrotus ostreatus. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Depok.
Nugroho, I.A. 2010. Lokakarya Nasional tumbuhan Obat Indonesia. Edisi ke2. Aprogen. Bogor.
Nugroho RA, Hardi EH, Sari YP, Aryani R, Rudianto R. 2019. Growth performance and blood profiles of striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) fed leaves extract of Myrmecodia tuberosa. Nusantara Bioscience. Vol 11(1): 89-96.
Partiwisari, N.P.E., Astuti, K.W., Ariantari, N. P. 2006. Identifikasi simplisia kulit batang cempaka kuning ((Michelia champaca L). secara makroskopis dan mikroskopis. Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, Hal:36–39.
Pical, J. M. 2013. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Kampung Isenebuai Distrik Rumberpon Kabupaten Teluk Wondama. Skripsi. Manokwari: Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua.
Prasetyo dan Inoriah Entang. 2013. Pengelolaan Budidaya Tanaman Obat-obatan (Bahan Simplisia). Bengkulu: Badan Penerbitan Fakultas Pertanian UNIB.
Priska Melania, Penai Natalia, Carvallo Ludovicus, dan Ngapa D.Y. 2018. Laporan Penelitian. Antosianin dan Pemanfaatan. Vol 6(2) NTT: Universitas Flores
Raharjo, T.J. 2013. Kimia Hasil Alam. Cetakan I.Yogyakarta, Pustaka Pelajar. Hal: 111.
Rahmadiah, Hanani.E., dan Mun’im,A. 2009. Karakterisasi Ekstrak Etanolik Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L). Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol 4 (1): 39
Rizal. 2011. Pengolahan Data Penelitian Menggunakan SPSS. Jakarta: Cipta Pustaka
Satriadi, T. 2011. Kadar Tanin Biji Pinang (Areca catechu L). dari Pleihari. Jurnal Hutan Tropis. Vol 12(32):132-135.
Subroto, M.A. dan S. Hendro. 2008. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Penebar Swadaya. Depok.
Sujarnoko, T. U. P. 2012. Studi Meta-Analisis Efek Senyawa Metabolit Sekunder Tanin terhadap Kualitas Silase. Skripsi. Departemen Nutrisi Teknologi Pakan. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Soeksmanto, A., & M.A Subroto, H. W. 2010. Anticancer activity for extracts of Sarang-Semut plant (Myrmecodia pendens) to HeLa and MCM-B2 cells. Pakistan. Journal of Biological Sciences Vol 13(3): 148-151.
Toripah, Abidjulu, Wehantouw. 2014. Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Total Fenolik Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam). Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT. Vol 3(4): 23-24.
Utami, Mei., Yayu Widiawati dan Hexa Apriliana Hidayah. 2012. Keragaman dan Pemanfaatan Simplisia Nabati yang Diperdagangkan di Purwokerto. Jurnal Majalah Ilmiah Biologi biosfera. Vol 30 (1).
Yana, Neneg Dwi, Gummay Burhanudin, Marpaung Mauritz Pandapotan. 2022. Analisis Parameter Spesifik dan Nonspesifik Simplisia Daun Bawang Merah (Allium cepa L). Kovalen: Jurnal Riset Kimia, Palembang, Sumatera Selatan. Vol 8(10): 45-52.
Zuraida, Z., Sulistiyani, S., Sajuthi, D., & Suparto, I. H. 2017. Fenol, flavonoid, dan aktivitas antioksidan pada ekstrak kulit batang pulai (Alstonia scholaris R. Br). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol 35(3): 211-219.