Studi In Vivo: Efektivitas Ekstrak Keji Beling (Strobilanthes crispus) terhadap Penyembuhan Luka Mencit Diabetes
Main Article Content
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu gangguan yang biasanya ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia). Salah satu komplikasi yang ditimbulkan oleh DM adalah luka diabetik. Penggunaan obat tradisional saat ini banyak direkomendasikan karena efek sampingnya yang relatif kecil dan hasilnya yang cukup efektif. Keji beling umumnya digunakan sebagai obat tradisional untuk penyakit antidiabetes, sebagai diuretik, dan juga dapat digunakan sebagai antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata diameter luka, pengaruh pemberian ekstrak daun beling pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%, dan untuk mengidentifikasi konsentrasi mana yang paling efektif dalam penyembuhan luka diabetik pada tikus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen Sejati dengan Alokasi Acak, dengan 6 tikus untuk setiap konsentrasi. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik One Way ANOVA diikuti dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter luka pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% lebih besar dibandingkan dengan 100%. Semua ekstrak pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka pada tikus diabetes, dengan nilai signifikan sebesar 0,015 < 0,05. Berdasarkan uji DMRT, ditemukan bahwa konsentrasi 100% paling efektif dalam proses penyembuhan luka diabetik. Pemberian ekstrak keji beling 100% memberikan hasil terbaik, dengan persentase penutupan luka mencapai 44,81%.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All rights reserved. This publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording.
References
Aina, G. Q., Kusumawati, N. K., & Harlita, T. D. (2024). Efektivitas Penyembuhan Luka Mencit Diabetes Dengan Pemberian Ekstrak Kombinasi Keji Beling Dan Binahong. Sains Medisina, 3(1), 18–21. https://doi.org/10.63004/snsmed.v3i1.491
Anggraini, D., Yovi, I., Yefri, R., Christianto, E., & Syahputri, E. Z. (2020). POLA BAKTERI DAN ANTIBIOGRAM PENYEBAB ULKUS DIABETIKUM DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU PERIODE 2015 – 2018. Biomedika, 12(1), 27–35. https://doi.org/10.23917/biomedika.v12i1.9316
Chen, H., Xiao, H., & Pang, J. (2020). Parameter Optimization and Potential Bioactivity Evaluation of a Betulin Extract from White Birch Bark. Plants, 9(3), 392. https://doi.org/10.3390/plants9030392
Ghasemzadeh, A., Jaafar, H. Z. E., & Rahmat, A. (2015). Phytochemical constituents and biological activities of different extracts of Strobilanthes crispus (L.) Bremek leaves grown in different locations of Malaysia. BMC Complementary and Alternative Medicine, 15(1), 422. https://doi.org/10.1186/s12906-015-0873-3
Lallo, S., Hardianti, B., & Umar, A. H. (2020). Aktivitas Anti Inflamasi dan Penyembuhan Luka dari Ekstrak Kulit Batang Murbei (Morus alba L.): Anti-inflammatory and Wound Healing Activities of Mulberry Barks (Morus alba L.) Extract. ResearchGate, 6(1), 26–36. https://doi.org/10.22487/j24428744.2020.v6.i1.14661
Muflihah, C. H., & Pratiwi, S. S. (2024). UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN Strobilanthes crispus TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas. Usadha Journal of Pharmacy, 435–452. https://doi.org/10.23917/ujp.v3i4.430
Nurhidayah, K., Fadraersada, J., & Rijai, L. (2015). Potensi Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus) Sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah: Uji In Vivo Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 2, 43–49. https://doi.org/10.30872/mpc.v2i.337
Nurnanengsih, N., Dwimartyono, F., & Harifuddin, A. P. (2025). Peran Antioksidan dan Agen Antiinflamasi dalam Proses Penyembuhan Luka Bakar. JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN, 4(1), 384–391. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.5271
Pramesti, D. A. D., Harlita, T. D., & Aina, G. Q. (2024). Efektivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan keji beling (Strobilanthes crispus Blume) terhadap Escherichia coli pada ulkus diabetikum. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 8(1), 67–75.
Primadani, A. F., & Nurrahmantika, D. (2021). (PDF) Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetik Dengan Perawatan Luka Metode Moist Wound Healing. ResearchGate, 2(1), 9–16. https://doi.org/10.26714/nm.v2i1.6255
Rawung, I., Wowor, P. M., & Mambo, C. (2019). Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Keji Beling (Sericocalyx crispus (L). Bremek) terhadap Pertumbuhan Streptococcus pyogenes | Rawung | eBiomedik. 7(2), 125–129.
Tharwiyah, Y. A. (2021). Analisa Pengaruh Metode Pemberian Binahong (Anredera Cordifolia) Terhadap Penyembuhan Luka Pada Diabetes Mellitus [Other, UNIVERSITAS dr. SOEBANDI]. http://repo.uds.ac.id/id/eprint/136/
Yulianti, W., Ayuningtiyas, G., Martini, R., & Resmeliana, I. (2020). Pengaruh Metode Ekstraksi dan Polaritas Pelarut terhadap Kadar Fenolik Total Daun Kersen (Muntingia calabura L). 10(2), 41–49. https://doi.org/10.29244/jstsv.10.2.41%2520-%252049